Harga BBM Bakal Naik Rp 3.000, Ini Sektor Kena Dampaknya

Jakarta -Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tentunya akan berdampak terhadap harga barang dan jasa lainnya. Namun biasanya butuh waktu untuk menularkan kenaikan harga BBM ke harga-harga kebutuhan pokok.

Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), mengatakan bahwa dampak kenaikan harga BBM yang langsung dirasakan hanyalah kenaikan tarif angkutan umum.

“Misalnya angkutan antar kota, itu biasanya langsung. Saya tidak tahu apakah perusahaan penerbangan dan pelayaran juga melakukan penyesuaian,” kata Sasmito di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Setelah kenaikan tarif angkutan, lanjut Sasmito, dampak kenaikan harga BBM akan berlanjut ke barang dan jasa lainnya. “Perusahaan atau industri akan menaikkan harga barang produksinya. Itu biasanya bervariasi. Kalau harga BBM naik November, itu bisa naik Desember atau Januari,” jelasnya.

Selain barang hasil industri, tambah Sasmito, harga pangan juga akan ikut naik merespons kenaikan harga BBM. “Kalau harga BBM naik November, itu (kenaikan harga pangan) mungkin itu Desember. Itu dampak ikutan saja,” tuturnya.

Sebelumnya, presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dikabarkan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Rencananya, kenaikan harga akan sebesar Rp 3.000/liter dan dilakukan November 2014.

Hal itu diungkapkan oleh Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Luhut, kebijakan ini diyakini bisa menghemat anggaran sampai lebih dari Rp 150 triliun dan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur. Jokowi-JK juga akan menyediakan dana untuk membantu masyarakat miskin.

Namun kemudian Jokowi sendiri yang menyatakan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi belum dipastikan. “Siapa yang memastikan? Baru dalam proses hitung-hitunganan. Berapa kenaikan belum, kapannya juga belum,” sebutnya, Selasa (30/9/2014).

Sumber: (http://finance.detik.com/)

fundamental

Posted on October 1, 2014, in Berita, Berita Komoditi - Index Futures, Perkembangan Ekonomi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: