Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas tercatat menguat akibat perdebatan soal debt ceiling AS yang tak kunjung usai dan membuat pelaku pasar beralih ke save havenlain seperti emas.

Emas untuk pengiriman Desember berada pada posisi US$1.338,8 per troy ounce (Rp499.870,9 per gram) di Commodity Exchange New York pukul 12:49 WIB hari ini Senin (30/9/2013). Sebelumnya, pagi ini emas sempat mendekati level US$1.352 per troy ounce (Rp504.799,45 per gram). Adapun emas spot tercatat naik 0,12% menjadi US$1.338,53 per troy ounce (Rp499.770,1 per gram).

Menurut Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, pasar tampak ragu untuk menaikkan harga emas.

Support terdekat terletak di kisaran US$1.332. Bila harga emas masih bertahan di atas support ini, harga masih bisa kembali lagi ke area 1352 lalu ke US$1.362,” kata Ariston.

Sementara itu, jika harga emas tertekan turun di bawah US$1.332 hal ini bisa membuka peluang pelemahan kembali ke area US$1.316.

Ariston menilai, hari ini isu debt ceiling AS masih menjadi penggerak utama pasar karena jika tak kunjung tercapai kesepakatan di kongres hingga 1 Oktober, operasional pemerintahan AS tercancam berhenti.

Bila deadlock berlanjut, harga emas berpotensi menguat lebih lanjut seiring investor yang memburu aset aman.

 Source : reporter