Monthly Archives: May 2015

Media Komunikasi relisting Rp 90 miliar

JAKARTA. Satu lagi perusahaan yang berencana mencatatkan saham kembali di papan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan kontraktor bangunan, PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk akan melakukan aksi yang kerap disebut relisting di BEI dengan menawarkan 453 juta saham. Emiten ini sudah mencatatkan rencana tersebut ke Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sulistio Budi, Direktur KSEI, dalam keterbukaan informasi, mengatakan, distribusi saham secara elektronik mulai dilakukan pada 26 Mei lalu dengan nilai nominal saham Rp 500 per saham. Sementara, harga penawaran Rp 200 per saham. Ini artinya, total nilai emisi dalam aksi korporasi ini sebesar Rp 90,6 miliar.

“Emiten yang bersangkutan sedang dalam proses relisting di BEI,” tulis Sulistio dalam rilis Kamis (28/5).

Media Komunikasi Nusantara sebelumnya terdaftar di BEI dengan nama PT Dharmindo Adhiduta Tbk dan memiliki kode saham DMAD. BEI menghapus atau melakukan delisting saham ini pada 12 Maret 1999. Perseroan ini didirikan pada tahun 1987 dengan nama PT Logam Mas Wiratha. Perubahan nama menjadi PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk baru terjadi pada tahun 2014.

Berdasarkan informasi perusahaan yang tercatat di website resmi, ruang lingkup kegiatan Media Komunikasi Nusantara adalah bidang pemborong (kontraktor) dan perdagangan. Perusahaan ini menjadi kontraktor di bidang arsitektur, perencanaan, pengawasan, termasuk diantaranya gedung-gedung, jembatan, dermaga, jalan dan pengairan, serta pekerjaan sipil pada umumnya.

Media Komunikasi juga menjalankan usaha di bidang perdagangan umum secara impor dan ekspor serta menjalankan usaha di bidang jasa infrastruktur. Rencana Media Komunikasi Nusantara melantai kembali di bursa menambah daftar perusahaan yang relisting tahun ini.

Sebelumnya, PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) mencatatkan sahamnya kembali melalui mekanisme relisting. Perusahaan ini tidak menerbitkan saham baru sehingga tidak ada penjaringan dana dalam hajatan tersebut. Mitra Energi mencatatkan saham biasa atas nama sejumlah 697,26 juta saham.

Saham-saham tersebut terdiri dari saham seri A dengan nominal sebesar Rp 14.750, seri B sebesar Rp 472 per saham dan Rp 177 per saham. BEI juga sedang memproses rencana relisting saham PT Bukaka Teknik Utama, yang sebelumnya memiliki kode saham BUKK. Rencana relisting BUKK sudah ada sejak tahun 2011.

(Sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Advertisements

LPPF bakal membuka 14 gerai baru

JAKARTA. Tingkat konsumsi masyarakat yang menyusut tidak menyebabkan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berhenti ekspansi. Emiten ritel milik Grup Lippo ini akan tetap membuka sejumlah gerai baru demi mendulang fulus.

Richard Gibson, Chief Financial Officer (CFO) LPPF, mengatakan, tahun ini akan membuka 12 hingga 14 gerai baru. Di semester I-2015, LPPF menargetkan membuka sembilan gerai baru. Hingga tiga bulan pertama tahun ini, Matahari Department sudah membuka tiga gerai. Ketiga gerai tersebut berlokasi di Singkawang, Kalimantan Barat; Bau Bau, Sulawesi Tenggara dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Perusahaan ini juga memang membidik pasar Indonesia bagian timur untuk sebagian gerai baru. “Kami mengalokasikan belanja modal Rp 500 miliar pada tahun ini, separuhnya untuk gerai baru,” ujar Gibson, Kamis (28/5).

Asal tahu saja, jumlah target toko baru LPPF di tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Sepanjang tahun 2014, anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL) ini telah mendirikan delapan gerai baru. Rencana LPPF yang menggenjot jumlah gerai baru dirasakan berisiko dan berpotensi mengurangi margin. Namun, Gibson optimistis, bisa mendulang cuan dari setiap gerai lama maupun baru.

Selain itu, LPPF juga terus efisiensi. Gibson memberikan gambaran, pada kuartal I-2015, pertumbuhan penjualan dari gerai yang sama (SSSG) sebesar 5,4%. Ini membuat penjualan dan laba bersih LPPF meningkat. Pendapatan LPPF di kuartal I-2015 naik 9,52% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,61 triliun.

Sedangkan, laba bersih melejit 50,25% menjadi Rp 184,97 miliar. Per akhir 2014, SSSG LPPF 10,7%. Ia pun menargetkan, angka SSSG tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Miranti Hadisusilo, Direktur LPP,F bilang, secara historis, rata-rata pertumbuhan pendapatan tiap tahun sama.

(Sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Pembangkit listrik ADRO masih lama menyala

JAKARTA. Tren harga batubara yang terus merosot menyebabkan produsen batubara mengembangkan bisnis lain. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memilih diversifikasi ke bisnis pembangkit listrik.

ADRO membentuk konsorsium PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), perusahaan patungan PT Adaro Power, Japan’s Electric Power Development Co, dan Itochu Corporation. Mereka menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2×1.000 megawatt (MW) di Batang, Jawa Tengah.

Menurut Stefanus Darmagiri, Analis Danareksa Securitas, langkah ADRO terjun ke bisnis kelistrikan berpotensi menaikkan pendapatan karena produksi batubara bisa terserap sendiri. Apalagi, harga dan permintaan batubara dunia sedang lesu. Sektor listrik dipercaya memberikan penghasilan dan arus kas stabil.

“Saat PLTU Batang mulai beroperasi, ADRO akan mendapatkan kenaikan pendapatan untuk jangka menengah,” tulis dia dalam riset 17 April 2015. Kebutuhan batubara di PLTU Batang akan mencapai 7,5 juta ton batubara per tahun. Sekitar lima ton akan dipasok ADRO dan sisanya dari pihak ketiga.

Bhimasena Power telah menandatangani amandemen Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 31 Oktober 2014. Pembangunan PLTU Batang ini kemungkinan memakan waktu empat-lima tahun.

Sebelumnya, Oktober 2011, BPI telah meneken Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PLN untuk jangka waktu 25 tahun sejak beroperasi. PJBL ini yang menjadi daya tarik pengembalian investasi bagi ADRO. ADRO memang belum menikmati bisnis listrik dalam waktu dekat.

Analis Bahana Securities, Arandi Nugraha pesimistis kinerjanya membaik hingga akhir tahun 2015. Sebab pembangunan PLTU Batang belum dimulai karena terganjal pembebasan lahan. “Paling cepat tahun 2019 selesai. Sulit mencegah penurunan kinerja, harus ada langkah lain,” terang Arandi.

Satu-satunya cara ADRO adalah fokus menjaga modal, efisiensi biaya, dan mengurangi utang. Sebab menurut Andre Varian, Analis Ciptadana Securities dalam riset 4 Mei 2015, harga batubara akan menurun sepanjang 2015. Dia memperkirakan, harga jual rata-rata turun jadi US$ 52,1 per ton dari 2014 US$ 54,4 per ton.

Andre mengatakan, volume produksi ADRO di kuartal I-2015 menurun 6% menjadi 13,2 juta ton di kuartal I-2015. Sementara penjualan batubara juga menyusut 3% menjadi 13,4 juta ton. Hingga akhir tahun ini, dia memproyeksikan, total penjualan batubara bisa 58,3 juta ton naik dari 2014 sebanyak 57 juta ton. Ini karena permintaan China dan India masih tetap tumbuh.

“Selama tiga bulan pertama, porsi penjualan batubara ke China mencapai 21% dari total penjualan,” ujar Andre. Karena itu ia yakin, hingga akhir tahun pendapatan ADRO mencapai US$ 3,24 juta dari US$ 3,32 juta di 2014. Sedangkan laba menjadi US$ 209.000 dari US$ 178.000.

Andre menyarankan, hold dengan taksiran harga wajarnya Rp 915. Arandi merekomendasi, reducekarena harga wajar ADRO menurutnya di posisi Rp 800 per saham. Sementara Stefanus merekomendasikan buy karena kalkulasi harga wajarnya di posisi Rp 1.150. Kamis (28/5), saham ADRO naik 0,56% menjadi Rp 900 per saham.

(Sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Rencana DPR, Saham Pemerintah di BUMN Tbk Minimal 70%

Jakarta -Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berniat mengganti undang-undang (UU) Nomor 19/2003, tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu yang akan direvisi adalah, porsi kepemilikan saham emiten BUMN.

Dalam aturan yang lama, pemerintah boleh melepas kepemilikan saham hingga 49% ke masyarakat, jadi pemerintah masih pegang mayoritas saham 51% di BUMN.

Nah, dalam aturan yang baru ini, DPR mengkaji kepemilikan pemerintah yang harus dipertahankan sebesar 70%-80%. Wakil Ketua Komisi VI DPR, Taufik Kurniawan, mengatakan saat ini rencana penggantian UU tersebut masih dibahas.

“UU BUMN tidak hanya amandemen saja. Tapi UU kita akan ubah sesuai dengan kondisi hari ini, sesuai dengan kondisi BUMN yang kita pelajari,” katanya kepada detikFinance, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

DPR tidak hanya akan membahas porsi kepemilikan saham pemerintah di BUMN, tapi juga pengawasan anak dan cucu usaha BUMN yang jumlahnya ratusan.

“Kita banyak kerumitan di anak perusahaan, cucu perusahaan itu rumit, kita sulit memasukan perusahaan-perusahaan ini di bawah BUMN, ini yang kita atur di bawah perubahan UU BUMN. Bukan amendemen, kita ubah, kalau ubah itu kita rombak UU dari yang paling mendasar,” katanya.

Saat ini sudah ada beberapa BUMN yang porsi saham publiknya sudah maksimal, alias 49% sehingga kepemilikan pemerintah tersisa 51%. BUMN ini bisa jadi harus membeli kembali sebagian saham yang beredar di publik.Next

(Sumber: http://finance.detik.com/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

Tekanan Jual Masih Ada, IHSG Berkurang 7 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 7 poin akibat aksi jual yang dilakukan investor asing. Investor domestik masih terus berburu saham.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka
per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.220 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah tipis 7,086 poin (0,14%) ke level 5.230,315. Sedangkan Indeks LQ45 turun tipis 1,805 poin (0,16%) ke level 908,800.

Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (28/5/2015), IHSG dibuka menipis 4,447 poin (0,08%) ke level 5.232,954. Indeks LQ45 dibuka berkurang 1,406 poin (0,15%) ke level 908,851.

Saham-saham komoditas yang harganya kemarin turun jadi incaran investor domestik. Lima sektor bisa menguat, dan lima sektor lainnya melemah.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 3,330 poin (0,06%) ke level 5.234,071. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,157 poin (0,13%) ke level 908,946.

Kemarin IHSG berkurang 15 poin terkena aksi ambil untung investor asing. Dana asing pun Rp 480 miliar ditarik keluar lantai bursa.Next

(Sumber: http://finance.detik.com/)

Program Rp 1 Juta , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Rp. 1 Juta bisa langsung digunakan dalam berinvestasi Saham & Reksadana.

Satu Platform, Satu Rekening Dana Investor, Satu Rekening..

GAK RIBET…. 😀

%d bloggers like this: