Monthly Archives: February 2014

TOMY WINATA BANTAH BELI SAHAM ARUTMIN

Pengusaha Tomy Winata membantah telah membeli saham PT Arutmin dari PT Bumi Resources Tbk atau pihak lainnya sebagaimana dikatakan pengusaha asal Inggris, Nathaniel Rothschild.

“Nathaniel Rothschild seharusnya menyampaikan bukti untuk mendukung pernyataannya bahwa saya membeli saham PT. Arutmin,” kata Tomy Winata melalui siaran pers di Jakarta, Jumat.

Bos Artha Graha Network itu mengatakan dia sama sekali tidak tahu dan mengerti tentang pertambangan yang dilakukan PT Arutmin. Apalagi, Nathaniel Rothschild menyebutkan bahwa perusahaan tersebut melakukan pertambangan dengan cara ilegal.

Tomy merasa pernyataan Nathaniel Rothschild yang tidak benar itu telah mencemarkan nama baiknya sebagai pengusaha dan merusak reputasi Artha Graha Network dan Artha Graha Peduli yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan lingkungan hidup.

“Hal itu akan menyulitkan posisi saya dan Artha Graha dalam berhubungan dengan pihak-pihak yang sedang maupun akan bekerjasama dengan kami. Khususnya, investor asing yang akan dan sudah berinvestasi di Indonesia,” kata Tomy.

Tomy mengatakan dia selalu berusaha untuk menjalankan usaha secara transparan dan menjunjung nilai-nilai kejujuran.

“Karena itu saya tidak akan membuat kesepakatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tuturnya.

Tomy mengatakan bahwa dia telah mengirimkan surat elektronik secara langsung kepada Nathaniel Rothschild untuk menanyakan dan mengklarifiikasi.

(http://www.iqplus.info/)

Sekolah_TA_1320x198

Kelas Intermediate dimulai pada tanggal 22 Maret 2014. Bagi Anda yang ingin melihat modul dan biaya untuk mengikuti kelas Intermediate silahkan klik link : http://www.poems.co.id/PoemsInfo/SchoolOfTechnicalAnalysis.html

Untuk Pendaftaran dapat melalui :

“Be Smart Trader With Phillip Securities Indonesia”

Advertisements

Begini kondisi keuangan IMC, induk usaha ANTV

JAKARTA. PT Intermedia Capital (IMC) akan melakukan penawaran saham perdana hari ini hingga 7 Maret 2014. Harga akan ditentukan pada public expose siang nanti.

Sebagai informasi awal, berikut ulasan singkat kondisi keuangan induk usaha stasiun televisi ANTV ini. Adapun, rujukan yang digunakan adalah laporan keuangan IMC per akhir September 2013 yang merupakan dasar valuasi IPO.

Laba IMC per akhir September 2013 mengalami penurunan sekitar 8% dari Rp 96,8 miliar menjadi Rp 89 miliar. Hal ini lantaran sejumlah beban yang ditanggung perusahaan membengkak. Misalnya saja beban usaha yang naik 33,9%. Kemudian, beban umum administrasi yang meroket dari Rp 167,8 miliar menjadi Rp 210 miliar.

Belum lagi, beban keuangan yang sebesar Rp 32,2 miliar. Hal ini membuat perseroan harus menanggung beban lain-lain bersih sebesar Rp 33,8 miliar. Kenaikan pendapatan usaha ternyata mampu menahan penurunan laba perusahaan. Adapun, pendapatan usaha perseroan per akhir September 2013 naik dari Rp 343,4 miliar menjadi Rp 459,9 miliar.

Selanjutnya, dari segi liabilitas, nilai kewajiban IMC per akhir September 2013 berkurang 38,2% dibanding akhir Desember 2012 menjadi Rp 354,9 miliar. Penurunan ini akibat susutnya utang kepada pihak terafiliasi sebesar Rp 274,5 miliar.

Sementara nilai aset per akhir September 2013 sekitar Rp 1,01 triliun. Kemudian, rasio lancar perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2013 sebesar 1,6 kali. Rasio lancar mencerminkan kemampuan IMC dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset lancar masih cukup aman. Hal ini diketahui melalui penghitungan perbandingan aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek dalam periode tertentu.

Adapun, solvabilitas ekuitas dan solvabilitas aset IMC masing-masing sebesar 0,5 kali dan 0,4 kali. Solavabilitas merupakan kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajiban menggunakan seluruh aset (solvabilitas aset) atau ekuitas (solvabulitas aset).

(http://investasi.kontan.co.id/)

Sekolah_TA_1320x198

Kelas Intermediate dimulai pada tanggal 22 Maret 2014. Bagi Anda yang ingin melihat modul dan biaya untuk mengikuti kelas Intermediate silahkan klik link : http://www.poems.co.id/PoemsInfo/SchoolOfTechnicalAnalysis.html

Untuk Pendaftaran dapat melalui :

“Be Smart Trader With Phillip Securities Indonesia”

Punya Stok Dolar? Jual ke Bank Cuma Rp 11.500, Money Changer Rp 11.600

Jakarta -Pelemahan dolar yang terjadi hari ini menyebabkan bank-bank hanya berani membeli dolar yang dipegang nasabah di level Rp 11.500. Sedangkan money changer masih sedikit lebih tinggi di kisaran Rp 11.600.

PT Bank Negara Indonesia Tbk misalnya, Jumat (28/2/2014) membeli dolar dari nasabah (kurs beli) di Rp 11.550 sedangkan menjual dolarnya di Rp 11.700.

PT Bank Mandiri Tbk juga mematok kurs beli di Rp 11.568 dan kurs jual Rp 11.732.

Kurs dolar di money changer masih lebih tinggi dibandingkan yang diperdagangkan di bank. Money changer VIP misalnya di Jalan Menteng Raya Nomor 23 menjual dolar di Rp 11.635 dan membeli dolar di Rp 11.610.

Dolar yang melemah ini terjadi terhadap beberapa mata uang di kawasan termasuk rupiah. Dolar turun akibat spekulasi Bank Sentral AS yang bisa saja menggeser kebijakan taperingnya jika data-data yang ditunjukkan dalam fundamental ekonomi AS rendah.

Namun The Fed menegaskan ekonomi AS bisa baik-baik saja jika tidak ada cuaca buruk.

(http://finance.detik.com/)

Sekolah_TA_1320x198

Kelas Intermediate dimulai pada tanggal 22 Maret 2014. Bagi Anda yang ingin melihat modul dan biaya untuk mengikuti kelas Intermediate silahkan klik link : http://www.poems.co.id/PoemsInfo/SchoolOfTechnicalAnalysis.html

Untuk Pendaftaran dapat melalui :

“Be Smart Trader With Phillip Securities Indonesia”

Laba Salim Ivomas Anjlok 55% Pasca Kenaikan Upah Buruh

Jakarta -Perusahaan sawit Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 524 miliar di 2013, anjlok 55% dari Rp 1,157 triliun. Laba tergerus turunnya omzet yang disertai peningkatan biaya operasi pasca kenaikan upah buruh.

Penjualan bersih tercatat turun 4% menjadi Rp 13,28 triliun pada tahun 2013 dibandingkan Rp 13,85 triliun di tahun 2012 terutama seiring penurunan volume dan harga jual rata-rata dari minyak goreng curah dan minyak kelapa.

Tingginya biaya produksi serta karena kenaikan upah dan produktivitas yang lebih rendah dari area yang baru menghasilkan membuat marjin laba perseroan menyempit.

“Tahun 2013 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri agribisnis, tapi di triwulan IV kinerja kmai cukup kuat karena adanya pemulihan di harga jual komoditas dan tingginya volume penjualan produk sawit,” kata Presiden Direktur Salim Ivomas Mark Wakeford dalam siaran pers, Jumat (28/2/2014).

Volume penjualan CPO perseroan meningkat 4% dari 828.000 MT pada tahun 2012 menjadi 864.000 MT pada tahun 2013 yang disebabkan realisasi persediaan posisi akhir tahun 2012.

Penjualan gula meningkat 21% dari 62.000 MT pada tahun 2012 menjadi 76.000 MT pada tahun 2013. Sedangkan Volume penjualan karet turun tipis 4% dari 16.600 MT pada tahun 2012 menjadi 15.900 MT pada tahun 2013.

Volume penjualan minyak goreng, margarin, dan minyak kelapa turun 2% dari 808.000 ton pada tahun 2012 menjadi 790.000 ton di tahun 2013.

(http://finance.detik.com/)

Sekolah_TA_1320x198

Kelas Intermediate dimulai pada tanggal 22 Maret 2014. Bagi Anda yang ingin melihat modul dan biaya untuk mengikuti kelas Intermediate silahkan klik link : http://www.poems.co.id/PoemsInfo/SchoolOfTechnicalAnalysis.html

Untuk Pendaftaran dapat melalui :

“Be Smart Trader With Phillip Securities Indonesia”

MNCN KEMBALI BELI SAHAMNYA SENILAI Rp1,47 MILIAR.

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) kembali mengeluarkan dana hingga Rp1,47 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) sahamnya.

Dalam pelaksanaan buyback kali ini, perseroan telah berhasil membeli kembali sebanyak 592.900 lembar saham, demikian seperti disampaikan Direktur MNCN, Jarod Suwahjo dalam keterbukaan informasi, Jumat.

Adapun pelaksanaan pembelian kembali saham tersebut dilakukan dalam dua tahap, dimana untuk tahap pertama dibeli sebanyak 127.700 saham pada tanggal 26 Februari 2014 dengan harga Rp2.466 per saham, sedangkan pada tahap kedua sebanyak 465.200 saham dibeli pada tanggal 27 februari 2014 dengan harga Rp2.475 per saham.

Tercatat, sepanjang pekan ini perseroan telah menggelontorkan dana hingga Rp2,71 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali sahamnya sebanyak 953.100 lembar.

(http://www.iqplus.info/)

Sekolah_TA_1320x198

Kelas Intermediate dimulai pada tanggal 22 Maret 2014. Bagi Anda yang ingin melihat modul dan biaya untuk mengikuti kelas Intermediate silahkan klik link : http://www.poems.co.id/PoemsInfo/SchoolOfTechnicalAnalysis.html

Untuk Pendaftaran dapat melalui :

“Be Smart Trader With Phillip Securities Indonesia”

%d bloggers like this: