Monthly Archives: August 2014

MDLN akan akusisi 650 Ha lahan baru

JAKARTA. Usai menahan diri di semester satu, kini pengembang properti kembali berekspansi mengembangkan lahan properti. Salah satunya, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) yang berencana mengakusisi lahan (land bank) di semester dua ini.

Cuncun Wijaya, Sekretaris Perusahaan MDLN menyatakan, perseroan akan membeli lahan baru sekitar 650 hektare. “Semester pertama kami masih wait and see dengan kondisi politik. Sementara, saat ini sudah mulai stabil, maka kami akan memperluas lahan baru,” ucapnya kepada KONTAN, Jumat (29/8). Pembelian lahan baru ini, diperkirakan akan berada di sekitar proyek MDLN, yakni di sekitar Jakarta Timur dan Cikande, Banten.

Untuk itu, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 682,5 miliar, atau 70% dari total belanja modal (capital expenditure) tahun ini, Rp 975 miliar. Sumber dana ini berasal dari kas internal perusahaan.

(http://investasi.kontan.co.id/)

banner-FB

Awas Kena Sanksi OJK, Revisi RBB Harus Diserahkan Sebelum Akhir Tahun

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada perbankan untuk menyerahkan Rencana Bisnis Bank (RBB) sebelum semester II-2014 berakhir.

Bank wajib menyusun rencana bisnis setiap tahunnya dan disampaikan kepada OJK paling lambat pada akhir bulan November sebelum tahun rencana bisnis dimulai. Rencana bisnis tersebut dapat direvisi paling lambat akhir semester pertama pada tahun berjalan.

Demikian disampaikan Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Gandjar Mustika saat konferensi pers soal revisi Rencana Bisnis Bank (RBB), di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Dia menuturkan, OJK mengeluarkan aturan setiap bank melakukan revisi RBB, ketentuan ini berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 12 tahun 2010.

RBB merupakan dokumen yang berisi rencana kegiatan usaha Bank jangka pendek (1 tahun) dan jangka menengah (3 tahun) dalam meningkatkan kinerja dam strategi usaha.

Ada pun, tujuan dari RBB ada empat sasaran. Pertama, agar rencana bisnis disusun secara matang, realistis dan berdasarkan prinsip kehati-hatian serta menerapkam managemen risiko.

Kedua, sebagai sarana dalam mengendalikan risiko strategis dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal.Next

(http://finance.detik.com/)

banner-FB

BEI PANTAU PERGERAKAN SAHAM BCAP DAN SMDR.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) karena mengalami peningkatan harga dan aktivitas di luar kebiasaan sebelumnya (Unusual Market Activity/UMA).

Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangannya Jumat menyebutkan bahwa investor diminta memperhatikan jawaban dari perusahaan terkait permintaan konfirmasi dari bursa dan memperhatikan semua rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan pemegang saham.

Saham BCAP saat ini naik 2,9 persen menjadi Rp1.380 dan saham SMDR tak berubah di Rp6.300 meski sempat naik ke Rp6,875. Namun saham BCAP masih di posisi Rp930 pada 26 Agustus dan terus naik hingga hari ini sedangkan saham SMDR pada terus menunjukan tren kenaikan sejak akhir Juli lalu.

(http://www.iqplus.info/)

banner-FB

Alat Made in RI Ini Bikin Layanan Perbankan Bisa Sampai ke Daerah Pelosok

Jakarta -Kondisi geografis di Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi industri perbankan untuk dapat menjangkau seluruh nasabahnya. Jaringan telekomunikasi berbasis terestrial (kabel) tidak dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Oleh karena itu, PT Pasifik Satelit Nusantara menawarkan produk PSN MVSAT yang merupakan solusi untuk mengembangkan bisnis perbankan berbasis satelit di Indonesia.

“Kami memberikan solusi jaringan telekomunikasi berbasis satelit yang andal dan cepat,” kata Marketing Communication Pasifik Satelit Nusantara Verny Dwi Putri kepadadetikFinance saat pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) di JCC, Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Ia menuturkan, teknologi karya anak bangsa ini user friendly alias mudah digunakan karena menggunakan teknologi autopointing pertama di Indonesia.

Teknologi autopointing ini memungkinkan MVSAT akan secara otomatis mencari arah satelit yang sesuai berdasarkan lokasinya saat itu. Fitur yang dimiliki PSN MVSAT memudahkan bagi pengguna yang tidak memiliki dasar pengetahuan teknis satelit sama sekali.

Selain dilengkapi dengan teknologi autopointing, produk made in Indonesia ini dilengkapi dengan Single Push Button Automatic Satellite Acquisition. Artinya, pengguna hanya cukup menekan satu tombol untuk mengoperasikan perangkat ini.

“Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan luas wilayah mencapai 5,8 juta km persegi di mana kurang lebih 75% dari total wilayah tersebut berupa perairan tidak akan lagi menjadi kendala bila menggunakan teknologi ini,” tutur Verny.Next

(http://finance.detik.com/)

banner-FB

BNI KELOLA DANA APBN UNTUK POLRI.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terpilih menjadi bank umum yang mengelola dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digelontorkan negara kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, selama ini kerja sama yang erat antara BNI dengan Polri telah berjalan secara berkesinambungan dan saling menguntungkan.

Kerja sama Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan antara BNI dengan Polri kali ini diharapkan akan menjadi pintu masuk menuju kerja sama yang lebih luas antara Polri dengan BNI, antara lain pembukaan rekening giro yang dapat memudahkan kebutuhan transaksi finansial Polri termasuk pemberian kredit kepada institusi Polri maupun anggota Polri dengan lebih prudent.

“Kami berkeyakinan bahwa dengan kerja sama ini akan meningkatkan sinergi antara BNI dengan Polri,” ujar Gatot di Jakarta, Jumat.

Kerja sama dengan Polri mencakup penyediaan layanan penyaluran gaji bagi anggota dan pegawai negeri sipil (PNS) Polri yang dilengkapi Kartu Tanda Anggota (KTA) Elektronik. Ke depannya kerja sama tersebut akan termasuk mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kerja sama BNI dengan POLRI ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan antara Kapolri Jenderal Sutarman dengan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat.

(http://www.iqplus.info/)

banner-FB

%d bloggers like this: