Monthly Archives: November 2014

Kapan waktu yang tepat membeli saham dengan technical analysis?

FreeEdu

Advertisements

Gabung Grup Orang Terkaya ke-8 RI, BWPT Ubah Nama Jadi High Eagle Plantation

Jakarta -PT BW Plantation Tbk (BWPT) akan mengakuisisi 100% saham Green Eagle, anak usaha grup Rajawali milik Pengusaha Peter Sondakh alias orang terkaya ke-8 di Indonesia versi majalah Forbes.

Setelah akuisisi rampung, BW Plantation akan ubah nama menjadi PT Eagle High Plantation. Aksi korporasi ini sudah mendapat persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tapi harus menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hari ini perseroan mengumumkan hasil RUPSLB yang digelar kemarin ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan publik melalui media massa seperti dikutip, Jumat (28/11/2014).

Sebelumnya, perusahaan perkebunan itu sudah menerbitkan saham baru lewat mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) alias rights issue. Jumlah saham yang diterbitkan mencapai 27.021.678.000 lembar saham.

Saham baru tersebut setara 85,71% total modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga pelaksanaan Rp 400 per lembar, total dana yang diraup Perseroan mencapai Rp 10.808.671.200.000 alias Rp 10,8 triliun.

Mayoritas dana Rp 10,8 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi Green Eagle. Setelah akuisisiBWPT akan berganti nama menjadi Eagle High Plantation.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

kultwit

DEWA akan tarik pinjaman dari Credit Suisse

JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyiapkan belanja modal (capex) sekitar US$ 40 juta hingga US$ 41 juta untuk tahun 2015 mendatang. Perseroan akan mengandalkan sumber eksternal untuk mendanai keperluan capex tersebut.

Wachjudi Martono, Presiden Direktur DEWA mengatakan, pihaknya tengah dalam penyelesaian untuk mendapatkan fasiltas pinajaman dari bank asing.

“Kami sedang dalam tahap final menyelesaikan fasilitas pinjaman senilai US$ 15 juta, Credit Suisse sebagai arranger,” ujarnya, Jumat (28/11).

Kemudian, sekitar US$ 15 juta sampai US$ 20 juta capex akan dipenuhi dari vendor dan sebesar US$ 5 juta-US$ 6 juta  dari perusahaan leasing. Selain itu, emiten kontraktor batubara ini juga berupaya memperoleh fasilitas pinjaman dari bank lokal.

“Kami berbicara dengan Bank Muamalat lagi,” kata Wachjudi.

Sebagai tambahan informasi, kas internal DEWA memang sangat minim. Hingga September 2014, nilai kas dan setara kas perusahaan hanya US$ 4,83 juta. Adapun, perseroan masih mengalami defisit saldo laba yang nilainya mencapai US$ 101,4 juta.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

kultwit

Batubara lesu, penyerapan capex DEWA minim

JAKARTA. Nilai penyerapan anggaran belanja modal (capex) PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tahun ini sangat minim. Hal ini terjadi lantaran pasar komoditas, terutama batubara yang masih belum pulih.

“Dari sekitar US$ 32-US$ 33 juta yang kami anggarkan, saat ini yang terealisasi hanya 20%,” ujar Wachjudi Martono, Presiden Direktur DEWA, Jumaat (28/11).

Pasalnya, lanjut dia, ada penangguhan pembelian alat menyusul banyaknya permintaan penurunan produksi. Sehingga pengerjaaan pemindahan lapisan penutup tanah (overburden) dan produksi batubara berkurang.

Namun, Wahjudi bilang, sisa dari anggaran capex yang tidak terserap tahun ini akan dilimpahkan ke tahun depan. Tahun 2015, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$ 40 juta hingga US$ 41 juta.  Mayoritas dana akan digunakan untuk pembelian dan sewa alat.

Perseroan menargetkan, total volume produksi batubara yang dikerjakan tahun mencapai  18,74 juta ton. Angka ini meningkat dari estimasi produksi tahun ini yang sebesar 11,13 juta ton.

Adapun, hingga September 2014, total produksi batubara yang sudah terealisasi sebanyak 8,8 juta ton. Selanjutnya, proyeksi volume overburden removal tahun 2015 mendatang sekitar 119,34 juta bank cubic meters (bcm).

Angka ini meningkat dari estimasi akhir 2014 yang sebesar 62,48 juta bcm. Adanya kenaikan volume produksi tersebut membuat perusahaan kontraktor batubara ini berani memasang target optimis untuk tahun depan. Pendapatan diharapkan bisa menyentuh US$ 360,83 juta dan laba bersih sebesar US$ 5,14 juta.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

kultwit

Harga BWPT melorot tipis

JAKARTA. Setelah rencana rights issue disetujui oleh otoritas dan pemegang saham, saham Pt BW Plantation Tbk (BWPT) melorot tipis di akhir sesi pertama perdagangan, Jumat (28/11).

Sampai pukul 11:29 WIB, saham BWPT nangkring di Rp 471 per saham, lebih rendah 5 poin (-1,05%) dibanding penutupan harga kemarin di Rp 476 per saham.

Sekadar mengingatkan, BPWT meraih izin untuk menerbitkan saham baru dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kemarin. BWPT berniat menerbitkan 27,02 miliar saham baru atau 85,71% dari modal ditempatkan dan disetor.

Dengan harga pelaksanaan Rp 400, BWPT akan mendapat dana sekitar Rp 10,8 triliun. Perusahaan berencana menggunakan mayoritas dana untuk mengakuisisi Green Eagle dan membayar utang. PT Rajawali Corpora sebagai pembeli siaga rights issue dengan dana maksimal Rp 4,43 triliun.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

kultwit

%d bloggers like this: