Monthly Archives: March 2015

Tata Cara Berinvestasi Reksadana Online di Phillip

Di tahun 2014, phillip securities indonesia kembali melakukan gebrakan dalam dunia pasar modal. Phillip Securities Indonesia meluncurkan Phillip Reksadanaku.

Phillip Reksadanaku adalah platform yang memungkinkan Anda untuk melakukan jual beli reksadana secara online. Jika selama ini dalam melakukan investasi reksadana di indonesia hanya dapat dilakukan secara offline, maka dengan Reksadanaku semua dapat dilakukan secara online. Apa perbedaan secara Offline dan Online? Membeli reksadana secara Offline harus dilakukan dengan mendatangi agen penjual reksadana , sangat memakan waktu dan membutuhkan banyak proses. Jika Anda melakukan secara online, semua lebih cepat cukup dengan melakukan Klik. Banyak sekali keunggulan di Phillip Reksadanaku, selain dapat secara Online melakukan transaksi, di sini Anda juga tersedia banyak pilihan jenis reksadana di indonesia dari Manajer Investasi pilihan. Berinvestasi reksadana di Phillip Reksadanaku juga juga sangat terjangkau, mulai dari Rp. 100.000,00 Anda sudah bisa berinvestasi, dan produk reksadana di sini dikenakan fee transaksi mulai dari Rp 0*.

Keunggulan lain yang sangat membantu para Investor adalah Phillip Reksadanaku ini Terintegrasi dengan Poems. Jadi bagi Anda yang ingin melakukan investasi saham & reksadana secara bersamaan, inilah jawaban Anda. Semua dalam satu Platform, “Gak Ribet” keluar masuk platform, satu login ID, dan pastinya satu rekening saja.

Dengan Reksadanaku dan POEMS di dalam satu platform juga memberikan keuntungan bagi Anda, Reksadana yang Anda punya juga dapat digunakan suntuk membeli saham. Anda tidak perlu takut saat dana Anda tidak mencukupi untuk melakukan pembelian saham, karena Reksadana Anda secara otomatis akan menambah limit trading saham Anda.

Masih belum cukup untuk Anda?

Perkenalkan fitur autosweep : fitur yang secara otomatis menginvestasikan dana ‘idle’ Anda di Rekening Dana Investor (RDI) ke reksa dana pasar uang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik.

Selain secara otomatis menginvestasikan dana ‘idle’, Auto Sweep ini juga dapat melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit reksa dana pasar uang Anda, untuk penyelesaian kewajiban atas transaksi saham Anda. Jadi dengan fitur Auto Sweep ini, dana Anda dengan leluasa bertumbuh, tanpa mengganggu kegiatan transaksi saham Anda.

Intinya, dengan fitur Auto Sweep memungkinkan instruksi pembelian dan penjualan kembali unit reksa dana pasar uang Anda secara otomatis tanpa mengganggu aktifitas trading Anda.

Keunggulan dan kemudahan ini, dapat dinikmati oleh setiap masyarakat yang ingin berinvestasi saham & reksadana Online melalui di Phillip Securities Indonesia. Berinvestasi melalui Phillip Securities Indonesia itu mudah, cepat dan nyaman. Selain itu untuk memulainya sangat terjangkau, karena di sini deposit awal yang Anda bayarkan mulai dari Rp. 1 juta saja.

Berikut kami sampaikan tata cara dalam memulai berinvestasi saham & reksa dana di Phillip Securities Indonesia.

  • Bagi nasabah baru, mengisi formulir pembukaan Rekening efek / Rekening Dana Investor (RDI), dengan dilengkapi dokumen-dokumen pendukung, yaitu KTP yang masih berlaku, NPWP, Profil Resiko, Surat Pernyataan Nasabah.
    Sedangkan bagi nasabah Existing PT. Phillip Securities Indonesia silahkan “Login” pada POEMS.co.id kemudian pilih menu ‘Reksadanaku’.

Pada dasarnya RDI ini hanya bisa digunakan untuk berinvestasi saham saja, tapi di Phillip Securities Indonesia, dengan satu RDI yang Anda buat, juga bisa gunakan untuk melakukan investasi reksa dana online. Phillip Securities Indonesia merupakan perusahaan sekuritas pertama yang mempunyai platform investasi saham dan reksa dana yang saling terintegrasi.

Lalu bagaimana cara membuka RDI di Phillip Securities Indonesia? Ada 2 langkah untuk membuka rekening efek di Phillip Securities Indonesia, secara online & secara manual.

Berikut langkah-langkahnya.

Secara Online:

  1. Kunjungi website milik Phillip Securities Indonesia, www.poems.co.id
  2. Setelah masuk pilih tombol Open An Account
  3. Kemudian pilih tombol Click Here for Online Opening Account
  4. Jika sudah dipilih, silahkan di diiisi data Anda yang sebenarnya pada form yang diminta, kemudian print dan tandatangani form tersebut sesuai bank RDI yang Anda inginkan . Isi semua data yang diminta, jangan sungkan untuk bertanya kepada customer care Phillip Securities di nomor (021) 57 900 900. Lampirkan KTP, NPWP, dan cover depan buku tabungan.
  5. Setelah dikirim, tunggu proses selanjutnya yang akan diproses oleh Phillip Securities Indonesia, tim kami akan menghubungi Anda kembali.

Secara Offline:

  1. Kunjungi website milik Phillip Securities Indonesia, www.poems.co.id
  2. Setelah masuk pilih tombol Open An Account
  3. Kemudian pilih melalui bank apa yang akan Anda gunakan. Tersedia 3 pilihan bank, BCA, Mandiri & Permata. (saran kami pilih sesuai dengan bank tabungan yang Anda gunakan sekarang)
  4. Jika sudah dipilih, silahkan di-print dan diiisi. Isi semua data yang diminta, jangan sungkan untuk bertanya kepada customer care Phillip Securities di nomor (021) 57 900 900.
  5. Setelah semua sudah terisi, selanjutnya kirim ke alamat Phillip securities Indonesia, atau hubungi cabang terdekat, jangan lupa lampirkan :
    • Fotokopi KTP
    • Fotokopi NPWP (jika ada, jika tidak Anda bisa mengisi surat keterangan tidak mempunyai NPWP, pada formulir yang Anda download dan print tadi.
    • Fotokopi Cover buku tabungan yang Anda gunakan sekarang.
    • Setelah dikirim, tunggu proses selanjutnya yang akan diproses oleh Phillip Securities Indonesia, tim kami akan menghubungi Anda kembali.

Lalu berapa deposit yang harus dilakukan untuk memulai berinvestasi saham?

Di Phillip Securities Indonesia, Anda bisa memulai dari Rp. 1 Juta, kemudian Anda sudah bisa berinvestasi saham dan reksa dana secara online, kapan saja dimana saja, dengan catatan ada koneksi internet.

Bagaimana? Mudah bukan berinvestasi saham dan reksa dana secara online? Semua kemudahan itu dapat Anda nikmati jika Anda menjadikan Phillip Securities Indonesia sebagai mitra investasi Anda.

Jadi tunggu apa lagi? Segera kunjungi POEMS.co.id, atau hubungi Customer Care di (62-21) 57 900 900.

“Be A Smart Investor With Phillip Securities Indonesia”

(*Disclaimer ON)

Sumber: (PT. Phillip Securities Indonesia)

Reksadana Online

Fundamental Perusahaan Gas Negara

Fundamental SIDO MUNCUL

What Happened to Indonesian Stock Market?

Recent price fall in several large-capitalization Indonesian stocks have prompted concerns about Indonesian stock market and how it will fare in months ahead. To share how we see recent turn of events, here are our views of what happens and what will likely to happen:
Several factors that drove the market lower:
1) Speculations of the US raising interest rate sooner than expected.
Market speculation that the Federal Reserve would soon increase interest rate in the US has driven a string of fund outflows from emerging markets, including Indonesia. An interest rate hike in the US would attract fund inflows to the US. However, gauging at recent US economic data, including the durable goods orders which declined in February due to strong US dollar, we think looming concerns about the US economy strength would also limit fund inflows into the US, hence would help curb outflows from emerging markets.
2) Persistently strong US dollar and its effects to Indonesian companies earnings
Strong US dollar (and thus weak rupiah) has also triggered concerns about margins generated by Indonesian companies. A few apparent industries whose margins could be affected (unless the companies have successfully hedged their FX) are importers, manufacturers who depends on imported materials, as well as companies with large portion of expenses in US dollar, such as automotive, and retailers who pay loyalties or products in US dollar. Companies with large portion of US dollar debts could also be affected.
3) A number of analyst downgrades recently
Several large cap stocks have been downgraded by analysts in Indonesia. The latest was PGAS IJ, which was downgraded by a few research centers. We reduced our target price for PGAS to IDR 5,925 due to concerns about margins. (Update report of PGAS can be found here).
4) Over-valuation of stocks in some industries
We think that stocks in some industries are currently overvalued, particularly the construction sector in general (this include ADHI IJ, WIKA IJ, PTPP IJ and WSKT IJ) and issue a caution against purchasing these stocks at current price levels, P/E or P/BV.
What we think and would recommend:
1) We strongly recommend hedging against the rupiah, to protect portfolio values against further declines of the currency vs. US dollar. We see that the rupiah exchange rate of 14,000 per US dollar is not improbable to happen this year (currently the rupiah trades at around 13,010/US dollar), as a result of stronger US dollar.
2) In overall, we think that despite currently sluggish Indonesian market performance, opportunities may present themselves to collect large cap stocks at bargained prices, with long-term investment horizon. This would be similar to collecting stocks when Indonesian stock market plunged in May 2013 and holding them until recently.

(*Disclaimer ON)

Sumber: (PT. Phillip Securities Indonesia, Research Department)

Reksadana Online

Kinerja IHSG tertinggi kedua di ASEAN

JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) menempati posisi nomor dua di ASEAN setelah Filipina.

Dalam data Bursa Efek Indonesia per 30 Maret 2015 tercatat bursa saham Filipina memiliki pertumbuhan tertinggi yakni 9,25%, diikuti IHSG BEI 4,05%, lalu bursa Malaysia 3,44 persen, Bursa Singapura 2,56%, dan Thailand 0,35%.

“Sepanjang tahun ini, IHSG tumbuh 4,05% dan nilai kapitalisasi pasar modal bertumbuh sekitar 4,12%. Itu merupakan salah satu yang terbaik di pasar modal ASEAN,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, Senin (30/3).

“Semoga ini awal yang baik dan berlanjut sampai akhir tahun ini,” tambah Nurhaida.

Menurut Nurhaida, kinerja pasar modal Indonesia yang positif itu tidak lepas dari kinerja emiten dan kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan yang cenderung positif.

Dalam upaya menjaga kinerja pasar modal, Nurhaida mengemukakan bahwa pihaknya akan menjalankan tiga dasar utama dalam rangka pendalaman pasar atau “market “deepening”, yakni “supply”, “demand”, dan infrastruktur pasar modal.

Menurut Nurhaida, salah satu yang masuk ke dalam kerangka pendalaman pasar yakni meningkatkan jumlah produk di pasar, bisa berupa memperbanyak jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) atau juga jenis produk lainnya seperti surat utang atau obligasi, dan reksa dana.

Ia memaparkan bahwa OJK sedang melakukan proses terhadap dua perusahaan yang akan melaksanakan IPO, selain itu OJK juga sudah menerbitkan pedoman produk Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA SP) terkait pembiayaan sekunder perumahan.

“EBA SP sudah ada peraturannya, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sedang dalam tahap akhir untuk mengeluarkan produk itu,” katanya.

Nurhaida menambahkan bahwa untuk mendorong bertambahnya jumlah produk, OJK juga akan merancang aturan yang dapat memberikan fasilitas agar lebih memajukan atau mempermudah penerbitan produk lainnya.

“Kemudahan itu dalam artian positif, tidak mengorbankan kepentingan investor,” katanya.

Dengan kemudahan yang ditawarkan diharapkan investor tertarik dalam berinvestasi di pasar modal sehingga jumlah investor domestik di pasar modal meningkat.

“Tujuan akhir dari ‘market deepening’ ini adalah seimbangnya perbandingan investor di pasar modal antara investor asing dan investor domestik,” katanya.

Menurut Nurhaida, seimbangnya komposisi investor domestik dan asing di pasar modal Indonesia dapat menjaga kestabilan industri di tengah sentimen yang cukup bervariasi seperti saat ini.

“Sebagaimana kita ketahui investor asing masih mendominasi pasar modal Indonesia. Peran domestik yang masih kurang ini perlu ditingkatkan dengan cara terus memberikan kemudahan bagi investor agar dapat berinvestasi di pasar modal,” katanya.

Dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Februari 2015 tercatat jumlah aset investor lokal sebesar Rp1.341,43 triliun, sementara investor asing Rp2.002,86 triliun.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

FreeEducation_11April2015

%d bloggers like this: