JAKARTA. PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) memiliki rencana aksi korporasi right issue senilai Rp 6,5 triliun. Rinciannya, PKPK berencana melepas saham baru sebanyak 26 miliar saham seharga Rp 250 per saham.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PKPKdijadwalkan melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) hari ini, Senin (30/9). Namun, RUPSLB yang sudah direncanakan untuk ke tujuh kalinya itu kembali batal digelar.

Sebelumnya, PKPK menjadwalkan agenda RUPSLB PKPK pada 15 Maret lalu. Sedangkan rencana RUPSLB PKPK pertama kalinya batal digelar pada 27 Desember 2012 lalu.

Herry Priambodo, Sekretaris Perusahaan PKPK menjelaskan, agenda RUPSLB batal karena belum mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Belum efektif dari OJK,” jawab Herry dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (30/9).

Sebelumnya, Hoesen, Kepala Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) pernah bilang, OJK belum memberi restu karena efek dilusi dari rights issue PKPKyang sangat besar. Selain itu, otoritas juga sedang menilai aset yang akan diakuisisi PKPK.

Porsi kepemilikan saham publik PKPK memang cukup besar, yaitu 41%. Pemegang saham PKPK yang lain adalah Soerjadi Soedarsono 28%, Fanny Listiawati 13%, treasury stock 10% dan Henry Satek 8%.

Jika pemegang saham melaksanakan haknya dalam rencana rights issue, maka saham publik akan menjadi 46%, Soerjadi Soedarsono 31%, Fanny Listiawati 14% dan Henry Satek memiliki 9%.

Tapi, jika seluruh pemegang saham lama tak mengeksekusi haknya, maka 97% saham PKPK akan menjadi milik pembeli siaga rights issue yakni, Fundamental Resources Pte Ltd, dan 3% sisanya milik pemegang saham lain.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia