Monthly Archives: November 2013

200 Perusahaan Terbaik di Asia, Ada 4 Wakil Indonesia

Jakarta – Forbes membuat list 200 perusahaan terbaik dengan omzet di bawah US$ 1 miliar atau Rp 10 triliun se-Asia. Ternyata ada 4 perusahaan dari Indonesia.

Seperti dikutip dari Forbes: Asia’s Best Companies With Sales Under US$ 1 Billion, Selasa (26/11/2013), China masih menguasai daftar tersebut dengan 63 perusahaan.

Sementara Vietnam dan India sendiri masing-masing mengirimkan 10 dan 19 wakilnya di jajaran tersebut. Forbes menilai perusahaan terbaik ini dari pendapatan perusahaan antara US$ 5 juta sampai US$ 1 miliar. Dalam daftar tersebut ada 4 perusahaan dari Indonesia. Ini daftarnya.

1. PT Bumitama Agri Ltd Penjualan: US$ 366 juta (Rp 3,6 triliun)
Laba: US$ 82 juta (Rp 820 miliar) Kapitalisasi pasar: US$ 1,375 miliar (Rp 13,75 triliun).

2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Penjualan: US$ 387 juta (Rp 3,87 triliun) Laba: US$ 134 juta (Rp 1,34 triliun) Kapitalisasi Pasar: US$ 2,794 miliar (Rp 27,94 triliun)

3. PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) Penjualan: US$ 254 juta (Rp 2,54 triliun) Laba: US$ 124 juta (Rp 1,24 triliun) Kapitalisasi Pasar: US$ 1,462 miliar (Rp 14,62 triliun).

4.  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Penjualan: US$ 359 juta (Rp 3,59 triliun) Laba: US$ 83 juta (Rp 830 miliar) Kapitalisasi Pasar: US$ 1,517 miliar (Rp 15,17 triliun).

(sumber: http://finance.detik.com)

“Promo Rp 500 ribu ” pada saat Pameran Investor Summit , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 500 ribu saja dan berlaku bagi siapapun yang ingin menjadi nasabah PT Phillip Securities Indonesia, “Khusus” saat gelaran Investor Summit di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, 27 dan 28 November 2013. (Silahkan datang ke Booth Phillip Securities Indonesia.)

Market Review 26 November 2013

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (25/11)
berakhir di teritori positif. IHSG menguat sebesar 0.39% atau naik 16.843 poin dan berakhir di level 4,334.803. Sementara itu LQ45 mengakhiri perdagangan pada posisi 723.595, mengalami penguatan sebesar 2.708 poin atau naik 0.38%. Bursa domestik cukup diuntungkan dengan positifnya sebagian besar bursa di Asia. Penguatan mata uang rupiah serta menguatnya harga minyak dunia sedikit banyak juga mempengaruhi penguatan IHSG di sesi perdagangan hari ini.
Empat dari sembilan sektor utama ditutup menguat dengan sektor yang
mengalami penguatan terbesar yakni sektor pertambangan sebesar 1.77%,
diikuti oleh sektor keuangan yang menguat 1.34%, serta sektor perdagangan
dan jasa naik 0.95% selama satu hari perdagangan. Sebanyak 162 saham
menguat dan 95 saham melemah pada perdagangan hari Senin di Bursa Efek
Indonesia, dimana sebanyak 2.57 miliar lembar saham senilai Rp 3.08 triliun
berpindah tangan di pasar regular. Investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 2.34 miliar. Saham-saham yang menempati posisi top gainers ialah Sekar Bumi (SKBM) naik 55 poin atau 12.36% ke Rp 500, Bank Maspion Indonesia (BMAS) menguat 35 poin atau 12.28% di Rp 320, Acset Indonusa (ACST) bertambah 250 poin atau 11.36% menjadi Rp 2,450, MNC Sky vision (MSKY) mencetak 200 poin atau 9.64% di Rp 2,275, dan Asiaplast Industries (SMRU) memperoleh 6 poin atau 8.82% di Rp 74. Sementara itu saham-saham yang menempati posisi top loser antara lain Multifilling Mitra Indonesia (MFMI) jatuh 57 poin atau 30.48% ke Rp 130, Pelangi Citra Canindo (PICO) turun 25 poin atau 13.51% ke Rp 160, Garda Tujuh Buana (GTBO) kehilangan 70 poin atau 10.45% di Rp 600, Danayasa Arthatama (SCBD) terpangkas 300 poin atau 10.00% di Rp 2700, dan Delta Dunia Makmur (DOID) melemah 4 poin atau 7.14% di Rp 52.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi sideways (bias positif) pada perdagangan hari ini. IHSG akan bergerak cukup flat pada perdagangan hari ini, menunggu laporan data inflasi bulan November. Penguatan terbatas pada indeks kami perkirakan masih berasal dari keinginan investor untuk ‘bargain hunting’. Dari sisi regional penguatan Yen diprediksi akan memberikan sedikit tekanan terhadap IHSG. Kami mengindikasikan IHSG akan sideways (bias positif) hari ini, dengan support dan resistance masing-masing di 4,294 dan 4,350.

*disclaimer on

“Promo Rp 500 ribu ” pada saat Pameran Investor Summit , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 500 ribu saja dan berlaku bagi siapapun yang ingin menjadi nasabah PT Phillip Securities Indonesia, “Khusus” saat gelaran Investor Summit di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, 27 dan 28 November 2013. (Silahkan datang ke Booth Phillip Securities Indonesia.)

MAU TAU KONDISI DAN PREDIKSI SAHAM PERBANKAN INDONESIA? JOIN OUR WEBINAR!!

Join our webinar session!!

Belakangan ini, perekonomian Indonesia sedang mengalami penurunan. Banyak faktor yang mendukung penurunan ini dapat terjadi, diantaranya naiknya inflasi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap uang asing, dan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini makin diperburuk dengan kebijakan Bank Indonesia yang baru-baru ini menaikan suku bunga acuan (BI rate). Penurunan ini sangat jelas imbasnya pada bursa saham di Indonesia. Salah satu sector yang terkena imbas secara langsung adalah sector perbankan. Semua faktor pendukung pelemahan ekonomi Indonesia, berdampak secara langsung terhadap perbankan. Terutama kebijakan BI untuk menaikan suku bunga acuan mereka.

Lalu apa saja efek menurunnya perekonomian Indonesia terhadap sector perbankan  saat ini? Bagaimana dengan kondisi sector perbankan dan juga pergerakan saham perbankan pada tahun 2014?

Untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan diatas silahkan bergabung dengan kami di Webinar session, besok pukul 10.30 WIB. Webinar ini adalah program bulanan yg di host oleh Phillip Singapore, webinar dalam  bahasa Inggris, dengan pembicara Martha Christina ‘Equity Analyst’  Phillip Securities Indonesia, dan Aditya Perdana  ‘Economist and Equity Analyst’  Phillip Securities Indonesia.

Untuk bergabung sangat mudah, cukup masuk ke link dibawah Melalui PC atau perangkat bergerak Anda seperti Android , isi data pribadi kemudian ikuti petunjuk. Program ini GRATIS, tanpa dipungut biaya, yang terpenting tersambung koneksi internet.

“Berikut link pendaftaran https://www4.gotomeeting.com/register/351508911”.

BANNER INFO - 04 Juli 2013 - webinar

Indonesia Research Webinar – 26 November 2013

Join our webinar session!!

Belakangan ini, perekonomian Indonesia sedang mengalami penurunan. Banyak faktor yang mendukung penurunan ini dapat terjadi, diantaranya naiknya inflasi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap uang asing, dan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini makin diperburuk dengan kebijakan Bank Indonesia yang baru-baru ini menaikan suku bunga acuan (BI rate). Penurunan ini sangat jelas imbasnya pada bursa saham di Indonesia. Salah satu sector yang terkena imbas secara langsung adalah sector perbankan. Semua faktor pendukung pelemahan ekonomi Indonesia, berdampak secara langsung terhadap perbankan. Terutama kebijakan BI untuk menaikan suku bunga acuan mereka.

Lalu apa saja efek menurunnya perekonomian Indonesia terhadap sector perbankan  saat ini? Bagaimana dengan kondisi sector perbankan dan juga pergerakan saham perbankan pada tahun 2014?

Untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan diatas silahkan bergabung dengan kami di Webinar session, besok pukul 10.30 WIB. Webinar ini adalah program bulanan yg di host oleh Phillip Singapore, webinar dalam  bahasa Inggris, dengan pembicara Martha Christina ‘Equity Analyst’  Phillip Securities Indonesia, dan Aditya Perdana  ‘Economist and Equity Analyst’  Phillip Securities Indonesia.

Untuk bergabung sangat mudah, cukup masuk ke link dibawah Melalui PC atau perangkat bergerak Anda seperti Android , isi data pribadi kemudian ikuti petunjuk. Program ini GRATIS, tanpa dipungut biaya, yang terpenting tersambung koneksi internet.

“Berikut link pendaftaran https://www4.gotomeeting.com/register/351508911”.

BANNER INFO - 04 Juli 2013 - webinar

BEI : SUN TELAH JADI KOMPONEN PENTING DI PASAR MODAL

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito menyampaikan, bahwa Surat Utang Negara (SUN) saat ini menjadi komponen penting di Pasar Modal Indonesia selama 15 tahun terakhir.

“SUN saat ini sudah menjadi komponen penting di pasar modal Tanah Air, yang dimana telah dimulainya program kapitalisasi modal di Indonesia sejak tahun 1998 lalu,” kata Ito, dalam acara Seminar Nasional Surat Utang di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin.

Ito memaparkan, paska tahun 1998, Indonesia telah mengeluarkan SUN. Hal tersebut dilakukan negara guna membiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Saat ini likuiditas SUN juga sudah lebih jauh dibanding Surat Utang Koorporasi. Namun, kita menyadari, bahwa bagaimanapun pembiayaan APBN di negara-negara maju juga pastinya tidak lepas dari pasar utang,” ungkap Ito.

Darisitulah, timbul kebutuhan untuk metode penilaian surat utang. Karena tidak seperti pasar lainnya, sebab pasar saham membutuhkan penilaian dari BEI. “Pada dasarnya ini bagian wake up call, pentingnya pasar surat utang, dan BEI guna penilalain surat utang. Untuk membiayai negara dan tahun depan,” tutur Ito.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menambahkan, bahwa seminar ini juga lakukan untuk memperingati 36 tahun pasar modal di indonesia.

“Menurut saya, Tema yang diusung kali ini sangat penting dan tepat. Karena, pasar modal Tanah Air selalu terus meningkatkan volume surat utang baik dipasar sekunder maupun primer,” imbuhnya.

(sumber: http://www.iqplus.info)

“Program Rp 1 Juta” mulai 1 november 2013 , yaitu  dana pembukaan rekening efek di PT Phillip Securities Indonesia HANYA dimulai Rp. 1 juta saja dan berlaku bagi siapa saja yang ingin menjadikan PT Phillip Securities Indonesia sebagai mitra dalam berinvestasi di dunia saham.

Ikuti webinar “Phillip Morning Market Call” setiap pagi pk 08.30-08.50 dengan mendaftar di https://attendee.gotowebinar.com/register/927440611155637762

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/

http://www.poems.co.id/

http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com

Follow Us on Twitter @Phillip_Sec_Ind

Like Us on Facebook PT Phillip Securities Indonesia

%d bloggers like this: