JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) terus melakukan penanaman di kebun mereka. Sampai akhir 2014, SIMP memproduksicrude palm oil (CPO) sebanyak 956.000 ton, atau tumbuh 18% dari 810.000 ton di tahun sebelumnya.

Adapun volume penjualan CPO SIMP naik 11% dari 864.000 ton menjadi 957.000 ton.  SIMP juga berhasil meningkatkan produksi palm kernel 16% dari 187.000 menjadi 218.000 ton. “Ini terutama akibat kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) inti dan pembelian TBS dari pihak ketiga,” ujar Mark Wakeford, Presiden Direktur Grup SIMP, dalam siaran pers, Jumat, (27/2).

Nah, TBS dari kebun inti meningkat 13% dari 2,89 juta ton menjadi 3,25 juta ton. Produksi ini sebagian besar dikontribusi oleh kenaikan produksi Sumatera Selatan dan Kalimantan. Adapun, produktivitas TBS intinya pun meningkat dari 16,3 ton per hektar menjadi 17,6 ton per hektar. Lalu TBS dari pihak ketiga naik 28% dari 866.000 ton menjadi 1,11 juta ton.

Namun, produksi karet SIMP turun tipis dari 18.500 ton menjadi 18.400 ton. Sedangkan volume penjualan karetnya naik tipis dari 15.900 menjadi 16.023 ton.

Selain itu, produksi gula SIMP turun 15% dari 78.000 ton menjadi 66.000 ton akibat tidak ada penyulingan gula mentah impor. Dengan ini, volume penjualannya pun terimbas turun 3% dari 76.000 ton menjadi 73.000 ton.

Lebih lanjut, volume penjualan minyak goreng, margarin, dan minyak kelapa turun 4% menjadi 755.000 ribu ton. Menurut Mark , meski volume penjualan produk bermerek meningkat, tapi kenaikan tersebut tidak dapat mengimbangi penurunan volume penjualan minyak goreng curah dan minyak kelapa.

Sampai akhir tahun lalu, total area tertanam kebun inti SIMP adalah 300.050 hektar. Rinciannya, sebanyak 82% ditanami kelapa sawit, 7% diisi karet, 5% merupakan Hutan Tanaman Industri (HTI), 4% adalah tebu, dan sisanya tanaman lain.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

Sabar