JAKARTA. Nilai penyerapan anggaran belanja modal (capex) PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tahun ini sangat minim. Hal ini terjadi lantaran pasar komoditas, terutama batubara yang masih belum pulih.

“Dari sekitar US$ 32-US$ 33 juta yang kami anggarkan, saat ini yang terealisasi hanya 20%,” ujar Wachjudi Martono, Presiden Direktur DEWA, Jumaat (28/11).

Pasalnya, lanjut dia, ada penangguhan pembelian alat menyusul banyaknya permintaan penurunan produksi. Sehingga pengerjaaan pemindahan lapisan penutup tanah (overburden) dan produksi batubara berkurang.

Namun, Wahjudi bilang, sisa dari anggaran capex yang tidak terserap tahun ini akan dilimpahkan ke tahun depan. Tahun 2015, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$ 40 juta hingga US$ 41 juta.  Mayoritas dana akan digunakan untuk pembelian dan sewa alat.

Perseroan menargetkan, total volume produksi batubara yang dikerjakan tahun mencapai  18,74 juta ton. Angka ini meningkat dari estimasi produksi tahun ini yang sebesar 11,13 juta ton.

Adapun, hingga September 2014, total produksi batubara yang sudah terealisasi sebanyak 8,8 juta ton. Selanjutnya, proyeksi volume overburden removal tahun 2015 mendatang sekitar 119,34 juta bank cubic meters (bcm).

Angka ini meningkat dari estimasi akhir 2014 yang sebesar 62,48 juta bcm. Adanya kenaikan volume produksi tersebut membuat perusahaan kontraktor batubara ini berani memasang target optimis untuk tahun depan. Pendapatan diharapkan bisa menyentuh US$ 360,83 juta dan laba bersih sebesar US$ 5,14 juta.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

kultwit