Monthly Archives: January 2014

MATAHARI BIDIK PENJUALAN LEBIH DARI Rp13 TRILIUN TAHUN INI.

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menargetkan penjualan tahun ini akan mencapai lebih dari Rp13 triliun. Hal itu disampaikan oleh Investor Relations Matahari Putra Prima, Danny Konjongian.

“Seiring mulai beroperasinya 19 gerai baru yang telah berhasil dibangun oleh Perseroan, akan menjadi motor penggerak laju penjualan Matahari,” katanya.

Ia mengungkapkan, untuk mencapai target tersebut, Perseroan berencana menambah kepemilikan gerai Hypermart menjadi 121 gerai hingga akhir tahun 2014. Jumlah ini bertambah sebanyak 20 gerai dibandingkan kepemilikan gerai saat ini yang berjumlah sebanyak 101 gerai Hypermart.

Danny menegaskan, potensi perkembangan gerai ritel modern masih besar untuk dikembangkan. Perseroan membidiki kota-kota kedua sebagai sasaran bisnisnya. “Kami targetkan pertumbuhan penjualan kita akan lebih dari 16,2% pada tahun ini,”

(Sumber : http://www.iqplus.info/)

MAU TAU PREDIKSI MARKET HARIAN? Atau MAU TAU PREDIKSI SAHAM ANDA HARI INI? TENANG!! IKUTI SAJA “PHILLIP MORNING MARKET CALL”. 

“Untuk melihat user guide PMMC , silahkan klik  http://www.poems.co.id/htm/download/StepWebinar.pdf.”

Untuk mendaftar silahkan klik link di bawah. Link Registrasi:

Link untuk Februari 2014:

https://attendee.gotowebinar.com/register/262597816376827906

Link untuk Maret 2014:

https://attendee.gotowebinar.com/register/7287221475900083458

Peserta hanya perlu melakukan 1 kali pendaftaran dan sudah otomatis terdaftar untuk 1 bulan, sehingga tidak perlu melakukan pendaftaran setiap hari.

Pekerjaan rumah untuk BI

Per 1 Januari 2015, sistem pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bakal mulai berlaku. Nah, menghadapi MEA, BI bersiap meluncurkan sejumlah regulasi. Ada sejumlah wilayah yang menjadi fokus BI.

Pertama, transaksi antar bank. BI akan menerbitkan aturan tentang real time gross settlement (RTGS) valuta asing (valas). Lewat aturan ini, sistem perbankan nasional nantinya bisa melayani transfer uang di seluruh sepuluh anggota ASEAN. “Aturannya sudah siap 100%, tinggal meluncur saja. RTGS multicurrency akan memudahkan transaksi antar-negara,” ujar Rosmaya Hadi, Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Rabu (29/1).

Kedua, BI juga bakal mengatur tentang transaksi pengiriman uang atawa remitansi. Ketiga, pembayaran ritel. BI akan menerbitkan aturan main tentang uang elektronik (e-money). Saat ini, sejumlah bank dan perusahaan non bank sudah mengantongi izin penerbitan e-money, meski belum ada standardisasi.

Keempat, aturan main atawa Layanan Keuangan Digital. BI menjanjikan aturan yang dulu dikenal dengan nama branchless banking ini terbit pada Februari besok.

Kelima, perizinan terkait sistem pembayaran yang terintegrasi. Misalnya, “BI akan mengatur bank agar memperluas sistem pembayaran ke daerah terpencil,” imbuh Rosmaya. Keenam, BI juga akan mengatur tentang cash processing. BI akan memberikan detail aturan main perihal proses pengangkutan atawa penyimpanan uang.

(Sumber : http://investasi.kontan.co.id/)

MAU TAU PREDIKSI MARKET HARIAN? Atau MAU TAU PREDIKSI SAHAM ANDA HARI INI? TENANG!! IKUTI SAJA “PHILLIP MORNING MARKET CALL”. 

“Untuk melihat user guide PMMC , silahkan klik  http://www.poems.co.id/htm/download/StepWebinar.pdf.”

Untuk mendaftar silahkan klik link di bawah. Link Registrasi:

Link untuk Februari 2014:

https://attendee.gotowebinar.com/register/262597816376827906

Link untuk Maret 2014:

https://attendee.gotowebinar.com/register/7287221475900083458

Peserta hanya perlu melakukan 1 kali pendaftaran dan sudah otomatis terdaftar untuk 1 bulan, sehingga tidak perlu melakukan pendaftaran setiap hari.

DPR Setuju Perampingan Operator Seluler

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati perampingan operator seluler di Indonesia.

Hal ini termasuk merger PT XL Axiata Tbk dengan PT Axis Telekom Indonesia (Axis). Merger yang dilakukan akan memberi manfaat bagi kepentingan konsumen.

“Saya rasa semua sepakat untuk melakukan perampingan jumlah operator. Untuk operator kecil bergabung dengan operator yang besar selama itu mengikuti aturan Undang-Undang, dan merger menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan ke konsumen,” kata Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya, Rabu (29/1/2014).

Menurut politikus Partai Golkar tersebut, saat ini jumlah operator di Indonesia cukup banyak, bahkan terbesar di dunia dengan jumlah lebih dari 10 operator. Padahal, di banyak negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, India, China, Thailand, Filipina, dan lain-lain maksimal ada 4 operator.

Tantowi menegaskan, merger setidaknya memberikan dua hal manfaat. Pertama, efisiensi frekuensi untuk kepentingan ranah publik. Kedua, peningkatan pelayanan kepada masyarakat atau konsumen.

Senada dengan Tantowi, Anggota Komisi I dari Partai Demokrat, Max Sopacua menyatakan, bahwa merger antar operator merupakan hal yang tidak bisa dihindari mengingat banyaknya jumlah operator di Indonesia.

”Jumlah operator kita terbesar di dunia dan ini menganggu dalam hal pelayanan. Jadi merger merupakan keniscayaan selama menguntungkan bagi konsumen,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Max menambahkan, kondisi perkembangan teknologi saat ini sangat cepat dan masyarakat tidak bisa menghindar dengan hal itu. Karenanya, para operator telekomunikasi harus memprioritaskan standar utama pelayanan.

Max berharap merger yang dilakukan tetap mempertimbangkan faktor untung rugi bagi konsumen dan negara. ”Kalau konsumen tidak diuntungkan untuk apa,” ujarnya.

Sebelumnya, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR, Pemerintah menegaskan merger yang dilakukan antara XL dan Axis pada prinsipnya juga untuk menyelamatkan negara dari kerugian yang lebih besar. Jika merger tidak dilakukan, Axis tidak akan bisa membayar tanggungannya kepada pemerintah.

“Jadi memang kalau tidak segera diambil (merger), maka Axis tidak akan bayar Rp 1 Triliun BHP pitanya di tahun 2013 dan negara akan rugi. Dengan adanya merger, dari mereka kita mengambil 2×10 MH di 2,1 GH 3G dan akan dilelang atau beauty contest pada tahun 2014. Dan di tahun pertama kita kelola kita bisa menghasilkan Rp 1 Triliun,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

Tifatul menegaskan, merger adalah satu keharusan, dan harus segera dilakukan. “Kalau tidak, negara akan makin rugi,” tandasnya.

(sumber : inilah.com )

Phillip Securities Indonesia, melalui Phillip Education Center, mengadakan program “School Of Technical Analysis”.

Program pembelajaran tehnik analis yang terbagi dalam tiga klasifikasi, Beginner, Intermediate, Advanced. Program ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh Phillip Securities Indonesia, setelah diadakan pada awal 2013 dan mendapat respon sangat baik dari para peserta. Program terbaru akan dimulai pada tanggal 8 Februari 2014, dan dimulai dengan level beginner terlebih dahulu selama 3x pertemuan, dilanjutkan intermediate (3x pertemuan), kemudian advance (3x pertemuan).
Untuk mengetahui cara mendaftar menjadi peserta “School Of Technical Analysis”, untuk melihat Modul Pembelajaran, Jadwal Pembelajaran, serta Biaya Pembelajaran, secara jelas dan lengkap silahkan masuk pada link berikut.

http://www.poems.web.id/htm/freeducation/TechnicalAnalysis_%20Modul2014.pdf

Inilah Kegelisahan Freeport Hadapi UU Minerba

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai wajar kegelisahan PT Freeport Indonesia dalam mengikuti aturan undang-undang No. 4/2009 dan Bea Keluar (BK) ekspor olahan mineral progresif oleh pemerintah.

Menteri Perindustrian, MS. Hidayat menuturkan, selama ini perusahaam tambang itu telah berkontrak dengan pemerintah melalui izin Kontrak Karya (KK).

“Mereka maunya tetap based peraturan dengan yang lama atau melalui KK saja. Dan KK itu sejajar dengan UU. Tapi kita punya UU Minerba baru. Mereka jadi dilematis,” kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (29/1/2014) malam.

Sebagai bagian dari anak perusahaan Freeport McMoran yang berbasis di Amerika, kepastian hukum akan mempengaruhi gejolak saham perusahaan terbuka itu. “Mereka perusahaan terbuka. Jadi butuh kepastian hukum. Nah kepastian hukum ini yang mereka bersikeras harus melalui mekanisme KK,” ucapnya.

Meski demikian, Hidayat menilai sesungguhnya Freeport ingin memenuhi ketentuan regulasi pemerintah, asalkan kepentingan perusahaan tambang raksasa itu dipenuhi negara. Menurut dia, Freeport bersedia membangun smelter dengan ketentuan tidak diterapkannya BK ekspor konsentrat progresif.

“Namun saya jelaskan BK sudah menjadi keputusan pemerintah. Dan jika ingin mendiskusikan soal BK bisa langsung disampaikan ke Kementerian Keungan dan Kementerian Koordinator Perekonomian,” ujarnya.

(sumber : http://ekonomi.inilah.com/ )

Phillip Securities Indonesia, melalui Phillip Education Center, mengadakan program “School Of Technical Analysis”.

Program pembelajaran tehnik analis yang terbagi dalam tiga klasifikasi, Beginner, Intermediate, Advanced. Program ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh Phillip Securities Indonesia, setelah diadakan pada awal 2013 dan mendapat respon sangat baik dari para peserta. Program terbaru akan dimulai pada tanggal 8 Februari 2014, dan dimulai dengan level beginner terlebih dahulu selama 3x pertemuan, dilanjutkan intermediate (3x pertemuan), kemudian advance (3x pertemuan).
Untuk mengetahui cara mendaftar menjadi peserta “School Of Technical Analysis”, untuk melihat Modul Pembelajaran, Jadwal Pembelajaran, serta Biaya Pembelajaran, secara jelas dan lengkap silahkan masuk pada link berikut.

http://www.poems.web.id/htm/freeducation/TechnicalAnalysis_%20Modul2014.pdf

Fed Pangkas Stimulus Lagi Jadi US$65 M/Bulan

The Fed melanjutkan tahap pemangkasan stimulus moneter atau program pembelian obligasi. Fed memutuskan mengurangi stimulus menjadi US$65 miliar dari sebelumnya US$75 miliar per bulan.

“Mereka berada dalam rencananya. Mereka telah mengetahui dampaknya dan akan melanjutkan jita terbukti berhasil,” kata Brian Bethune, kepala ekonom di Alpha Economic Foresights seperti mengutipmarketwatch.com.

Pasar saham merespon negatif langkah tersebut. Indeks Dow Jones turun 1,1%. Dalam pernyataannya, The Fed gejolak telah memukul pasar keuangan global dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam beberapa hari terakhir, investor AS mengantisipasi kenaikan suku bunga di AS. Mereka menarik dananya dari negara-negara berkembang seperti di Tukri, Afrika Selatan. Hal ini sejalan dengan peringatan Dana Moneter Internasional (IMF).

Kegagalan terjadi pada beberapa bank sentral untuk mengantisipasi dana AS yang pulang kampung. Mereka takut di beberapa negara berkembang akan tertular krisis ekonomi dengan kebijakan Fed tentang pengurangan stimulus moneter.

Apalagi tahun lalu bursa AS telah naik tajam. Jadi ada potensi tahun ini menglami konsolidasi. Investor menganggap tahun ini saatnya melakukan pembelian.

(sumber : http://ekonomi.inilah.com/ )

Phillip Securities Indonesia, melalui Phillip Education Center, mengadakan program “School Of Technical Analysis”.

Program pembelajaran tehnik analis yang terbagi dalam tiga klasifikasi, Beginner, Intermediate, Advanced. Program ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh Phillip Securities Indonesia, setelah diadakan pada awal 2013 dan mendapat respon sangat baik dari para peserta. Program terbaru akan dimulai pada tanggal 8 Februari 2014, dan dimulai dengan level beginner terlebih dahulu selama 3x pertemuan, dilanjutkan intermediate (3x pertemuan), kemudian advance (3x pertemuan).
Untuk mengetahui cara mendaftar menjadi peserta “School Of Technical Analysis”, untuk melihat Modul Pembelajaran, Jadwal Pembelajaran, serta Biaya Pembelajaran, secara jelas dan lengkap silahkan masuk pada link berikut.

http://www.poems.web.id/htm/freeducation/TechnicalAnalysis_%20Modul2014.pdf

%d bloggers like this: