Monthly Archives: December 2014

J Trust Suntik Modal Rp 1,3 Triliun ke Bank Mutiara Sampai 2018

Jakarta -PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) menerima suntikan modal senilai Rp 1,3 triliun dari pemilik saham utama, J Trust. Ini akan dilakukan secara bertahap sampai 2018.

Direktur Utama Bank Mutiara Ahmad Fajar menyebutkan, untuk 2014 suntikan modal yang diberikan adalah Rp 300 miliar. Kemudian 2015 sebesar Rp 350 miliar, 2016 sebesar Rp 200 miliar, 2017 sebesar Rp 200 miliar, dan 2018 sebesar Rp 250 miliar.

“Komitmen kami adalah untuk terus menambah modal setiap tahun,” kata Fajar di Gedung IFC, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

J Trust saat ini tercatat sebagai pemilik 99% saham dari Bank Mutiara. Sementara sisa 1% dimiliki oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Sisa 1% itu nanti akan diambil oleh perusahaan lain,” sebut Fajar.

Ke depan, Bank Mutiara akan fokus ke sektor UMKM. Kemudian juga pada sisi pembiayaan konsumen, seperti untuk otomotif dan penyaluran kredit perumahan.

“Untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kita sudah punya database dan investor potensial. Kita juga bekerja sama dengan developer yang punya reputasi bagus,” terang Fajar.

Tahun depan, ditargetkan laba bersih perseroan masih konservatif yaitu Rp 48 miliar. Sumber utamanya adalah pemulihan aset dan bunga.

Recovery aset dari anggunan yang dijual dengan porsi 60% dari laba. Sisanya bunga,” tukasnya.

 

Sumber: finance.detik.com

Advertisements

IHSG Tumbuh 21,15% di 2014, Tertinggi Keempat di Dunia

Jakarta -Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date tercatat sebagai yang tertinggi keempat jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama di kawasan regional dan dunia.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida saat acara konferensi pers penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Menurutnya, pengaruh suhu politik akibat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Juli 2014 tidak menyurutkan optimisme investor untuk tetap bertransaksi di pasar modal Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan pergerakan IHSG yang mengalami kenaikan 21,15% yaitu dari 4.274,177 pada akhir 2013 menjadi 5.178,373 pada 29 Desember 2014.

Bahkan, pada 8 September 2014, IHSG telah berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489.

Peningkatan persentase level IHSG hanya di bawah Bursa Shanghai dengan kenaikan 49,72%, Bursa India 28,52%, dan Philipina 22,76%.

Level IHSG di sepanjang 2014 telah melebihi Bursa Thailand sebesar 15,15%, Indeks Nikkei Jepang 8,83%, Bursa Singapura 6,32%, Bursa Hongkong 2%, Bursa Australia 1,75%, Indeks Indeks FTSE 100 Inggris -1,71%, Bursa Korea -4,15%, Indeks Dow Jones Amerika Serikat -4,95%, dan Bursa Malaysia -5,28%.

Bahkan secara jangka panjang, pertumbuhan IHSG dalam enam tahun terakhir 2008-29 Desember 2014 tercatat berada di urutan kedua dengan jumlah pertumbuhan return sebesar 282,05%.

Sedangkan nilai kapitalisasi pasar saham meningkat sebesar 22,76% dari Rp 4.219 triliun pada akhir Desember 2013 menjadi Rp 5.179 triliun pada 29 Desember 2014.

 

Sumber: finance.detik.com

Bursa Efek Indonesia Harap Emiten Penuhi Aturan

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta kepada emiten yang sudah masuk pasar modal agar menyesuaikan ketentuan yang berlaku. Direktur Utama BEI Ito Warsito menuturkan pada 2016, emiten wajib berjumlah saham beredar 500 juta dan berjumlah pemegang saham 600 orang.

“Bursa beri waktu dua tahun bagi emiten menyesuaikan minimum size. kami berpendapat waktu dua tahun cukup mempersiapkan aksi korporasi,” ujar Ito saat penutupan akhir tahun di Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Ito mengatakan sampai waktu dua tahun, emiten tidak mematuhi peraturan akan mendapatkan ketentuan yang berlaku. “Karena itu ada ketentuan terkait sangsi akan diberlakukan,” jelas dia.

 

Sumber: pasarmodal.inilah.com

Tangki dan Pelampung Ditemukan 15-20 Km dari Titik Terakhir AirAsia

Pangkalan Bun – Pesawat TNI AU menemukan tangki dan pelampung di Selat Karimata. Benda itu berwarna oranye dan terlihat jelas.

“Lokasi itu 15-20 Km sebelah timur di titik terakhir AirAsia terdeteksi di Selat Karimata,” urai Pangkoops I Marsma Dwi Putranto di Pangkalan Bun, Selasa (30/12/2014).

Lokasi penemuan tak jauh dari Pangkalan Bun. Dwi Putranto dengan pesawat CN 235 kemudian kembali ke Pangkalan Bun dan kembali ke lokasi dengan Super Puma.

“Itu seperti tangki dan pelampung warnanya oranye. Ada serpihan warna putih polos serta lemepengan hitam,” jelas Dwi.

“Ada bentuk panjang warna kuning, ada serpihan putih,” tutur dia.

 

Sumber: detik.com

Saham AALI Sinyal Kuat Bullish

Jakarta – Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) pada perdagangan kemarin berhasil menguat 450 poin atau sekitar 1,93%. Bagaimana untuk hari ini?

First Asia Capital dalam riset hariannya, Selasa (30/12/2014) mengungkapkan, dalam setahun terakhir harga saham AALI mengalami penurunan 3,15%. Level tertinggi yang pernah dicapai AALI tahun ini mencapai Rp29.850.

“Kenaikan kemarin dipicu oleh naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) yang mencapai RM2250. Trend penguatan tersebut telah berjalan dalam 2 minggu terakhir,” ungkap riset tersebut. “AALI 23.000-25.200, trading buy,” tambahnya.

Pergerakan harga saham AALI juga baik. Penguatan kemarin telah membentuk golden cross dengan Moving Average (MA) 20 hari. Selain itu indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga mengalami golden cross sehingga sinyal kuat untuk bullish sudah terlihat.

“Terlebih lagi indikator oscillator seperti RSI dan Stochastic berada pada area netral,” jelasnya lagi. Valuasi dari AALI sendiri cukup baik, yaitu berada pada price earning (PE) 13,2 kali, price to book value (PBV) 3,3 kali dan Price to Sales 2,3 kali.
Sumber: pasarmodal.inilah.com

%d bloggers like this: