Monthly Archives: August 2013

70% trading obligasi dilakukan asing

70% trading obligasi dilakukan asing

 

JAKARTA. Pasar surat berharga negara (SBN) mengalami masih bergejolak. Yield seluruh obligasi seri acuan atau benchmark mengalami tekanan.
Data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat, yield seri FR0066 bertenor lima tahun naik menjadi 8,077% pada perdagangan Rabu (28/8) ketimbang perdagangan Selasa (27/8) sebelumnya yang berada di level 8,03%. Harga instrumen ini turun menjadi 89.080 dibandingkan sebelumnya yang sebesar 89.246.

Demikian juga dengan yield seri FR0063 bertenor 10 tahun yang naik menjadi 8,7% dari sebelumnya yang sekitar 8,6%. Harga seri ini turun menjadi 79.714 dari sebelumnya yang  sebesar 80.341. Seri FR0064 bertenor 15 tahun juga mengalami kenaikan yield menjadi 8,99% ketimbang sebelumnya yang sekitar 8,86%. Sedangkan harga instrumen ini turun menjadi 76.991 dari 77.678.

Dan seri FR0065 mengalami kenaikan yield menjadi 9,04% dibanding sebelumnya yang sebesar 8,9%. Harga seri ini turun menjadi 77,875 dari sebelumnya yang sebesar 78.9992.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti mengatakan minimnya peran investor lokal ikut memicu tekanan pasar obligasi negara. Saat ini, aktivitas jual beli atau trading obligasi negara didominasi oleh asing mencapai 70%. Sedangkan investor lokal cenderung menggenggam kepemilikan obligasi dan hanya sekitar 30% saja yang melakukan trading.

“Trading mengakibatkan pasar bergerak naik. Sedangkan asing cenderung bergerak searah dalam melakukan aksi jual ataupun beli. Sehingga apabila asing keluar, maka pasar obligasi kita akan merespon dan turun dalam,” kata Destry, Jakarta.

Padahal, dari sisi porsi kepemilikan asing belum terlalu besar atau hanya sekitar 30% dari total  obligasi negara.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementrian Keuangan mencatat kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 286,78 triliun pada 26 Agustus 2013. Sedangkan total SBN mencapai Rp 915,07 triliun.

“Berbeda dengan negara lain seperti Malaysia atau Filipina dimana investor lokal cukup besar sehingga saat terjadi gejolak pasar seperti ini, penurunan pasar tidak dalam,” ujar Destry.

Destry mengatakan keengganan investor lokal melakukan trading obligasi lantaran kesadaran investor dalam memanfaatkan pasar modal masih terbatas. Mayoritas masyarakat Indonesia masih menempatkan dananya di perbankan.

“Pemikiran masyarakat Indonesia masih menyimpan uang, bukan berinvestasi. Sekitar 70% hingga 80% financial asset ditempatkan di bank,” ujar dia.

Dia menduga tekanan di pasar obligasi tidak akan berlangsung lama. Diperkirakan, yield obligasi kembali stabil pada September. “Yield obligasi saat ini sudah price in dan merespon fluktuasi pasar,” ujar dia.

Investor institusi, Dana Pensiun Taspen mengaku belum menerapkan trading di SUN. Asiwandi Gandhi, Direktur Utama Dana Pensiun Taspen mengatakan kebijakan trading akan dilakukan tahun ini menyusul diberlakukannya pencatatan akutansi international financial reporting standard (IFRS), akhir tahun lalu. Namun, fluktuasi pasar obligasi mengakibatkan perusahaan menunda trading dan memilih menggenggam instrumen hingga jatuh tempo.

“Selama ini kami memegang obligasi hold to maturity (HTM) dan saat ini kami memilih untuk wait and see dulu dan belum mengambil keputusan,” ujar dia.

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Advertisements

Asing mulai net buy di pasar reguler

Asing mulai net buy di pasar reguler

JAKARTA. Pada sesi pertama transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, investor asing sudah mulai melakukan aksi beli bersih atau net buy di pasar reguler dengan nilai Rp30 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dibeli adalah BBRI Rp23 miliar, GGRM Rp14 miliar, BBNI Rp14 miliar, LPKR Rp12 miliar, dan KLBF Rp9 miliar.

Pada sesi I hari ini, IHSG naik 17,92 poin atau 0,44% ke 4.044,39 dengan jumlah transaksi sebanyak 5,3 juta lot atau setara dengan Rp3,1 triliun.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Cegah spekulasi, Singapura revisi aturan Properti

Cegah spekulasi, Singapura revisi aturan Properti

SINGAPURA. Singapura kembali mengambil langkah memperketat aturan kredit pemilikan rumah (KPR). Negara yang kabarnya segera menggantikan Swiss sebagai pusat keuangan dunia ini, ingin mengekang spekulasi kenaikan harga properti.

Singapura akan memangkas tenor KPR menjadi 25 tahun dari sebelumnya 30 tahun untuk pembelian rumah atau apartemen yang dibangun pemerintah. Housing & Development Board (HDB) juga mematok cicilan KPR debitur maksimal 30% dari pendapatan bulanan mereka, dari sebelumnya 35%.

Selain itu, investor asing baru boleh membeli apartemen atau rumah yang dibangun pemerintah, tiga tahun setelah berstatus penduduk tetap Singapura. Sebelumnya, mereka bisa membeli aset dari pemilik rumah lama.

Sebanyak 82% warga Singapura tinggal di apartemen buatan pemerintah. “Kami merilis dua aturan ini untuk menstabilkan penjualan kembali (resale) rumah HDB,” tulis HDB dalam pernyataan resminya, dikutip Bloomberg.

Analis melihat, cara ini akan berimbas pada pengembang swasta. “Pemilik akan kesulitan menjual rumah HDB-nya untuk membeli rumah dari pengembang swasta,” kata Adrian Chua dan Ivan K, analis dari Citigroup.

Singapura mulai menahan laju harga properti sejak 2009, yang dipicu pertumbuhan masyarakat kelas menengah. Juni lalu, bank sentral, Monetary Auhority of Singapore (MAS) meminta perbankan atau perusahaan pembiayaan rumah untuk menghitung posisi utang calon debitur sebelum mengabulkan permohonan KPR.

Pinjaman untuk membeli rumah ini tidak boleh membuat utang calon nasabah terhadap pendapatan, atau debt servicing ratio (DSR), lebih dari 60%. Di atas itu, bank akan dicap tidak berhati-hati.

Bunga yang diterapkan tergantung pasar, atau 3,4% untuk KPR dan 4,5% untuk kredit properti non-rumah, dipilih yang lebih tinggi.
Januari lalu, pemerintah menaikkan pajak properti atau stamp duty 5% – 7%. Nanti, aturan DSR akan dievaluasi dalam periode tertentu. Indeks harga properti di Singapura naik 0,6% menyentuh rekor 213,2 sepanjang tiga bulan hingga akhir Maret.

Menurut Knight Frank LLP dan Citi Private Bank, Singapura adalah kawasan dengan harga rumah termahal kedua di Asia, setelah Hong Kong.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Sudah 5 Tahun, Bank Mutiara Belum Juga Laku Terjual

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2013/08/29/5/093059_mutiara.jpg

 

Jakarta – PT Bank Mutiara Tbk (eks Bank Century) belum juga menemukan ‘jodohnya’. Dalam periode 2008 sampai 2013 ini, tak ada satu investor pun yang resmi mengambil alih bank seharga Rp 6,7 triliun ini.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang baru saja melaksanakan proses penjualan saham Bank Mutiara yang ke-4 juga menemui jalan buntu.

LPS mengungkapkan, di awal pendaftaran terdapat 6 calon investor yang telah menyatakan minat. Namun hanya 5 calon yang telah mendaftar dengan memasukkan dokumen yang dipersyaratkan.

“Setelah LPS melaukan prakualifikasi terdapat dua calon yang memenuhi persyaratan administratif untuk dapat memasukkan tahapan penawaran awal,” ungkap LPS dalam keterangannya, Kamis (29/8/2013).

Sayangnya, sampai dengan batas waktu yang ditentukan kedua calon investor yang lolos tersebut tidak memasukkan penawaran awal.

“Dan menyatakan tidak akan mengikuti proses penjualan saham Bank Mutiara lebih lanjut,” terang LPS.

Dengan tidak adanya calon investor yang melanjutkan proses penjualan saham maka LPS menutup proses penjualan saham.

“Dan sesuai amanat Pasal 42 UU LPS, LPS akan membuka kembali proses penjualan saham PT Bank Mutiara Tbk pada waktu yang akan ditentukan kemudian,” ungkapnya.

Maka sejak diambil alih atau pada 2008 sampai saat ini tidak ada yang berminat membeli Bank Mutiara di harga Rp 6,7 triliun. Masa 3 tahun penawaran sesuai undang-undang dan ditambah 2 tahun pun sudah lewat.

Berdasarkan UU LPS, jangka waktu maksimal penjualan aset Bank Century adalah selama 5 tahun sejak pengambilalihan oleh LPS di November 2008 seharga Penyertaan Modal Sementara (PMS) yang telah diberikan, yakni Rp 6,7 triliun.

“Kalau dari Undang-Undang, kita harus jual akhir tahun ini sebesar Rp 6,7 triliun. UU yang ngomong begitu. Kita nggak bilang, tapi UU bilang dijual sebesar PMS yang ditentukan,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo ketika itu.

Namun, jika dalam 5 tahun atau sampai 2013 penjualan aset Bank Century atau Bank Mutiara ini tidak laku terjual, maka LPS akan memberikan kepada pihak yang menawar dengan harga tertinggi. Jadi tidak harus sebesar Rp 6,7 triliun.
(sumber: http://finance.detik.com)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

 

Harga emas Antam melompat lagi Rp 18.000 hari ini

Harga emas Antam melompat lagi Rp 18.000 hari ini

JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Kamis (29/8) naik dibanding dari harga kemarin.

Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga 1 gram emas Antam dibanderol Rp 573.000. Angka ini  naik Rp 18.000  dibanding harga Selasa (27/8).

Sementara, harga pembelian kembali emas (buyback) oleh pihak Antam Rp 495.000. Angka tersebut naik Rp 5.000 dibanding harga kemarin.

Adapun harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya, yakni:
1 gram: Rp 573.000
5 gram: Rp 2.720.000
10 gram: Rp 5.390.000
25 gram: Rp 13.400.000
50 gram: Rp 26.750.000
100 gram: Rp 53.450.000
250 gram: Rp 133.500.000

(sumber: http://investasi.kontan.co.id)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

 

%d bloggers like this: