Media Komunikasi relisting Rp 90 miliar

JAKARTA. Satu lagi perusahaan yang berencana mencatatkan saham kembali di papan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan kontraktor bangunan, PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk akan melakukan aksi yang kerap disebut relisting di BEI dengan menawarkan 453 juta saham. Emiten ini sudah mencatatkan rencana tersebut ke Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sulistio Budi, Direktur KSEI, dalam keterbukaan informasi, mengatakan, distribusi saham secara elektronik mulai dilakukan pada 26 Mei lalu dengan nilai nominal saham Rp 500 per saham. Sementara, harga penawaran Rp 200 per saham. Ini artinya, total nilai emisi dalam aksi korporasi ini sebesar Rp 90,6 miliar.

“Emiten yang bersangkutan sedang dalam proses relisting di BEI,” tulis Sulistio dalam rilis Kamis (28/5).

Media Komunikasi Nusantara sebelumnya terdaftar di BEI dengan nama PT Dharmindo Adhiduta Tbk dan memiliki kode saham DMAD. BEI menghapus atau melakukan delisting saham ini pada 12 Maret 1999. Perseroan ini didirikan pada tahun 1987 dengan nama PT Logam Mas Wiratha. Perubahan nama menjadi PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk baru terjadi pada tahun 2014.

Berdasarkan informasi perusahaan yang tercatat di website resmi, ruang lingkup kegiatan Media Komunikasi Nusantara adalah bidang pemborong (kontraktor) dan perdagangan. Perusahaan ini menjadi kontraktor di bidang arsitektur, perencanaan, pengawasan, termasuk diantaranya gedung-gedung, jembatan, dermaga, jalan dan pengairan, serta pekerjaan sipil pada umumnya.

Media Komunikasi juga menjalankan usaha di bidang perdagangan umum secara impor dan ekspor serta menjalankan usaha di bidang jasa infrastruktur. Rencana Media Komunikasi Nusantara melantai kembali di bursa menambah daftar perusahaan yang relisting tahun ini.

Sebelumnya, PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) mencatatkan sahamnya kembali melalui mekanisme relisting. Perusahaan ini tidak menerbitkan saham baru sehingga tidak ada penjaringan dana dalam hajatan tersebut. Mitra Energi mencatatkan saham biasa atas nama sejumlah 697,26 juta saham.

Saham-saham tersebut terdiri dari saham seri A dengan nominal sebesar Rp 14.750, seri B sebesar Rp 472 per saham dan Rp 177 per saham. BEI juga sedang memproses rencana relisting saham PT Bukaka Teknik Utama, yang sebelumnya memiliki kode saham BUKK. Rencana relisting BUKK sudah ada sejak tahun 2011.

(Sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Posted on May 29, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: