Saham halal lebih berkah saat Ramadan

JAKARTA. Menjelang Lebaran, investor mulai mengurangi transaksi saham dan banyak merealisasikan keuntungan. Nilai transaksi pun menurun, termasuk di saham-saham berbasis syariah. Lihat saja, dalam satu bulan ini, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar Rp 3,5 triliun per hari.

Sebelum memasuki Ramadan, nilai transaksi harian bisa Rp 5 triliun per hari. Namun, jika dilihat dalam rentang sepanjang tahun ini atau year to date (ytd), nilai transaksi rata-rata harian di BEI masih sebesar Rp 6,2 triliun.

Meski sepi, performa saham berlabel halal, yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII), masih lebih baik. Sepanjang tahun ini, return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minus 6,37%. Sedangkan saham JII minus 5,24% (ytd). Sepanjang bulan puasa, return JII masih negatif 1,47%.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, mengatakan, di saat pasar terkoreksi tajam, saham syariah akan lebih menguntungkan. Apalagi, sepanjang tahun ini, penggerus IHSG kebanyakan berasal dari saham perbankan yang tidak masuk ke dalam indeks syariah.

“Kinerja perbankan cukup terpukul turun, sehingga saham-saham syariah terlihat lebih bagus,” ujar dia. Apalagi, saham syariah merupakan kumpulan saham yang tingkat utangnya tidak besar. Sehingga, ketika ekonomi terpuruk, saham ini tetap mampu mempertahankan kinerjanya.

Sejumlah saham halal mencetak performa lumayan bagus. Misalnya, PT Wijaya Karya Tbk Tbk (WIKA) sudah memberikan return 18,42% dalam sebulan terakhir. Sementara PT PP Tbk (PTPP) mencetak return 15,9% selama Ramadan. Satu lagi saham konstruksi BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi incaran dan memberi keuntungan 14,83% dalam tempo sebulan.

Di sisi lain, saham-saham pertambangan batubara dan saham industri dasar terpukul di bulan penuh berkah ini. Misalnya, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun hingga 29,52% dalam satu bulan ini dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 14,09%.

Hans menilai, di tengah kondisi pasar yang sepi transaksi, kinerja tinggi akan dicetak saham syariah, terutama saham yang mendapat keuntungan dari momentum Idul Fitri. Sektor ritel, misalnya, keuntungannya bisa naik hingga 30% di bulan puasa. Penjualan sektor otomotif juga bisa terkerek di hari raya. Dalam hal ini, PT Astra International Tbk (ASII) boleh menjadi pilihan investasi.

Akuntino Mandhany, analis AAA Asset Management, mengemukakan, sejumlah investor institusi seperti asuransi juga banyak yang lebih memilih saham-saham berbasis syariah. Salah satu saham yang banyak diincar dari awal tahun adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). “Karena tahun ini koreksi cukup besar, banyak yang juga lari ke konsumer,” ujar dia.

Namun, karena saham UNVR sudah mahal, Akuntino merekomendasikan saham konstruksi yang telah terdiskon seperti WIKA. Selain itu, saham di industri kesehatan seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan beberapa saham operator rumahsakit layak untuk dikoleksi.

Transaksi pasar saham berpeluang kembali ramai usai Lebaran. Sebab, saat itu emiten siap mengumumkan laporan keuangan kuartal kedua 2015.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Berlibur-Rev

Posted on July 15, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: