Reksadana syariah relatif lebih stabil

Reksadana syariah relatif lebih stabil

Reksadana syariah relatif lebih stabil

JAKARTA – Kinerja reksadana syariah hingga bulan ketujuh tahun ini cukup baik. Berdasarkan data PT Infovesta Utama, pada kelompok reksadana saham syariah, produk reksadana milik PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen bertajuk Batavia Dana Saham Syariah mencetak return tertinggi sebesar 14,75% untuk periode 28 Desember 2012-17 Juli 2013 (year to date).

Dalam situs resmi Batavia dijelaskan, produk ini diputar pada instrumen pasar uang yang termasuk daftar efek syariah sekitar 0%-20%. Sementara, sekitar 80%-100% diputar pada ekuitas yang terdaftar pada efek syariah.

BNP Paribas Pesona Syariah milik PT BNP Paribas Investment Partners berada di posisi kedua dengan return sebesar 12,52%. Penempatan portofolio produk ini sebesar 89,29% ditempatkan pada saham dan sisanya di instrumen pasar uang. Beberapa emiten yang menjadi portofolio reksadana ini antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners, Vivian Secakusuma mengatakan, produk syariah masih cukup bergairah, meski belum menjadi produk favorit. Walaupun cukup volatil, namun menurut Vivian, koreksi di pasar saham masih terbilang wajar. Oleh sebab itu, ia mengaku belum perlu mengalihkan ke aset yang lebih aman. “Reksadana BNP Pesona Syariah hingga kini memiliki dana kelolaan sekitar Rp 2 triliun,” ujar dia.

Untuk jenis reksadana campuran syariah, produk milik PT Samuel Aset Manajemen bernama SAM Syariah Berimbang mencetak return tertinggi sebesar 17,85% year to date. Adapun, posisi pertama pada reksadana pendapatan tetap syariah ditempati oleh BNI-AM Dana Syariah besutan PT BNI Asset Management dengan return 0,41% year to date.

Alvin Pattisahusiwa, Director of Investment PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berpendapat, kinerja reksadana syariah relatif lebih sehat dibanding reksadana konvensional. “Sebab reksadana syariah tidak menempatkan aset dasar pada saham perbankan dan multifinance. Dengan asumsi itu, diharapkan return produk ini lebih baik pada semester-II ini,” ungkap Alvin, Kamis (18/7).

MAMI memiliki satu reksadana syariah, yaitu Manulife Syariah Sektoral Amanah. Produk ini mencatatkan kinerja 10,07% year to date. Berdasarkan fund fact sheet MAMI per 28 Juni 2013, komposisi portofolio produk ini sebesar 88,40% berada di instumen saham dan sisanya di pasar uang.

Edbert Suryajaya, analis Senior PT Finera Prosperindo memprediksi, kinerja reksadana saham syariah hingga akhir tahun mencapai 5,5%-7%. Reksadana campuran syariah sekitar 4%-6% dan reksadana pendapatan tetap syariah di kisaran 3%-4%.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Advertisements

Posted on July 19, 2013, in Beli/Jual - Buy/Sell Stocks, Berita, Berita Komoditi - Index Futures, Bisnis - Investasi, Just Info, Kurs Global, Perkembangan Ekonomi, Rekomendasi Saham, Reksadana - Asset Management. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: