Monthly Archives: October 2014

FAJAR SURYAWISESA RAIH PENDAPATAN Rp4,14 TRILIUN.

Penjualan bersih PT Fajar Suryawisesa Tbk (FASW) alami kenaikan sebesar Rp4,14 triliun hingga September 2014 dibandingkan penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp3,54 triliun.

Laporan Kamis menyebutkan beban pokok naik jadi Rp3,72 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp2,99 triliun dan laba kotor turun jadi Rp429,08 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp555,32 miliar.

Sedangkan rugi kurs hanya Rp16,21 miliar dari rugi kurs tahun sebelumnya Rp558,79 miliar membuat laba sebelum pajak diraih Rp137,22 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp223,32 miliar.

Laba berjalan diraih Rp98,63 miliar dibandingkan rugi berjalan periode sama tahun sebelumnya Rp169,46 miliar. Jumlah aset per September 2014 mencapai Rp5,68 triliun turun tipis dari jumlah aset per Desember 2013 yang Rp5,69 triliun.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

edukasiosk

Advertisements

HOLCIM INDONESIA ALAMI PENURUNAN LABA BERSIH Rp569,69 MILIAR.

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) alami penurunan laba bersih hingga September 2014 menjadi Rp569,69 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp599,13 miliar.

Laporan Kamis menyebutkan penjualan naik jadi Rp7,50 triliun dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang Rp6,87 triliun dan beban pokok naik jadi Rp5,37 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp4,60 triliun.

Laba bruto turun jadi Rp2,13 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp2,27 triliun. Sementara laba usaha turun jadi Rp955,51 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang Rp1,33 triliun.

Laba sebelum pajak turun menjadi Rp799,06 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp841,48 miliar. Total aset per September 2014 menjadi Rp17,14 triliun dari total aset per Desember 2013 yang Rp14,89 triliun.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

edukasiosk

UNITED TRACTORS ALAMI KENAIKAN PENDAPATAN Rp40,81 TRILIUN.

PT United Tractors Tbk (UNTR) alami pendapatan bersih sebesar Rp40,81 triliun per September 2014 dibandingkan pendapatan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp37,30 triliun.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan beban pokok naik jadi Rp32,17 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp30,51 triliun dan laba bruto naik jadi Rp8,63 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp6,79 triliun.

Laba sebelum pajak penghasilan naik jadi Rp6,49 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp4,54 triliun. Laba bersih naik jadi Rp4,77 triliun dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp3,38 triliun.

Jumlah aset per September 2014 naik jadi Rp62,72 triliun dibandingkan jumlah aset per Desember 2013 mencapai Rp57,36 triliun.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

edukasiosk

Naiknya Harga Batu Bara Bikin Laba PTBA Tumbuh 27%, Capai Rp 1,5 Triliun

Jakarta -PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba bersih Rp 1,58 triliun di triwulan III-2014, laba ini naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,34 triliun. Harga batu bara yang mulai pulih membantu pertumbuhan laba perseroan.

Seperti dikutip dari siaran pers PTBA, Kamis (20/10/2014), pendapatan alias omzet perusahaan pelat merah ini selama sembilan bulan pertama 2014 tercatat sebesar Rp 9,65 triliun, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 8,12 triliun.

Kenaikan harga jual rata-rata batubara produksi perseroan sekitar 19% menjadi Rp 728.079 per ton. Sepanjang Januari-September 2014, produksi batu bara Bukit Asam meningkat 13% menjadi 12,48 juta ton dibandingkan sebelumnya 11,04 juta ton.

Sampai September 2014 perseroan sudah menggunakan belanja modal alias capital expenditur sebesar Rp 797 miliar dari total Rp 1,14 triliun. Sebagian besar belanja modal digunakan untuk kegiatan pengembangan produksi Rp 757 miliar dan investasi rutin Rp 40 miliar.

Sepanjang tahun ini sejumlah kegiatan akuisisi dan ekspansi telah dilakukan BUMN tambang itu. Pada awal Oktober 2014, PTBA telah mengakuisisi 100% saham perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bumi Sawindo Permai seluas 8.346 hektare senilai Rp 861 miliar.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

edukasiosk

The Fed Bakal Naikkan Bunga, Investor Wait and See 6-12 Bulan

Jakarta -Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed yang akan menaikkan suku bunga diperkirakan akan menekan perekonomian Indonesia. Dana investor berpotensi akan banyak ditarik keluar sehingga menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Itu dampaknya ke investor, seberapa jauh dia mau stay di Indonesia dan seberapa besar potensinya di AS. Itu tergantung investor,” kata Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Gatot M Suwondo saat ditemui di Gedung BNI, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Menurut Gatot, saat ini, para investor masih akan menunggu keputusan kenaikan suku bunga di AS. Jika itu terjadi, kemungkinan besar para investor akan ramai-ramai menempatkan dananya di Negeri Paman Sam tersebut.

“Saya setiap setahun dua kali keliling ke luar. Yang saya terima dari pandangan-pandangan investor, terutama pasar modal, dia mau wait and see sampai 6-12 bulan. Mereka masih melihat kondisi-kondisi, masalah-masalah global dan regional,” terang dia.

Artinya, kata Gatot, investor saat ini masih pasang kuda-kuda soal penempatan dana mereka. Jika The Fed ternyata menaikkan suku bunga, maka tidak menutup kemungkinan dana-dana akan banyak keluar.

“Kalau ada opportunity di AS dia bisa lari. Seperti September tahun lalu, begitu ada opportunity Amerika mereka lepas ramai-ramai. Terima kas rupiah datang ke bank minta dolar, jadi nilai tukar kita goyang sedikit,” jelas Gatot.

Dengan situasi tersebut, tambah Gatot, tentunya menjadi tantangan bagi industri perbankan. Oleh karena itu, BNI sepertinya tidak akan memasang target keuangan terlalu tinggi.

“Ke depan karena situasi begini, flat dulu. Minimal sama seperti tahun ini,” ujarnya.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

edukasiosk

%d bloggers like this: