Monthly Archives: March 2014

Jual Saham Anak Usaha. PT PP Bisa Raup Rp 1,5 Triliun

Jakarta -Anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT PP Properti siap melantai di bursa. PT PP Properti akan melepas 30% kepemilikan sahamnya ke publik.

Direktur Keuangan PT PP Tumiyana mengatakan, perseroan bisa meraup dana hingga Rp 1,5 triliun dari aksi korporasi tersebut. Anak usahanya ini diperkirakan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal 2015 mendatang.

“Nanti di bulan Januari atau Februari di 2015,” katanya selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PTPP di kantor PTPP, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Ditargetkan aksi korporasi PTPP tersebut bisa dilakukan pada awal tahun depan. Jumlah saham yang akan dijual adalah 30% dari total saham perusahaan.

“Kita harapkan 1,5 triliun dengan melepas saham sekitar 30%,” tambahnya.

Selain itu, perseroan pun akan melakukan aksi korporasi lain, di antaranya akuisisi perusahana alat berat PT Prima Jasa Aldodua, pendirian pabrik precast, pengembangan organisasi operasi wilayah timur Indonesia Timur, penerbitan obligasi berkelanjutan tahap I dan II dan pengembangan SDM.

“Dalam waktu dekat, akan diadakan groundbreaking ceremony Grand Kamala Lagoon seluas 24 hektar, di Bekasi,” katanya.

(http://finance.detik.com/)

Siapkan Diri… Kemajuan dalam kehidupan berinvestasi akan hadir dalam hidup Anda!!! Bersama “PHILLIP REKSADANAKU”. 

Apa itu Phillip Reksadanaku?

Phillip Reksadanaku adalah produk yang mem-berikan Anda kemudahan dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui POEMS.

http://www.poems.co.id/PoemsInfo/PhillipReksadanaku.html

Mau Tau lebih lanjut tentang Phillip Reksadanaku?

Hubungi call center kami dan social media Kami.

Customer Care: (62-21) 57 900 900

Twitter: @Phillip_Sec_ind

Twitter Tim Riset: @PmmcResearch 

Fans Page Facebook: Phillip Securities Indonesia

Emailcustomercare@phillip.co.id

Advertisements

Saham IPO Induk ANTV Dihargai Rp 1.380, Bidik Rp 541 Miliar

Jakarta -PT Intermedia Capital Tbk (IMC) induk usaha ANTV, telah memperoleh pernyataan efektif untuk pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham aliasinitial public offering (IPO) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Harga saham perdana perseroan sebesar Rp 1.380 per lembar.

Salah satu perusahaan Grup Bakrie itu akan melantai di bursa dengan kode saham MDIA. Pernyataan efektif ini akan dilanjutkan dengan menggelar masa penawaran umum yang dijadwalkan selama tiga hari yakni tanggal 2 sampai 4 April 2014.

“Proses bookbuilding berlangsung lancar dengan hasil yang sangat positif. Kami targetkan, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada tanggal 11 April 2014,” kata Presiden Direktur IMC Erick Thohir, dalam siaran pers, Jumat (28/3/2014).

Dalam proses IPO ini, IMC menunjuk PT Ciptadana Securities, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Kresna Graha Sekurindo. Erick menyatakan, respons pasar sangat positif terhadap IPO ini karena apresiasi dan kepercayaan investor yang tinggi terhadap kinerja bisnis IMC beberapa tahun terakhir. Selain itu, kata Erick, masa depan pertumbuhan industri media Indonesia masih sangat menjanjikan.

“Penggunaan dana hasil IPO yang diajukan manajemen diyakini akan meningkatkan nilai IMC bagi pemegang saham, serta manfaatnya kepada masyarakat,” kata Erick.

Dalam IPO ini, total dana yang akan diperoleh IMC akan dapat mencapai Rp 541,173 miliar. Dananya akan digunakan untuk pengembangan dan belanja modal perseroan seperti pembangunan fasilitas studio yang terintegrasi, pembayaran sebagian utang kepada VIVA dan memperkuat modal kerja.

Saat ini IMC memiliki 99,99% saham ANTV dan sudah mentransformasi ANTV menjadi stasiun TV yang fokus pada program hiburan gaya hidup dan anak-anak pada 2009.

Selama tiga tahun terakhir pendapatan IMC tumbuh dari Rp 440,2 miliar (2010), Rp 486,3 miliar (2011) ke Rp 610,8 miliar (2012).

(http://finance.detik.com/)

Siapkan Diri… Kemajuan dalam kehidupan berinvestasi akan hadir dalam hidup Anda!!! Bersama “PHILLIP REKSADANAKU”. 

Apa itu Phillip Reksadanaku?

Phillip Reksadanaku adalah produk yang mem-berikan Anda kemudahan dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui POEMS.

http://www.poems.co.id/PoemsInfo/PhillipReksadanaku.html

Mau Tau lebih lanjut tentang Phillip Reksadanaku?

Hubungi call center kami dan social media Kami.

Customer Care: (62-21) 57 900 900

Twitter: @Phillip_Sec_ind

Twitter Tim Riset: @PmmcResearch 

Fans Page Facebook: Phillip Securities Indonesia

Emailcustomercare@phillip.co.id

Ini Alasan Freeport Tak Setor Dividen ke Pemerintah RI

Jakarta -PT Freeport Indonesia mengaku tak bisa bayar dividen tahun buku 2013 kepada pemegang sahamnya, termasuk pemerintah Indonesia yang mempunyai 9,36% saham perusahaan tambang di Papua ini.

Freeport mengatakan, di 2013 lalu memang tidak ada pembayaran dividen dari Freeport kepada semua pemegang saham, karena beberapa faktor. 

“Antara lain volume penjualan tembaga dan emas yang lebih rendah karena kadar bijih yang rendah, gangguan operasi tambang, penurunan harga komoditas global, dan penggunaan arus kas untuk investasi sekitar US$ 1 miliar guna mendukung pengembangan tambang bawah tanah yang pada tahun 2017 dan selanjutnya akan menjadi tumpuan kegiatan penambangan Freeport,” demikian pernyataan Freeport yang disampaikan oleh Vice President, Corporate Communications Daisy Primayanti, Jumat (28/3/2014).

Proyek tambang bawah tanah Freeport di Papua akan memakan biaya investasi US$ 15 miliar atau sekitar Rp 150 triliun selama sisa umur tambang. Selain itu arus kas juga digunakan untuk menjaga keberlanjutan tingkat poduksi saat ini.

Meskipun tidak ada dividen yang dibayarkan selama 2013, Freeport telah melakukan pembayaran kepada pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak dan royalti US$ 500 juta atau setara Rp 5,6 trilliun (dengan nilai tukar sekarang). Lalu dengan dimulainya kembali ekspor, Freeport berharap operasinya akan menghasilkan pendapatan yang signifikan kepada pemerintah dalam bentuk pajak, royalti, dan pembayaran dividen.

Jumlah manfaat yang diterima oleh pemerintah Indonesia dari tahun 1992 sampai tahun 2013, sesuai dengan Kontrak Karya tahun 1991, telah mencapai US$ 15,2 miliar, yang terdiri dari Pajak Penghasilan Badan US$ 9,4 miliar (sekitar 60% dari total kontribusi Freeport kepada pemerintah), Pajak Penghasilan Karyawan, regional, dan pajak pajak lainnya US$ 3,0 miliar, royalti US$ 1,5 miliar, dan dividen US$ 1,3 miliar.

Pada kesempatan itu, Freeport mengatakan, pembayaran dividen ditentukan oleh dewan direksi dan disetujui oleh dewan komisaris serta pemegang saham yang juga pemerintah Indonesia, diwakili Kementerian BUMN.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dirinya pusing karena Freeport sepertinya tidak akan membayar dividen Rp 1,5 triliun di tahun ini. Kondisi tersebut membuat Dahlan sulit mengejar target setoran dividen Rp 40 triliun ke negara. 

“Freeport nggak bisa bayar. Itu Rp 1,5 triliun sendiri. Tahun kemarin (2013) nggak bayar. Itu harus dicari dari mana,” kata Dahlan.

Dahlan mengatakan, tahun sebelumnya Freeport juga tidak menyetorkan dividen kepada pemerintah.

(http://finance.detik.com/)

Siapkan Diri… Kemajuan dalam kehidupan berinvestasi akan hadir dalam hidup Anda!!! Bersama “PHILLIP REKSADANAKU”. 

Apa itu Phillip Reksadanaku?

Phillip Reksadanaku adalah produk yang mem-berikan Anda kemudahan dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui POEMS.

http://www.poems.co.id/PoemsInfo/PhillipReksadanaku.html

Mau Tau lebih lanjut tentang Phillip Reksadanaku?

Hubungi call center kami dan social media Kami.

Customer Care: (62-21) 57 900 900

Twitter: @Phillip_Sec_ind

Twitter Tim Riset: @PmmcResearch 

Fans Page Facebook: Phillip Securities Indonesia

Emailcustomercare@phillip.co.id

BISNIS PROPERTI CERAH, PENDAPATAN CTRP MENINGKAT JADI Rp1,45 T.

Bisnis properti yang sangat cerah sepanjang tahun lalu membuat pendapatan usaha PT Ciputra Property Tbk (CTRP) meningkat menjadi Rp1,45 triliun dibanding dengan pendapatan usaha tahun 2012 sebesar Rp826,47 miliar.

Cerahnya bisnis properti ini juga membuat CTRP meraup keuntungan sebesar Rp421,59 miliar per Desember 2013 atau naik dari tahun sebelumnya Rp300,02 miliar di 2012.

Meski beban langsung dan beban pokok penjualan juga ikut mengalami peningkatan dari Rp302,66 miliar di 2012 menjadi Rp676,86 miliar di 2013, namun perseroan masih mampu mencatat kenaikan laba bruto dari Rp523,82 miliar di 2012 menjadi Rp770,88 miliar.

Disamping itu, melonjaknya perolehan laba dari selisih kurs bersih sebesar Rp33,31 miliar di 2013 juga ikut mendongkrak laba usaha menjadi Rp554,88 miliar di 2013 dari Rp338,72 miliar di 2012.

Sementara total aset emiten yang tergabung dalam group Ciputra ini juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp7,65 triliun di tahun 2013 dari total aset per Desember 2012 yang mencapai Rp5,93 triliun. Adapun liabilitas perseroan per Desember 2013 tercatat mencapai Rp3,08 triliun.

(http://www.iqplus.info/)

Siapkan Diri… Kemajuan dalam kehidupan berinvestasi akan hadir dalam hidup Anda!!! Bersama “PHILLIP REKSADANAKU”. 

Apa itu Phillip Reksadanaku?

Phillip Reksadanaku adalah produk yang mem-berikan Anda kemudahan dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui POEMS.

http://www.poems.co.id/PoemsInfo/PhillipReksadanaku.html

Mau Tau lebih lanjut tentang Phillip Reksadanaku?

Hubungi call center kami dan social media Kami.

Customer Care: (62-21) 57 900 900

Twitter: @Phillip_Sec_ind

Twitter Tim Riset: @PmmcResearch 

Fans Page Facebook: Phillip Securities Indonesia

Emailcustomercare@phillip.co.id

Saratoga akan Periapkan Medco Power IPO

Jakarta – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan segera bawa PT Medco Power Indonesia untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO).

Chief Financial Officer Saratoga Investama Sedaya, Jerry Ngo mengatakan, perseroan akan melakukan penjualan kepemilikannya di beberapa perusahaan. Saat ini masih dalam persiapan guna meningkatkan kinerjanya. Rencananya IPO akan terlaksana dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

Menurut Jerry, perusahaan yang akan IPO terutama dari sektor bisnis sumber daya mineral, gas dan minyak bumi serta sektor bisnis infrastruktur, seperti bisnis pembangkit tenaga listrik (power plant).

“Bisnis power plant merupakan bisnis yang prospektif untuk dikembangkan ke depannya mengingat hingga kini masih 70 persen populasi Indonesia yang memiliki akses ke listrik,” kata Jerry dalam keterangan tertulis perseroan, Jumat (28/3/2014).

Tercatat perusahaan investasi Saratoga yang bergerak di bisnis power plant yaitu PT Medco Power Indonesia. Perseroan memiliki 51% saham di perusahaan penyedia listrik di dalam negeri ini.

Medco Power telah membangun pembangkit listrik seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran I dan II dengan kapasitas total mencapai 110 MW, serta pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkkit listrik tenaga mini hydro (PLTMH) lain di beberapa wilayah lainnya.

Jerry menambahkan, Medco Power juga merupakan pemegang saham mayoritas di konsorsium Sarulla Operation Limited, telah menyelesaikan dan menandatangani amandemen untuk Energy Sales Contract (ESC) dan Join Operating Contract (JOC).

“Proyek Sarulla adalah proyek pembangkit listrik geotermal dengan kontrak tunggal terbesar dengan kapasitas mencapai 330MW. Perusahaan menargetkan untuk mengkapitalisasi potensi sumber daya geotermal di Indonesia yang sangat besar,” tutur Jerry.

(http://pasarmodal.inilah.com/)

Siapkan Diri… Kemajuan dalam kehidupan berinvestasi akan hadir dalam hidup Anda!!! Bersama “PHILLIP REKSADANAKU”. 

Apa itu Phillip Reksadanaku?

Phillip Reksadanaku adalah produk yang mem-berikan Anda kemudahan dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui POEMS.

http://www.poems.co.id/PoemsInfo/PhillipReksadanaku.html

Mau Tau lebih lanjut tentang Phillip Reksadanaku?

Hubungi call center kami dan social media Kami.

Customer Care: (62-21) 57 900 900

Twitter: @Phillip_Sec_ind

Twitter Tim Riset: @PmmcResearch 

Fans Page Facebook: Phillip Securities Indonesia

Emailcustomercare@phillip.co.id

%d bloggers like this: