Monthly Archives: June 2014

IHSG Ditutup Menguat 0,65% ke 4.876,86

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir di zona hijau. IHSG menguat 31,73 poin atau 0,65% ke level 4.876,86.

IHSG pagi tadi dibuka langsung balik arah ke zona hijau (rebound) didukung positifnya Wall Street pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. IHSG naik 6,33 poin atau 0,13% ke level 4.851,47 dan pada akhir sesi I menguat ke level 4.856,69.

Sementara IHSG pada akhir pekan lalu ditutup melemah 27,29 poin atau 0,56% ke level 4.845,13. Pelemahan tersebut seiring dengan terkoreksinya mayoritas bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia mayoritas ditutup variatif.

Indeks Nikkei naik 67,10 poin atau 0,44% ke 15.162,10, indeks Straits Times minus 14,90 poin atau 0,46% ke 3.256,15, indeks Hang Seng melamh 30,80 poin atau 0,13% ke level 23.190,72 dan Shanghai naik 11,92 poin atau 0,59% menjadi 2.048,33.

Sektor saham hari ini mayoritas menghijau. Sektor dengan penguatan terbesar adalah infrastruktur melonjak 1,40%, sedangkan yang melemah terdalam adalah  perkebunan anjlok 0,96%.

Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp50 menjadi Rp2.7685, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp100 menjadi Rp10.725 dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) naik Rp75 menjadi Rp245.

Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp525 menjadi Rp28.175, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp225 menjadi Rp29.400, dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp25 menjadi Rp11.350.

Sumber: (http://ekbis.sindonews.com/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

Advertisements

Akhir Tahun, Siantar Top Siap Masuk Pasar Kopi

PT Siantar Top Tbk akhir tahun ini mulai mengoperasikan pabrik kopi bubuk baru. Untuk investasi baru ini produsen makanan ringan menyiapkan anggaran Rp 300 miliar yang dialokasikan dari Capex 2014 sebesar Rp 500 miliar.

Direktur Siantar Top, Armin mengatakan, saat awal beroperasi pabrik yang berlokasi di satu kawasan pabriknya di Sidoarjo, Jawa Timur, ini memiliki kapasitas produksi 20.000 ton per tahun.

Kapasitas tersebut, kata dia, cukup untuk meramaikan pasar kopi di Indonesia, sekalipun ekspansi ini terbilang terlambat bila dibandingkan dengan pemain-pemain utama.

“Potensi pasar memberi keyakinan perseroan bahwa kami mampu bersaing,” kata Armin usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Surabaya, Jumat (27/6).

Selain potensi besar, Amin juga menilai pasar kopi di Indonesia cukup unik karena dengan berbagai varian produk yang ada ternyata cukup laris-manis di pasar, seperti kopi bubuk hitam, kopi putih, kopi susu, dan lainnya sebagainya.

Kemasan yang ditawarkan produsen di pasar kopi juga beragam. Tetapi, dia menegaskan, tahap awal pihaknya akan lebih dulu fokus pada jenis ground coffee atau kopi bubuk orisinal jenis Robusta.

“Kedepan, apakah kita juga akan masuk ke jenis lain tentunya dengan melihat perkembangan pasar,” tandasnya.

Dijelaskan, untuk merealisasikan ekspansi baru di bisnis kopi ini, perseroan telah menyiapkan dana investasi sebesar Rp 300 miliar.
Dana itu bersumber dari anggaran belanja modal (capital expenditure) perseroan tahun 2014 sebesar Rp 500 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp 200 miliar akan digunakan untuk ekspansi di bisnis biskuit yang pasarnya juga lumayan bagus dengan menambah mesin baru untuk memproduksi biskuit.

Selama 2013 lalu, dari total penjualan penjualan yang dibukukan, penjualan biskuit menyumbang Rp 463 miliar, disusul produk crackers alias kerupuk sebesar Rp 509 miliar dan mie Rp 384 miliar.

Sumber: (http://www.beritasatu.com/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

KEMBANGKAN USAHA, INDOPOLY INVESTASI LEBIH DARI US$20 JUTA.

PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk berencana menanam investasi senilai lebih dari US$20 juta untuk pengembangan perusahaan dan peningkatan kapasitas produksi pabrik di Indonesia dan Tiongkok.

“Investasi ditargetkan selesai semester I 2015, dan hingga saat ini sudah terserap 20 juta dolar AS. Sehingga kalau keseluruhan bisa lebih dari nilai tersebut,” kata Presiden Direktur PT Indopoly Henry Halim dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan ada tiga rencana investasi yang dilakukan perusahaan, pertama pembelian mesin metalizing ketiga yang akan ditempatkan di Purwakarta, Indonesia. Kedua rencana investasi terkait mesin extrusion coating kedua untuk Thermal Lamination Films di Suzhou, Tiongkok.

“Ketiga rencana dalam “intensive upgrading” pada salah satu mesin di Purwakarta, Indonesia,” ujarnya.

Direktur Indopoly Pe Maria Indra mengatakan, pengeluaran yang telah mencapai US$20 juta tersebut berasal dari equity sebesar 30 persen dan perbankan sebesar 70 persen. Ia memperkirakan dana dari pihak perbankan sebesar US$14 juta.

Maria mengatakan target perseroan di 2014 cenderung “flat” karena ekspansi perusahaan baru mulai berjalan pada semester II 2015.

“Keuntungan pada 2014 diperkirakan sama dengan 2013 karena kami belum ada ekspansi dan 2015 akan tumbuh,” ujarnya.

Selain itu, Maria mengatakan, perusahaan juga mengembangkan tiga produk baru seperti chemical coated transparant BOPET film yang merupakan high bonding film yang dipakai untuk aplikasi “heavy duty” dan bahan yang agresif.

Kedua, ultra high barrier biaxially oriented polyster (BOPET) film, yaitu film dengan tingkat resistensi yang tinggi terhadap udara dan kelembaban sehingga dapat meningkatkan “shelf life” makanan.

“Film ini dapat juga digunakan sebagai pengganti aluminium foil,” katanya.

Ketiga, high-bonding metalized BOPET film yaitu film metallize yang dipakai untuk aplikasi heavy duty item dan bahan yang agresif.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

BLITZ SIAPKAN Rp196 MILIAR UNTUK BANGUN 7 BIOSKOP.

Pengelola bioskop Blitzmegaplex, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana membangun 7 gedung bioskop baru. Pasalnya, untuk membangun biosko tersebut, perseroan harus menyiakan dana sebesar Rp 196 miliar.

Komisaris BLTZ, Brata Perdana menuturkan, untuk tahun ini saja manajemen akan menambah 3 bioskop. Dua bioskop yang akan beroperasi di 2014 berada di Bandung dan Yogyakarta. Bioskop di Bandung Selatan akan beroperasi di akhir Agustus, Bandung Utara direncanakan beroperasi di bulan Desember 2014.

“Memang kami berencana membuka 7 lokasi baru. Yang sudah pasti saja tahun ini, kami akn buka di Bandung dua, dan 1 di Yogyakarta,” kata Komisaris Utama Perseroan, Brata Perdana, Senin.

Brata menjelaskan, bahwa di satu bioskop tersebut terdiri dari 7 layar dengan nilai investasi per layar sebesar Rp 3-4 miliar. Dengan asumsi ini, maka perseroan diperkirakan akan mengeluarkan dana sebesar Rp 196 miliar untuk pembangunan 7 bioskop baru.

Sebagai informasi, perseroan akan berekspansi ke kota di luar Jakarta. Hal ini disebabkan pasar di Jakarta sudah begitu banyak. Namun, perseroan berencana akan meningkatkan pelayanan dan teknologi di bioskopnya di Grand Indonesia.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

SKYBEE JUAL 70% SAHAM DI ANAK USAHANYA.

PT Skybee Tbk (SKYB) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 27 Juni 2014, demikian kata Meiliana Widjaja, Sekretaris Perusahaan dalam keterangannya Senin.

Penandatanganan itu dilakukan dengan PT Galindra Lestari sehubungan dengan perseroan yang menjual 70 persen saham-saham PT Intouch Innovate Indonesia yang merupakan anak usaha perseroan.

Namun Meiliana tak menyebutkan nilai transaksi penjualan tersebut, dan hanya menyebutkan tujuan dari transaksi ini adalah untuk memperkuat kinerja keuangan konsolidasi perseroan.

Sumber: (http://www.iqplus.info/)

Seminar “Berinvestasi dan Beramal”, Klik Gambar Untuk Info Lanjut.

adwords_invSyariah_728X90

%d bloggers like this: