Monthly Archives: September 2013

Debat Debt Ceiling AS Tak Kunjung Usai, Emas Merangkak Naik

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas tercatat menguat akibat perdebatan soal debt ceiling AS yang tak kunjung usai dan membuat pelaku pasar beralih ke save havenlain seperti emas.

Emas untuk pengiriman Desember berada pada posisi US$1.338,8 per troy ounce (Rp499.870,9 per gram) di Commodity Exchange New York pukul 12:49 WIB hari ini Senin (30/9/2013). Sebelumnya, pagi ini emas sempat mendekati level US$1.352 per troy ounce (Rp504.799,45 per gram). Adapun emas spot tercatat naik 0,12% menjadi US$1.338,53 per troy ounce (Rp499.770,1 per gram).

Menurut Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, pasar tampak ragu untuk menaikkan harga emas.

Support terdekat terletak di kisaran US$1.332. Bila harga emas masih bertahan di atas support ini, harga masih bisa kembali lagi ke area 1352 lalu ke US$1.362,” kata Ariston.

Sementara itu, jika harga emas tertekan turun di bawah US$1.332 hal ini bisa membuka peluang pelemahan kembali ke area US$1.316.

Ariston menilai, hari ini isu debt ceiling AS masih menjadi penggerak utama pasar karena jika tak kunjung tercapai kesepakatan di kongres hingga 1 Oktober, operasional pemerintahan AS tercancam berhenti.

Bila deadlock berlanjut, harga emas berpotensi menguat lebih lanjut seiring investor yang memburu aset aman.

 Source : reporter
Advertisements

Buku tabungan bakal raib dari perbankan

Buku tabungan bakal raib dari perbankan

Sebagian dari Anda barangkali jarang datang ke bank untuk melakukan transaksi. Bisa jadi, Anda juga jarang mencetak transaksi perbankan di buku tabungan Anda. Di era teknologi informasi sekarang ini, buku tabungan tampaknya tak lagi menjadi kebutuhan.

Buku tabungan alias passbook, sejatinya merupakan  buku yang mencantumkan jumlah simpanan nasabah pada rekening tabungan. Buku yang dikeluarkan bank ini harus diperlihatkan pada saat Anda melakukan transaksi perbankan, baik  penyetoran ataupun penarikan. Kini, sebagian dari Anda barangkali merasa tak lagi pernah menyentuh buku tabungan saat melakukan transaksi.

Maklum, sebagian besar masyarakat mulai memanfaatkan perkembangan teknologi yang memang disediakan bank. Tak perlu datang ke kantor bank, nasabah dengan mudah menarik ataupun menyetor dana melalui ATM yang tersebar di mana-mana.

Kini, hampir semua  bank memiliki sistem transaksi elektronik alias electronic banking (e-banking) yang kian memudahkan Anda melakukan transaksi. Alih-alih memberikan buku tabungan, ada juga bank yang menawarkan rekening koran yang dikirim kepada nasabah setiap bulan.

Para bankir yang dihubungi KONTAN sepakat, buku tabungan akan menghilang dari dunia perbankan. Kepala Divisi Corporate Communication Bank OCBC NISP, Tina Tjintawati, mengatakan, penggunaan buku tabungan mulai berkurang. Apalagi, OCBC NISP memberikan pilihan kepada nasabah apakah ingin menggunakan buku tabungan atau menggunakan  e-banking. Namun Tina tidak yakin kapan buku tabungan benar-benar tidak lagi digunakan di dunia perbankan.

Senada, Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI, menilai  buku tabungan sudah tidak diperlukan lagi. Nasabah bisa mengakses catatan rekening melalui media elektronik.  “Di luar negeri sudah jarang ada buku tabungan,” kata Eko.

Mulyatno Wibowo, Direktur Pemasaran Bank DKI, memperkirakan transaksi perbankan ke depan akan semakin tervisualisasi dalam bentuk elektronik. Dengan begitu, nasabah akan semakin mudah bertransaksi. Di sisi lain,  bank bisa semakin efisien lantaran biaya operasional berkurang.

Namun, Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia, Muhammad Ali, mengatakan buku tabungan masih menjadi kebutuhan. Sebab, tidak semua transaksi bisa dijalankan melalui e-banking. Salah satu transaksi yang belum terkaver e-banking adalah transaksi transfer uang dalam  nominal tertentu. “Pengajuan kredit juga masih membutuhkan buku tabungan,” kata Ali.

Meski begitu, Ali  sepakat, ke depan, perbankan tak akan lagi membutuhkan buku tabungan. Ini tampak dari intensitas masyarakat mendatangi kantor bank yang  kian menurun.

Bagaimana dengan Anda? Masih membutuhkan buku tabungan?

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

 

Untuk ketujuh kalinya, RUPSLB PKPK batal digelar

JAKARTA. PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) memiliki rencana aksi korporasi right issue senilai Rp 6,5 triliun. Rinciannya, PKPK berencana melepas saham baru sebanyak 26 miliar saham seharga Rp 250 per saham.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PKPKdijadwalkan melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) hari ini, Senin (30/9). Namun, RUPSLB yang sudah direncanakan untuk ke tujuh kalinya itu kembali batal digelar.

Sebelumnya, PKPK menjadwalkan agenda RUPSLB PKPK pada 15 Maret lalu. Sedangkan rencana RUPSLB PKPK pertama kalinya batal digelar pada 27 Desember 2012 lalu.

Herry Priambodo, Sekretaris Perusahaan PKPK menjelaskan, agenda RUPSLB batal karena belum mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Belum efektif dari OJK,” jawab Herry dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (30/9).

Sebelumnya, Hoesen, Kepala Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) pernah bilang, OJK belum memberi restu karena efek dilusi dari rights issue PKPKyang sangat besar. Selain itu, otoritas juga sedang menilai aset yang akan diakuisisi PKPK.

Porsi kepemilikan saham publik PKPK memang cukup besar, yaitu 41%. Pemegang saham PKPK yang lain adalah Soerjadi Soedarsono 28%, Fanny Listiawati 13%, treasury stock 10% dan Henry Satek 8%.

Jika pemegang saham melaksanakan haknya dalam rencana rights issue, maka saham publik akan menjadi 46%, Soerjadi Soedarsono 31%, Fanny Listiawati 14% dan Henry Satek memiliki 9%.

Tapi, jika seluruh pemegang saham lama tak mengeksekusi haknya, maka 97% saham PKPK akan menjadi milik pembeli siaga rights issue yakni, Fundamental Resources Pte Ltd, dan 3% sisanya milik pemegang saham lain.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Analis: IHSG sesi II masih berkutat di zona merah

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama pada perdagangan hari ini, Senin (30/9) ditutup dengan penurunan 70,51 poin atau melemah 1,59% menjadi 4.353,21. IHSG sesi kedua pun diprediksi akan kembali berada di zona merah.

Dimas Adrianto, Analis Asjaya Indosurya Securities memperkirakan, IHSG pada sesi II masih melemah namun terbatas. Ia menilai, ada banyak faktor yang menekan bursa, seperti faktor global, dimana perhatian pelaku pasar menanti kesepakatan pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan kongres terkait anggaran dan batas atas utang AS.

“Dari dalam negeri ada faktor melemahnya nilai tukar rupiah menjelang rilisnya data inflasi, serta rilis neraca perdagangan besok hari (1/10). Ini akan mendorong pelaku pasar menunggu dan melihat kondisi pasar,” jelas Dimas kepada KONTAN, Senin (30/9).

Dimas memprediksi, IHSG sesi II akan bergerak melemah terbatas dengan rentang support 4.320 dan resistance 4.430. Saham yang menjadi pilihannya adalah ENRGBKSLMDLNSSIAKIJAPGAS, dan JSMR.

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities juga memprediksi IHSG sesi kedua akan berada di zona merah. Pelemahan nila tukar rupiah menjadi salah satu sentimennya.

“Tampaknya sentimen debt ceiling membuat takut pasar, sehingga menambah suram laju IHSG di awal pekan, setelah berhasil menghijau di akhir pekan lalu,” jelas Reza.

Reza memprediksi, IHSG sesi II berada di level support 4.330 – 4.352 dan level resistance 4.412 – 4.415. Adapun saham yang menjadi pilihannya adalah TAXIPADIPGAS, dan BMTR.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Twitter akan go public pekan ini?

NEW YORK. Twitter Inc berencana melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) pekan ini. Demikian situs beritaQuartz melaporkan hari Minggu mengutip narasumber yang mengetahui rencana situs jaringan media sosial tersebut.

Twitter membidik dana sebesar US$ 15 miliar dalam hajatan IPO itu. Dan rencana IPO sudah diajukan ke regulator AS pada 12 September lalu. Namun, saat ini belum diberitahukan secara resmi, kapan waktu IPO perusahaan yang sedang tumbuh dan berkembang itu.

Quartz melaporkan, bahwa IPO Twitter masih bisa tertunda oleh berbagai faktor. Pertama, jika ada perubahan prospektus yang akan menyesuaikan dengan kondisi pasar, dan kedua, jika shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS).

Sayangnya, perwakilan Twitter tidak menanggapi permintaan komentar yang sudah diajukan Quartz. Nara sumber lainnya yang mengetahui rencana Twitter itu bilang, Twitter berencana untuk menjual saham perdana sebelum hari libur Thanksgiving di AS yang jatuh pada 28 November.

 

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

%d bloggers like this: