Monthly Archives: June 2014

BUMI RESOURCES MINERALS SIAPKAN CAPEX US$60 JUTA.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$60 juta selama tahun 2014.

Direktur BRMS Fuad Helmy mengatakan, capex yang mencapai sekitar US$60 juta tersebut akan digunakan untuk beberapa kegiatan bisnis BMRS dan memperkuat infrastruktur.

“Dananya itu bisa dari partnership atau dengan refinancing, atau bisa juga dari equity,” kata Fuad usai RUPS di Mandarin Oriental, Jakarta, Senin.

Fuad menjelaskan, sekitar US$10 juta sampai US$20 juta akan digunakan untuk infrastruktur, sebesar US$30 juta sampai US$35 juta akan dialokasikan kepada proyek Gorontalo. Sementaran sekitar US$5 juta sampai US$8 juta dialokasikan kepada proyek Citra Palu.

“Ya itu varietif sih, mungkin 60 juta dolar, dananya dari partnership atau refinancing,” katanya.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

Ini Strategi Lorena Genjot Laba di 2014

Jakarta -Perusahaan transportasi darat PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) mencatatkan kinerja yang melempem sepanjang tahun 2013. Perusahaan tersebut hanya mencetak laba bersih 2013 Rp 3,1 miliar atau merosot 56,33% dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 7,1 miliar.

Salah satu penyebab laba bersih turun akibat banyaknya armada yang umurnya sudah tua.

Investor Relation dan Senior Technical Advisor LRNA Dwi Rianta Soerbakti mengatakan, untuk bisa meningkatkan kinerja di tahun ini, perseroan akan meningkatkan ontime performance (OTP) pada setiap jadwal keberangkatan setiap armadanya.

“Kita akan meningkatkan ontime performance. Kunci utama yang ditunggu adalah OTP,” kata Rianta ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesi (BEI), Jakarta, Senin (30/6/2014).

Selain itu, perseroan juga bakal menambah 50 unit bus baru untuk mendukung banyaknya permintaan jumlah penumpang menjelang lebaran.

“Peremajaan. 50 unit bus pertama di pertengahan Juli akan ikut di angkutan lebaran. Bus baru akan tingkatkan OTP dan daya saing bagi perusahaan untuk kompeten dengan PO lainnya,” ujarnya.

Rianta mengungkapkan, Perseroan juga akan menerapkan kebijakan pembatasan usia kendaraan. Untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jarak jauh, umur bus akan ditingkatkan menjadi 5-7 tahun, sementara jarak menengah 9 tahun, dan jarak pendek 10 tahun.Next

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

Kabar Terbaru Gas Tangguh, SBY: Ada Good News

Jakarta -Pemerintah terus berupaya agar harga ekspor gas dari Tangguh-Papua ke Fujian-Tiongkok dapat direnegosiasi, pasalnya jika terus dibiarkan maka Indonesia akan terus rugi ekspor gas dengan harga murah.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Kementerian ESDM terus berjuang agar Tiongkok mau mengubah isi kontrak harga jual gas tersebut yang saat ini masih dijual dengan harga US$ 3,34/mmbtu (Juta British Thermal Unit), sementara harga pasar gas ekspor Indonesia saat ini mencapai hingga US$ 18/mmbtu.

“Mengenai harga jual gas Tangguh. Untuk mengubah kontrak tidak mudah, oleh karena itu kita masih berjuang dengan Tiongkok,” ujar SBY dalam kabinet terbatas bidang ekonomi, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (30/6/2014).

SBY mengatakan, Indonesia tidak mau rugi dalam masalah penjualan gas tangguh. Dia meminta hasil negosiasi nanti bersifat saling menguntungkan bagi Indonesia maupun Tiongkok.

“Saya masih negosiasi, untuk harga jual gas tangguh harus diperjuangkan. Indonesia tidak mau rugi. Saya dengar ada good news negosiasi sudah mulai tampak, dengan demikian rasanya lebih adil,” ucapnya.

Dalam rapat itu, SBY juga menyinggung masalah pembangunan kabel bawah laut. Dia meminta Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) membuat rancangannya secara matang.

“Kalau instrumen-nya keliru justru akan lebih boros,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri ESDM Jero Wacik optimistis pihak CNNOC (perusahaan Migas Tiongkok) menyetujui permintaan kenaikkan harga jual dalam kontrak penjualan gas, karena perubahan harga sudah pernah dilakukan pada 2006.

“Ini harga awal kan US$ 2,4/mmbtu kemudian sudah dinaikkan jadi US$ 3,34 per mmbtu di 2006, sekarang itu kita renegosiasi, mereka (CNNOC) menyetujui US$7/mmbtu. Saya mau naik lagi jadi US$ 9/mmbtu,” kata Jero beberapa waktu lalu.

Dengan harga gas Fujian naik dari US$ 3,34 per mmbtu menjadi US$ 8 per mmbtu saja, maka negara akan mendapatkan tambahan pemasukan sebesar US$ 1,075 miliar dari ekspor gas.

“Kalau US$ 8 maka bisa mendapatkan tambahan pendapatan US$ 1,075 miliar,” tutupnya.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

Tarif Listrik Naik, Pemerintah Tak Jamin Pemadaman Listrik Berakhir

Jakarta -Pemerintah akan menaikkan tarif listrik untuk 6 golongan listrik mulai dari rumah tangga hingga industri hingga 11,36%, mulai besok Pukul 00.00 WIB . Kenaikan tarif listrik ini apakah akan menjamin tak ada lagi pemadaman listrik?

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengungkapkan, kenaikkan tarif listrik untuk 6 golongan ini berlaku seluruh Indonesia pada 1 Juli 2014 tepat pukul 00.00 WIB. Namun pemerintah tidak menjamin bahwa pemadaman bergilir akan berakhir.

“Tergantung, tergantung lokasinya, kalau di Sumatera Utara yang masih defisit listrik susah juga tidak ada lagi pemadaman, kalau di Jawa sudah lebih baik, kalaupun ada itu mungkin karena gangguan saja,” ujar Jarman dihubungi, Senin (30/6/2014).

Seperti diketahui 6 golongan listrik yang besok tarif listriknya naik mulai dari Industri golongan I-3 non go public Tegangan Mengengah >200 kVa dengan jumlah pelanggan 11.007 pelanggan dengan kenaikkan rata-rata 11,57%, golongan rumah tangga R-1 1.300 Va sebanyak 6,5 juta pelanggan dengan kenaikkan rata-rata 11,36%, R-1 2.200 Va sebanyak 2,17 juta pelanggan naik rata-rata 10,43%, R-2 3.500 Va-5.500 Va sebanyak 777.451 pelanggan naik rata-rata 5,70%.

Golongan pemerintah P-2 di atas 200 kVa sebanyak 1.282 pelanggan naik rata-rata 5,36% dan penerangan jalan umum P-3 sebanyak 161.313 pelanggan naik rata-rata 10,69%.

Jarman mengungkapkan, namun dengan kenaikan tarif listrik ini akan membuat PT PLN mendapatkan darah segar berupa dana pembayaran pelanggannya di depan, tidak lagi mengandalkan subsidi dari pemerintah yang subsidinya baru terbayar 3-4 bulan berikutnya.

“Kalau dana tunai PLN makin banyak dari pelanggan, PLN terhindar dari kolaps, jadi lebih sehat neraca keuangannya, sehingga bisa membangkitkan pembangkit listrik lebih banyak, sehingga kelistrikan tiap daerah makin kuat jadi pemadaman listrik makin berkurang,” ungkapnya.

Saat ini total kapasitas listrik nasional mencapai 50.655 megawatt (MW), di mana 71% pembangkit dikelola PT PLN, pembangkit Independent Power Producers (IPP) 20% dan pembangkit swasta mandiri 9%.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

Bergerak Lesu, IHSG Mampu Naik 11 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu di tengah perdagangan yang sepi. Aksi beli selektif menahan indeks berjalan di teritori positif.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,070 poin (0,04%) ke level 4.847,204. Indeks bergerak datar di perdagangan perdana bulan ramadan. Sentimen positif menguatnya Wall Street pekan lalu memberi sedikit dorongan.

Aksi beli selektif bawa IHSG bergerak di zona hijau tanpa menyentuh zona merah sama sekali. Posisi intraday tertinggi IHSG hari ini ada di level 4.862,909.

Pada penutupan perdagangan sesi ISenin (30/06/2014), IHSG dibuka bertambah 5,076 poin (0,10%) ke level 4.850,210. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 1,324 pin (0,16%) ke level 817,402.

Beberapa saham ada yang jadi sasaran jual, seperti di sektor agrikultur, tambang, konsumer, dan perdagangan. Saham-saham bank berkapitalisasi besar memimpin penguatan.

Perdagangan siang hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 87.103 kali dengan volume 2,251 miliar lembar saham senilai Rp 2,102 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 110 turun, dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa regional hingga siang hari ini masih bergerak mixed cenderung menguat. Meredanya ketegangan di Irak membuat pelaku pasar di Asia sedikit lega dan berani berburu saham.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 44,84 poin (0,30%) ke level 15.139,84.
  • Indeks Hang Seng naik 55,03 poin (0,24%) ke level 23.276,55.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 13,66 poin (0,67%) ke level 2.050,07.
  • Indeks Straits Times berkurang 11,17 poin (0,34%) ke level 3.259,88.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Siantar Top (STTP) naik Rp 280 ke Rp 3.000, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 10.250, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 125 ke Rp 8.025, dan Sumi Indo (IKBI) naik Rp 105 ke Rp 960.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 28.150, Enseval Putra (EPMT) turun Rp 350 ke Rp 3.400, Siloam (SILO) turun Rp 325 ke Rp 14.475, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 225 ke Rp 52.725.

Sumber: (http://finance.detik.com/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

%d bloggers like this: