Ukie Jaya Mahendra : Untung 5-10%, Beralih ke Saham yang Baru Naik

Headline Jakarta – Empat saham mendapat rekomendasi positif dengan pola switching. Untung 5-10% jual dulu dan beralih ke saham yang baru akan naik. Saham apa saja?

Ukie Jaya Mahendra, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) memperkirakan, laju IHSG dalam sepekan ke depan akan fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Positifnya ekspektasi atas kinerja emiten domestik dan luar negeri untuk semester I-2013 jadi katalisnya.

Ukie merekomendasikan empat saham yang pertumbuhan fundamental cukup baik dan secara teknikal sangat baik untuk dikoleksi. “Dalam tempo mingguan, saham-saham tersebut bisa dimainkan dengan pola switching, buy on weakness terhadap saham-saham bluechips yang belum naik dan saham yang sudah naik dijual dulu. Dalam sepekan, jika sudah mendapatkan gain 5-10% pada saham-saahm tersebut bisa keluar dulu dan beralih ke saham yang baru akan naik,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (12/7/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 28,89 poin (0,63%) ke posisi 4.633,108. Intraday terendah 4.592,984 dan tertinggi 4.679,531. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy hingga Rp282,24 miliar dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Mengakhiri pekan lalu, IHSG menguat 0,63% ke 4.633. Apa yang terjadi?

Di awal sesi IHSG melaju positif karena positifnya laju bursa regional. Tapi, pada sesi dua, market mulai profit taking. Tapi, jelang penutupan, IHSG kembali naik. Artinya, pasar masih percaya bahwa rebound IHSG masih akan berlanjut.

Selama Juni dan awal Juli terjadi penjualan saham besar-besaran dari investor asing. Hal ini dipicu oleh ekspektasi melambungnya inflasi. Dan, ternyata otoritas moneter merespons dengan sangat baik. Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate 50 basis poin ke 6,50%. Ini menjadi katalis yang baik bagi pasar. Sebab, otoritas moneter berani mengambil kebijakan.

Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG sepekan ke depan?

Dalam sepekan ke depan, saya melihat potensi berlanjutnya penguatan IHSG. Apalagi, dalam waktu dekat akan mulai rilis laporan keuangan untuk semester I-2013. Ini juga berbarengan dengan laporan earning di bursa regional yang juga diekspektasikan positif.

Level support dan resistance-nya?

Dalam sepekan ke depan, support indeks berada di angka 4.504 dan resistance 4.818 dengan kecenderungan menguat dan tingkat volatilitas yang tinggi juga. Meski volatile, IHSG cenderung menguat.

Sebab, sentimen laporan keuangan akan mestimulus pasar. Sentimen ini juga dikombinasikan dengan potensi technical rebound IHSG setelah sebelumnya mengalami penurunan dahsyat. Karena itu, penguatan indeks akan berlanjut. Apalagi, ada peluang investor asing kembali masuk ke bursa saham Indonesia untuk membeli saham-saham yang bagus dengan valuasi yang murah pascapenurunan tajam.

Bagaimana dengan faktor eksternal?

Dari faktor eksternal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi, saham-saham yang listing di Wall Street dan Eropa juga akan merilis kinerja keuangannya. Jadi, saya pikir itu, akan bagus juga sehingga menjadi stimulus tambahan bagi pergerakan saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, kebayakan dari kinerja emiten, ekspektasinya cukup positif.

Bagaimana dengan kenaikan BI rate yang justru dikhawatirkan dapat menggerus perekonomian Indonesia?

Memang, kenaikan BI rate bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Tapi, menurut saya itu sudah price in atau terdiskon di pasar pada pelemahan sebelumnya. Tingginya inflasi juga justru menunjukkan daya beli sehingga bagus juga untuk pertumbuhan ekonomi untuk semakin tinggi. Ini juga menjadi dorongan untuk meningkatkan ekspor.

Belum lagi dengan dana Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang akan dialihkan untuk stimulus pembangunan infrastruktur, dan ekonomi lainnya. Karena itu, saya melihat potensi penguatan IHSG dalam sepekan ke depan.

Saham-saham pilihan Anda?

Dalam sepekan ke depan, saya melihat positif saham-saham infrastruktur seperti PT Surya Semesta Internusa (SSIA), PT AKR Corporindo (AKRA). AKRA sebagai distributor BBM, jaringan distribusinya meningkat, PT Bumi Serpong Damai (BSDE) boleh dikoleksi. Dari sektor perbankannya, saya melihat PT Bank Tabungan Negara (BBTN).

Mengapa pilihan jatuh pada saham-saham tersebut?

Saham-saham tersebut, pertumbuhannya cukup baik. Secara teknikal, secara umum saham-saham tersebut juga sangat baik untuk dikoleksi.

Bagaimana strategi trading dan target penguatan pada saham-saham itu?

Dalam tempo mingguan, saham-saham tersebut bisa dimainkan dengan pola switching, buy on weakness terhadap saham-saham bluechips yang belum naik dan saham yang sudah naik dijual dulu. Dalam sepekan, jika sudah mendapatkan gain 5-10% pada saham-saahm tersebut bisa keluar dulu dan beralih ke saham yang baru akan naik. [jin]

(sumber: http://pasarmodal.inilah.com/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia