Menengok Pasar di Perbatasan RI-Timor Leste

Atambua -Pemerintah Indonesia dan Timor Leste membuka kerjasama perdagangan khusus di wilayah perbatasan. Pada 9 titik yang telah ditetapkan disediakan sebuah pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat perbatasan kedua negara.

Salah satunya adalah di Wini Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang berbatasan dengan wilayah Waikusi (Timor Leste). Selama satu hari dalam seminggu, kedua wilayah menggelar pasar di masing-masing tempat.

“Jadi kalau misalnya Wini itu pasarnya hari Senin, Waikusi itu hari Kamis pasarnya. Tapi tetap cuma sekali seminggu,” ungkap Kabid Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Bali NTB dan NTT Iwan Riswanto di Atambua, NTT, Kamis (21/5/2014)

Pasar ini disebut sebagai jalur hijau karena dibebaskan dari pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Meskipun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh warga negara dalam bertransaksi.

Pertama, adalah barang pribadi penumpang yang bukan kategori barang dagangan dengan nilai pabean tidak melebihi Free on Board (FOB) US$ 250 per orang atau FOB US$ 1000 per keluarga.

Kedua, barang pribadi penumpang dewasa yang merupakan barang kena cukai ; paling banyak 200 batang rokok, 25 batang cerutu atau 100 gram tembakau iris dan 1 liter minuman beralkohol.

Ketiga, barang awak sarana pengangkut dan pelintas batas yang bukan kategori barang dagangan dengan nilai pabean tidak melebihi FOB US$ 50.

“Nanti itu akan di cek ketika memasuki batas wilayah, uang yang dibawa itu berapa. Kalau lebih dari batas itu nggak boleh,” tukasnya.

Selama ini kecenderungan barang yang diperdagangkan adalah kebutuhan pokok. Iwan menilai warga negara Timor Leste yang lebih banyak belanja ke Indonesia, terutama untuk bahan pangan.

“Kegiatan perdagangan itu hasil pertanian yang menjadi kebutuhan pokok, teh, beras, kopi, daging sapi. Kemudian juga ada semen. Mereka yang cenderung belanja ke sini,” imbuhnya.

(http://finance.detik.com/)

Reksadana Online

Advertisements

Posted on May 22, 2014, in Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: