PALM : PENDAPATAN PERUSAHAAN SAWIT TERGERUS PUNGUTAN EKSPOR CPO.

PT Provident Agro Tbk (PALM) menyatakan, kebijakan pemerintah terkait pengenaan pungutan ekspor minyak sawit mentah atau CPO Supporting Fund (CSF) bakal menggerus pendapatan perusahaan kelapa sawit.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Direktur Provident Agro, Tri Boewono usai RUPST perseroan, kemarin.

“Meskipun kami bukan eksportir CPO dan turunannya, tetapi pembeli kami sebagian eksportir. Sehingga, akan berimbas pada harga jual kami,” imbuhnya.

Dengan begitu, menurut dia, kebijakan CSF tersebut akan memberi dampak buruk bagi subsektor perkebunan kelapa sawit. Namun, perseroan belum bisa memastikan persentase penurunan pendapatan akibat kebijakan CSF tersebut.

Ia juga memperkirakan, pada tahun ini kinerja subsektor perkebunan kelapa sawit juga masih terimbas oleh pelemahan harga CPO global, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan depresiasi rupiah terhadap dollar AS.

Diketahui, kebijakan CSF akan menyasar eksportir CPO berupa pengenaan pungutan senilai US$50/ton dan sebesar US$30/ton untuk produk turunan CPO ekspor. Bahkan, jika harga patokan ekspor melampaui US$750 per ton, maka eksportir juga akan dikenakan bea keluar 7,5%.

Nah, guna menyiasati dampak negatif dari kebijakan CSF itu, Tri mengatakan kalau pihaknya akan meningkatkan produksi CPO di 2015 menjadi 130 ribu ton atau sebesar 28% dibanding 2014.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

Bagi Anda yang ingin menambah pengetahuan seputar pasar modal, Anda dapat menambah wawasan Anda melalui Newsletter Phillip. Untuk membaca Neswletter Phillip silahkan klik link dibawah, semua edisi newsletter dari awal hingga terbaru kami sediakan GRATIS,

http://www.poems.co.id/asp/start/frontpage/productDownload.asp#newsletter

Posted on June 12, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: