Bir ‘Menghilang’ Dari Minimarket, Laba Produsen Bir Bintang Anjlok 42%

Jakarta -Omzet PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) di ‎kuartal pertama tahun ini turun hingga 23% dibanding dengan periode yang sama di tahun lalu, menjadi Rp 569 milliar.

Laba bersih untuk periode yang sama juga anjlok 42%, dibanding periode yang sama di tahun lalu menjadi Rp 107 milliar.

Demikian hal itu disampaikan produsen Bir Bintang tersebut dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (8/5/2015).‎

Penurunan kinerja tersebut akibat dampak destocking (pengurangan stok) yang dilakukan oleh pasar, menjelang Peraturan Menteri Perdagangan No. 06/2015.

Dalam aturan tersebut, minimarket dan pengecer lainnya dilarang menjual atau mendistribusikan minuman mengandung alkohol di bawah 5% (golongan A), termasuk bir.

Penjualan bir hanya boleh dilakukan oleh jaringan supermarket dan hipermarket, dan tidak dikonsumi di tempat alias dibawa pulang.

Situasi tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan produk bir bagi konsumen dengan usia sah untuk mengkonsumsi minuman beralkohol (di atas 21 tahun), di seluruh Indonesia.

Pelarangan di jalur distribusi tersebut juga mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan, yaitu ketidakpastian usaha bagi para pedagang grosir tradisional. Hal tersebut sangat berdampak pada volume penjualan di kuartal ini.

“Pedagang grosir tradisional merupakan jalur distribusi penting dalam penyaluran bagi hampir seluruh produk atau barang konsumen/consumer goods ke pasar, agar dapat sampai ke tangan konsumen di seluruh Indonesia, termasuk produk bir,” kata manajemen Multi Bintang dalam rilisnya.

Para pedagang grosir ini memiliki peran penting dalam memasok bir ke ribuan hotel-hotel berskala kecil dan sedang, restoran, dan kafe di areanya.

Posted on May 8, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: