Jakarta -Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date tercatat sebagai yang tertinggi keempat jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama di kawasan regional dan dunia.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida saat acara konferensi pers penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Menurutnya, pengaruh suhu politik akibat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Juli 2014 tidak menyurutkan optimisme investor untuk tetap bertransaksi di pasar modal Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan pergerakan IHSG yang mengalami kenaikan 21,15% yaitu dari 4.274,177 pada akhir 2013 menjadi 5.178,373 pada 29 Desember 2014.

Bahkan, pada 8 September 2014, IHSG telah berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489.

Peningkatan persentase level IHSG hanya di bawah Bursa Shanghai dengan kenaikan 49,72%, Bursa India 28,52%, dan Philipina 22,76%.

Level IHSG di sepanjang 2014 telah melebihi Bursa Thailand sebesar 15,15%, Indeks Nikkei Jepang 8,83%, Bursa Singapura 6,32%, Bursa Hongkong 2%, Bursa Australia 1,75%, Indeks Indeks FTSE 100 Inggris -1,71%, Bursa Korea -4,15%, Indeks Dow Jones Amerika Serikat -4,95%, dan Bursa Malaysia -5,28%.

Bahkan secara jangka panjang, pertumbuhan IHSG dalam enam tahun terakhir 2008-29 Desember 2014 tercatat berada di urutan kedua dengan jumlah pertumbuhan return sebesar 282,05%.

Sedangkan nilai kapitalisasi pasar saham meningkat sebesar 22,76% dari Rp 4.219 triliun pada akhir Desember 2013 menjadi Rp 5.179 triliun pada 29 Desember 2014.

 

Sumber: finance.detik.com