Monthly Archives: July 2014

IHSG Menipis 9 Poin Jelang Lebaran

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 9 poin menutup perdagangan terakhirnya sebelum Hari Raya Idul Fitri. Aksi ambil untung cukup sarat dilakukan investor domestik.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 11.565 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.560 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,915 poin (0,12%) ke level 5.104,556. Aksi beli selektif masih dilakukan investor.

Tak lama berselang, aksi jual mulai muncul dan membuat indeks terjatuh ke zona merah. Indeks pun selanjutnya bergerak datar sebelum akhirnya meluncur ke titik terendahnya di 5.059,992.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun 18,465 poin (0,36%) ke level 5.080,176. Indeks terpaksa lengser dari level 5.100 gara-gara aksi ambil untung.

Posisi IHSG yang sudah overbought (jenuh beli) langsung jadi kesempatan untuk melepas saham. Indeks memang sudah naik cukup tinggi dalam waktu singkat, awal juli saja masih berada di kisaran 4.900 dan sekarang sudah di atas 5.000.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (25/7/2014), IHSG menipis 9,839 poin (0,19%) ke level 5.088,802. Sementara Indeks LQ45 berkurang 4,402 poin (0,50%) ke level 868,297.Next

untitled

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Kementerian ESDM Bantah Perpanjang Kontrak Freeport

JAKARTA – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak memberikan perpanjangan kontrak kepada PT Freeport Indonesia. Saat ini kontrak Freeport dinyatakan telah habis.

“Tdak ada lagi istilah perpanjangan kontrak,” ujar Direktur Jenderal Minerba R Sukhyar di kantor Kementerian ESDM, Jumat (25/7/2014).

Sukhyar memaparkan Freeport ingin melakukan eksplorasi dalam negeri, harus mengajukan renegosiasi kontrak. Sebelum renegosiasi keluar, Freeport hanya mendapatkan izin usaha pertambangan khusus yang harus disetujui oleh Peraturan Menteri Keuangan.

“Rezim kontrak sudah habis, sekarang rezim usaha pertambangan khusus namanya,” ungkap Sukhyar.

Sebelumnya diketahui, Kementerian ESDM dan Freeport Indonesia kerja sama dalam MoU amandemen kontrak. Isi dari MoU tersebut bahwa Freeport menyetujui renegosiasi kontrak.

“Kalau kontrak berakhir diperpanjang rezimnya izin,” jelas Sukhyar.

Sukhyar memaparkan izin ekspor Freeport dari pemerintah, tapi sampai saat ini belum diberikan. Hingga saat ini kontrak Freeport berjalan sampai tahun 2021.

“Freeport masih berjalan dengan kontrak sampai 2021 menurut peraturan perundangan berlaku,” kata Sukhyar.

Sumber: (TRIBUNNEWS.COM)

belajar2

BAKRIE TELECOM RUGI SEBESAR Rp316,85 MILIAR.

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) merugi sebesar Rp316,85 miliar hingga Juni 2014 meningkat dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang sebesar Rp292,68 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dilansir Jumat, pendapatan usaha semester I 2014 turun menjadi Rp831,84 miliar dari pendapatan usaha setahun sebelumnya yang sebesar Rp1,17 triliun.

Beban usaha semester I 2014 turun menjadi Rp899,97 miliar dari beban usaha setahun sebelumnya yang sebesar Rp1,01 triliun, meski demikian rugi usaha tetap diderita perseroan selama semester I 2014 yaitu sebesar Rp126,95 miliar dibandingkan laba usaha setahun sebelumnya yang sebesar Rp101,47 miliar.

Meski beban lain-lain neto semester I 2014 turun menjadi Rp189,88 miliar, dibandingkan beban lain-lain setahun sebelumnya yang sebesar Rp427,32 miliar. Rugi sebelum pajak semester I 2014 turun menjadi Rp316,83 miliar dari rugi sebelum pajak setahun sebelumnya yang sebesar Rp325,85 miliar.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

belajar2

GUDANG GARAM BUKUKAN LABA Rp2,71 TRILIUN.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga akhir semester l tahun ini berhasil membukukan laba Rp2,71 triliun atau meningkat 23,19% bila dibandingkan dengan raihan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi perolehan laba perseroan di semester l ini berasal dari adanya peningkatan pada pendapatan dan pendapatan lainnya serta adanya laba dari kurs bersih.

Laporan keuangan yang dirilis Jumat, menyatakan pendapatan perseroan sepanjang semester l meningkat 22,64% menjadi Rp32,67 triliun dibanding sebelumnya Rp26,64 triliun, sementara pendapatan lainnya meningkat 53,54% menjadi Rp34,10 miliar dari sebelumnya Rp22,21 miliar. Adapun laba yang diraih dari kurs bersih sebesar Rp117,56 miliar.

Sementara itu, beban pokok penjualan di semester l naik menjadi Rp26,19 triliun dari sebelumnya Rp21,34 triliun, laba bruto naik menjadi Rp6,47 triliun dari sebelumnya Rp5,30 triliun dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp3,65 triliun dari sebelumnya Rp2,98 triliun.

Seiring dengan kinerja perseroan yang baik di semester l, total aset produsen rokok juga ikut tumbuh menjadi Rp53,84 triliun dari aset perseroan di akhir tahun 2013 sebesar Rp50,77 triliun.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

belajar2

%d bloggers like this: