PT Bukit Asam (persero) melalui anak usahanya yang bernama PT Bukit Multi Investama (BMI) mengakuisisi saham salah satu perusahaan dibidang jasa pertambangan yakni PT Satria Bahana Sarana (SBS)

Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono mengatakan akuisisi yang dilakukan oleh BMI telah dilakukan pada tanggal 21 Januari 2015, yakni dengan ditandatanganinya perjanjian pengambilalihan saham sebesar 95 persen dengan harga seluruhnya Rp48 miliar.

Menurut Joko, proses akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi terkonsolidasi PTBA dalam rangka efisiensi dengan cara meminimalkan biaya produksi penambangan.

“Selain itu, hal ini juga sekaligus sebagai wujud sinergi antara anak usaha dalam upaya mendukung kegiatan utama dan pengembangan usaha grup perseroan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

SBS merupakan perusahaan dibidang usaha jasa pertambangan yang memberikan layanan berupa pembersihan dan penggalian lahan, pengupasan tanah/overburden, penambangan batubara, serta persewaan alat-alat berat dan tenaga operasional/operator alat-alat berat dengan daerah operasi berada di Tarakan, Kalimantan Utara dan Muara Bungo, Jambi.

Joko berharap dengan adanya akuisisi ini perseroan dapat meningkatkan kinerja di tengah merosotnya harga jual batubara melalui upaya efisiensi yang dicanangkan dengan cara mengendalikan biaya operasional serta peningkatan peralatan pendukung lewat pemakaian tenaga listrik yang diproduksi dan dikelola perseroan sendiri.

Sebagai informasi, struktur kepemilikan saham SBS setelah proses akuisisi tersebut yakni BMI memiliki 95 persen atau sebanyak 4,03 juta saham dalam SBS, sementara sisanya 5 persen atau sebanyak 211.911 saham dimiliki oleh PT Tri Ihwa Sejahtera.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

News