Ekspansi global, kinerja ATIC diproyeksi melesat

JAKARTA. Setelah meluncur di papan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) bersiap mengepakkan sayap ekspansi. Emiten anyar ini berencana mengakuisisi dua perusahaan teknologi informasi (TI).

Adriansyah Adnan, Direktur ATIC mengatakan, pihaknya tengah melakukan penilaian atas sejumlah perusahaan, baik lokal maupun asing untuk diakuisisi. Namun, dalam waktu dekat ada dua perusahaan yang siap dicaplok.

Salah satu perusahaan yang akan diakuisisi adalah perusahaan TI asal Malaysia. “Kami harapkan, September (2015) sudah bisa closed,” ujar Adriansyah, Rabu (8/7).

Sayang, ia mengaku belum bisa membeberkan detil mengenai identitas perusahaan dan nilai akuisisi. Ia hanya bilang, pihaknya berupaya menjadi mayoritas. Tahun ini, ATIC mengalokasikan dana untuk belanja modal sebesar Rp 200 miliar.

Sebagian dana itu akan digunakan untuk akuisisi serta kegiatan riset dan pengembangan (research and development). Sumber dana bervariasi, yakni dari hasil penawaran perdana saham (IPO) dan kas internal. Saat ini Anabatic memiliki kantor di sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan India.

Adriansyah bilang, pihaknya juga akan menggarap proyek di Timur Tengah, tepatnya di Dubai. Perseroan telah membuat kesepakatan dengan bank yang akrab dengan proyek teknologi bergerak (mobile). “Nilainya tidak besar, belum bisa publish karena itu baru dokumen internal,” kata dia.

Adanya akuisisi dan proyek itu, manajemen ATIC optimistis kinerja tahun ini bisa meningkat pesat. Felix Purwadi Mulia, Direktur Independen ATIC mengatakan, tahun ini, pihaknya menargetkan pendapatan naik sebesar 22%-23%. Sepanjang tahun 2014, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 2,57 triliun.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan perusahaan di tahun lalu hanya naik sekitar 4% secara year-on-year (yoy). Dengan demikian, tahun ini, pendapatan diproyeksikan bisa menyentuh angka Rp 3,13 triliun-Rp 3,16 triliun.

Sedangkan laba bersih, tahun ini juga diharapkan bisa meningkat sekitar 23%. Tahun lalu, laba bersih ATIC sebesar Rp 81 miliar. Berarti, tahun ini perseroan berharap bisa membukukan laba bersih sedikitnya Rp 99,63%.

Selain dari bisnis, adanya rencana percepatan pembayaran pinjaman bank juga dinilai akan berkontribusi terhadap laba bersih perseroan. “Kalau dihitung-hitung itu sekitar 3%-3% ke margin,” tutur Felix.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Penambahan produk reksadana baru di Phillip Reksadanaku Online.

Ciptadana

Posted on July 8, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: