Gubernur BI: Jangan Dipelintir, Mikir Pun Saya Tak Akan Diintervensi!

Jakarta -Belakangan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sering melakukan koordinasi di Istana Negara.

Banyak pihak berpikir, BI diintervensi oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakannya. Belakangan ini kabar ini sempat santer dibicarakan, benarkah?

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, BI tidak pernah mau diintervensi. Karena sesuai undang-undang, BI merupakan lembaga independen. Beberapa kali sempat terlontar keinginan pemerintah agar BI menurunkan tingkat suku bunga acuannya (BI Rate), sehingga bunga kredit makin murah. Ini dianggap langkah pemerintah mengintervensi BI.

Agus Marto mengatakan, BI terus menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri dan akan berkoordinasi rutin dengan pemerintah, selaku pemegang otoritas fiskal.

“Kita akan‎ menjaga, bukan diintervensi. Jangan dipelintir. Bukan diintervensi, mikir pun saya nggak akan diintervensi, jadi kami akan koordinasi dengan pemerintah, kami independen, Indonesia dalam keadaan baik, kita punya media, tolong lebih jaga‎, kalau seandainya jelek saya bilang jelek, penyesuaian BBM itu baik,” tegas Agus Marto dalam Peluncuran Buku dan Diskusi Kajian Stabilitas Keuangan No.24, ‘Memperkuat Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Dinamika Tantangan Global dan Domestik’, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Dia mengatakan, di kuartal pertama ini, pencairan anggaran belum lancar karena adanya perubahan sejumlah nomenklatur kementerian.

“Jangan bawa-bawa negara ini dibawa nggak betul, kok di luar dipuji-puji, kok di sini begini. Temen-teman kadang mau cari kalimat untuk membenturkan, tolong dijaga,” kata Agus Marto.

“Waktu krisis itu kita sakit, kita dulu rapat sampai malam, pagi,‎” tegas Agus Marto lagi.

Posted on May 8, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: