PT Chitose International Manufacturing hari ini telah melakukan mini expose di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dilakukan sehubungan dengan rencananya untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menuturkan, ada salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur asal kota kembang (Bandung) ini melakukan mini expose dalam rangka melangsungkan IPO pada tahun ini. Sehubungan ekuitas Chitose saat ini dibawah Rp 500 miliar, maka diperkirakan jumlah saham yang akan dilepas oleh Chitose ke pemegang saham publik akan sebesar 20 persen.

“Dalam melakukan IPO, Chitose memakai buku akhir Desember 2013, dan diperkirakan Chitose siap listing di Bursa pada bulan Juni 2014. sedangkan, penjamin emisi (underwriter) dalam IPO Chitose ini adalah PT Sinar Mas Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas,” kata Hoesen, saat ditemui wartawan, usai acara mini expose Chitose, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Chitose, Dedie suherlan menjelaskan, bahwa dana hasil IPO yang diperkirakan kurang dari Rp 200 miliar nanti akan dipergunakan untuk ekspansi bisnis. Selain itu, dengan telah menjadi perusahaan publik nanti, Chitose bisa menerapkan praktik tata kelola yang baik atau lebih dikenal dengan Good Corporate Governance (GCG).

“selain untuk ekspansi, dengan Go Public nanti, kami brand Chitose menjadi kuat dan bisa menerapkan GCG,” kata Dedie.

Menurutnya, sekitar 55 persen dana dari hasil IPO itu akan dipergunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan sendiri maupun menjalin kerjasama dengan pihak lain. sedangkan sekitar 15 persen dari dana hasil IPO nanti juga akan dipakai untuk rehabilitasi mesin-mesin guna menunjang bisnis Chitose.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, mayoritas penjualan produk-produk milik Chitose saat ini di dalam negeri (domestik) mencapai 90 persen, sedangkan sisanya 10 persen di ekspor ke beberapa negara lain. “kami ekspor ke beberapa negara Asia seperti Timur Tengah (Tim Teng), dan adajuga yang kami ekspor ke Afrika,” imbuh Dedie.

Dedie menambahkan, pihaknya berencana meningkatkan kapasitas produksi dan membangun pabrik. Sementara, produksi seperti meja dan rangjang rumah sakit (RS) Perseroan saat ini telah mencapai 1,3 juta pieces (pcs) dengan tingkat utilisasi hampir sebesar 90 persen.

“Utilisasi pabrik kami itu hampir mencapai 90 persen, oleh karena itu kami berencana membangun pabrik,” ungkapnya.

Sebagai catatan saja, PT Chitose Indonesia Manufacturing adalah sebuah perusahaan yang berbasis Business Line Manufacturing dan Product Lines steel chair furnitures yang memproduksi lebih dari dua juta kursi pada setiap tahunya untuk pasar domestik dan internasional. Salah satu produk terlarisnya adalah kursi lipat YAMATO yang berkontruksi pipa dan plat.

(http://www.iqplus.info/)

Siapkan Diri… Kemajuan dalam kehidupan berinvestasi akan hadir dalam hidup Anda!!! Bersama “PHILLIP REKSADANAKU”. 

Apa itu Phillip Reksadanaku?

Phillip Reksadanaku adalah produk yang mem-berikan Anda kemudahan dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui POEMS.

http://www.poems.co.id/PoemsInfo/PhillipReksadanaku.html

Mau Tau lebih lanjut tentang Phillip Reksadanaku?

Hubungi call center kami dan social media Kami.

Customer Care: (62-21) 57 900 900

Twitter: @Phillip_Sec_ind

Twitter Tim Riset: @PmmcResearch 

Fans Page Facebook: Phillip Securities Indonesia

Emailcustomercare@phillip.co.id