Monthly Archives: September 2014

SAHAM PANS TUMBUH 42,21 KALI SEJAK IPO.

Sejak Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2000, harga saham PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) telah meningkat dari Rp122 per saham pada Mei 2000 menjadi Rp5.150 per saham pada bulan Juni 2014.

Angka tersebut tumbuh 42,21 kali dan menghasilkan rata-rata pertumbuhan (CAGR) harga saham 31% per tahun. “Fundamental bisnis dan keuangan yang baik telah mendukung kenaikan harga saham PANS” kata Presiden Direktur Panin Sekuritas Handrata Sadeli, di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Handrata mengungkapkan, pemegang saham PANS juga masih menikmati dividen tunai yang selalu dibagikan tiap tahunnya. Sebagai informasi, Dividen Payout Ratio untuk tahun buku 2013 mencapai 60%.

Sejak IPO hingga tahun buku 2013, Panin Sekuritas telah mendistribusikan dividen tunai sebesar Rp457,9 miliar atau melampaui modal yang telah disetor oleh pemegang saham pada saat IPO sebesar Rp84 miliar.

“Dengan demikian para pemegang saham telah menikmati keuntungan atas investasinya di saham PANS,” katanya. Sebagai informasi, saat ini Panin Sekuritas memiliki 22 kantor cabang, mengelola lebih dari 6.500 rekening nasabah aktif, baik ritel maupun institusi, dengan nilai aset nasabah mencapai Rp5,5 triliun.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

belajar2

Advertisements

IHSG ditutup turun tak sampai 0,1%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah hari ini, Selasa (30/9). Indeks ditutup dengan penurunan tipis 4,43 poin atau 0,09% ke level 5.137,58.

Jumlah saham yang ditutup dengan penurunan ada 154, berbanding 148 lainnya yang menguat. Sedangkan 86 saham lainnya tak bergerak.

Lima dari sepuluh sektor menikmati kenaikan. Penguatan dipimpin oleh aneka industri yang menanjak 0,42% dan agrikultur 0,38%. Sedangkan sektor yang merosot dipimpin oleh perdagangan yang turun 0,55% dan infrastruktur sebesar 0,24%.

Perdagangan hari ini melibatkan 7,26 miliar saham. Nilai transaksi Rp 6,18 miliar.

Di jajaran LQ45, saham-saham yang tercatat mengalami penurunan terbesar antara lain PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang tergerus sampai 4,7% ke Rp 16.225, PT Express Transindo Utama (TAXI) sebesar 3,97% ke Rp 1.330, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang minus 3,13% ke Rp 6.200 per saham.

Sedangkan saham yang menjadi top gainer antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 2,78% ke Rp 1.110 per saham, PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) 2,7% ke Rp 1.900, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 2,35% ke Rp 5.450 per saham.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

belajar2

BEI tendang 4 saham daftar margin dan shortsell

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan empat saham dari daftar margin dan shortsell. Di saat yang sama, otoritas pasar modal ini juga memasukkan tiga saham baru untuk bisa ditransaksikan secara margin dan posisi short.

Empat saham yang keluar adalah PT Sentul City Tbk (BKSL), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI). Sedangkan, tiga saham anyar yang masuk ke dalam daftar margin dan shortsell adalah PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Nusantara Infrastrtuktur Tbk (META).

Saham-saham baru ini sudah bisa ditransaksikan secara margin dan shortsell mulai Otkober 2014. Dengan demikian, ada 56 saham yang bisa ditransaksikan secara margin. Sedangkan, saham-saham shortsell ada 53 saham.

Berikut beberapa saham yang bisa ditransaksikan secara margin dan shortsell selain tiga saham baru di atas:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
2. PT Ace Hardware Indoensia Tbk (ACES)
3. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
5. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
6. PT Intiland Development Tbk (DILD)
7. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
8. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
9. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
10. PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP)

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

belajar2

Kerugian pemilik jaringan bioskop Blitz membengkak

JAKARTA. Pemilik bioskop Blitz Megaplex, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) belum bisa keluar dari jeratan kerugian. Bahkan, sepanjang Januari-Juni 2014, perseroan mengalami peningkatan rugi bersih hampir tiga kalilipat secara year-on-year (yoy).

Mengutip laporan keuangan perseroan yang telah diaudit, rugi bersih BLTZ di akhir Juni mencapai Rp 28,86 miliar. Sebagai perbandingan, rugi bersih perusahaan pada periode yang sama tahun lalu sekitar Rp 9,85 miliar. Melonjaknya nilai kerugian lantaran kenaikan pendapatan bersih tidak bisa mengompensasi sejumlah beban yang membengkak.

Blitz mampu membukukan pendapatan bersih per Juni 2014 sebesar Rp 153,3 miliar, naik tipis dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp 148,25 miliar. Tetapi, porsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan bersih perseroan melambung dari 37,65% menjadi 47,3%.

Beban pokok pendapatan BLTZ di enam bulan pertama 2014 sebesar Rp 72,52 miliar. Hal itu masih ditambah dengan beban operasional yang naik dari Rp 91,26 miliar menjadi Rp 112,97 miliar. Adapun, beban pinjaman yang harus ditanggung sekitar Rp 1,7 miliar dan rugi akibat selisih kurs sebesar Rp 1,67 miliar.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

belajar2

Surat berbalas, BEI buka suspensi saham BWPT

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kunci suspensi atas saham PT BW Plantation Tbk (BWPT) hari ini.

Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI mengatakan, saham BWPT dibuka di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I hari Selasa (30/9).

Otoritas BEI mengentikan sementara perdagangan saham BWPT, Senin (29/9), lantaran adanya penurunan signifikan secara kumulatif.

Harga saham BWPT anjlok hingga 51,83% atau Rp 495 milai dari perdagangan 16 September 2014 hingga 26 September 2014.

Pada penutupan perdagangan 16 September 2014, saham BWPT ada di level Rp 955 per saham. Namun, pada 26 September 2014, saham BWPT ditutup diharga Rp 460 per saham.

Merosotnya harga saham BWPT tertiup sentimen penetapan harga rights issue yang ada di bawah harga pasar. BEI pun telah menerima penjelasan manajemen BWPT terkait dasar penentuan harga rights issue serta rasio penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu.

Sumber: (http://investasi.kontan.co.id/)

belajar2

%d bloggers like this: