Harga nikel menguat pada perdagangan hari ketujuh, reli terpanjang sejak Oktober 2010, seiring munculnya kekhawatiran dampak kebijakan ekspor biji mentah mineral yang dikeluarkan Indonesia yang bakal mengganggu suplai global.

Kontrak pengiriman nikel periode 3 bulanan naik 0,7 persen menjadi US$16.531 per metrik ton di papan perdagangan London Metal Exchange, dan sempat berada di level US$16.500 pada pukul 10.23 pagi di Tokyo. Demikian berdasarkan berita yang dilansir Bloomberg, Selasa.

Harga nikel telah menguat 19 persen tahun ini, dan merupakan performa terbaik di antara 6 komoditas logam lain yang diperdagangkan di LME.

Produsen pengolahan metal terbesar dunia, OAO GMK, menyatakan pasar global bakal menghadapi defisit bahan logam pada awal kuartal 3.

Sedangkan harga tembaga turun 0,1 persen menjadi US$6.668,5 per ton. Penguatan juga terjadi pada logam alumunium, sementara besi dan timah bergerak tipis.

(http://www.iqplus.info/)

Anda Punya Pertanyaan seputar saham Incaran? Gampang, Tanyakan saja kepada tim Riset Phillip Securities Indonesia, Cukup mention Twitter @PmmcResearch.

Mau mengetahui rekomendasi saham hari ini berdasarkan Analisa tim Riset kami juga?

Join our webinar,  Phillip Morning Market Call, silahkan masuk Link dibawah dan isi dengan webinar ID sesuai bulan yang ingin anda ikuti.

www.joinwebinar.com

Apr 2014. Webinar ID: 149-321-795

May 2014. Webinar ID: 142-145-651

Jun 2014. Webinar ID: 155-290-131