BRNA rights issue Rp 149,93 miliar

JAKARTA. PT Berlina Tbk (BRNA) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. BRNA akan menawarkan 256,28 juta saham biasa atau sebesar 27,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, Kamis (23/7), setiap pemegang 35 saham lama yang namanya tercantum hingga 11 September 2015 berhak atas 13 HMETD. Setiap 1 HMTED memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan dengan harga Rp 585 per saham. Dengan demikian jumlah dana yang diterima BRNA dari aksirights issue ini mencapai Rp 149,93 miliar.

PT Dwi Satrya Utama selaku pemegang 51,4% saham perseroan telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan seluruh HMETD. Apabila saham dalam rights issue tidak seluruhnya diambil, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami penurunan presentase kepemilikan saham maksimal 27,08%.

Terkait rights issue ini, BRNA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 1 September 2015. Tanggal Pencatatan Efek di Bursa Efek Indonesia rencananya akan dilakukan 15 September 2015 dan pelaksanaan HMTED tanggal 15-21 September 2015.

BRNA akan menggunakan dana hasil rights issue untuk memenuhi kebutuhan usaha. Pertama, sebesar 70% akan digunakan untuk belanja modal seperti pembelian mesin produksi hingga perluasan ruang produksi, kantor, dan gudang. Sedangkan sisanya sebesar 30% akan digunakan untuk pembelian material utama dan pendukung, pembelian suku cadang, serta gaji dan biaya operasi lainnya.

Saat ini BRNA memiliki tujuh buah pabrik yang terdiri dari tiga pabrik di Jawa Timur, dua pabrik di Tangerang, satu pabrik di Cikarang, dan satu pabrik di Hefei, China. Pabrik di Pandaan, Jawa Timur memiliki kapasitas produksi 11.500 metrik ton per tahun, pabrik di Pasuruan memiliki kapasitas produksi 5.000 metrik ton per tahun dan pabrik di Gempol memiliki kapasitas produksi 704 juta pieces kemasan per tahun.

Pabrik BRNA di Tangerang memiliki kapasitas produksi masing-masing 5.600 metrik ton per tahun dan 1.600 metrik ton per tahun. Lalu pabrik di Cikarang memiliki kapasitas produksi 5.900 metrik ton per tahun, sedangkan di Hefei yang dijalankan oleh anak usaha BRNA, yaitu Hefei Paragon Plastic Packaging Co.Ltd memiliki kapasitas produksi 7.500 metrik ton per tahun

Emiten pengolah bijih plastik ini fokus melayani industri produk kosmetika, farmasi, hingga makanan dan minuman. Adapun pelanggan utama perseroan dintaranya PT Unilever Indoensia Tbk, PT Bayer Indonesia, PT Kao Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk, PT Campina Ice Cream Industry, dan banyak perusahaan lainnya. Perseroan bertekad menjadi salah satu pelaku utama dalam industri plastik di Indonesia.

Di kuartal I-2015, penjualan BRNA turun 4% year on year (yoy) menjadi Rp 297,25 miliar dari sebelumnya Rp 309,75 miliar. Sementara laba bersihnya anjlok hingga Rp 968,71 juta dari sebelumnya Rp 30,11 miliar.

Pada perdagangan Kamis (23/7), harga saham BRNA turun 1,55% ke level Rp 635 per saham.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Posted on July 24, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: