IHSG Ditutup Turun 29,82 Poin

IHSG Ditutup Turun 29,82 Poin

Direktur Utama BEI Ito Warsito (kanan) berbincang bersama tiga CEO emiten baru, masing-masing (dari kiri ke kanan) Direktur Utama PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) Achmad S Kartasasmita, Presiden Direktur PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) Harijono Suwarno, dan Direktur Utama PT Victoria Investama Tbk (VICO) Aldo Jusuf Tjahaja di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/7). Di tengah koreksi yang melanda indeks harga saham gabungan (IHSG), saham tiga emiten ini justru menguat dan mencetak poin. Saham PT Victoria Investama Tbk (VICO) pada perdagangan perdananya dibuka naik di angka Rp 150 per saham dari harga perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 125 per saham. Sementara saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada perdagangan perdananya dibuka naik menjadi Rp 610 per saham dari harga IPO Rp 480 per saham. Saham PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) pada perdagangan perdana dibuka hijau ke level Rp 1.420 per saham dari harga IPO sebesar Rp 1.380 per saham. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZAJAKARTA– Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, ditutup turun sebesar 29,82 poin atau 0,68% ke posisi 4.403,80.Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,02 poin (0,41%) ke level 728,21.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa penguatan indeks pada pagi hari tadi tidak berlanjut pada penutupan perdagangan saham hari ini (9/7).

“Penguatan indeks Dow Jones tadi malam tidak serta-merta membawa indeks BEI meningkat dan gagal untuk mengubah tren jangka pendek IHSG ke arah positif,” kata dia. Yuganur memperkirakan secara teknikal penutupan di bawah level psikologis 4.600 poin menandakan bahwa arah IHSG BEI masih berada dalam tren yang negatif.

Ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan di antaranya Bekasi Fajar (BEST), Wijaya Karya (WIKA), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Alam Sutera (ASRI). Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan bahwa maraknya pelaksanaan IPO diharapkan dapat menahan aksi jual saham oleh investor.

“Tahun ini, sudah ada sebanyak 23 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI, kami optimistis target 30 perusahaan dapat tercapai,” ujar dia. Ia mengharapkan perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di pasar modal dapat turut memberikan kontribusi pertumbuhan bagi pasar modal Indonesia.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 141.813 kali dengan volume mencapai 4,58 miliar lembar saham senilai Rp5,15 triliun. Sementara itu di bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 100,82 poin (0,49%) ke level 20.683,01, indeks Nikkei-225 naik 363,56 poin (2,58%) ke level 14.472,90, dan Straits Times menguat 28,02 poin (0,89%) ke posisi 3.183,49. (ant/gor)

 

(sumber: http://www.investor.co.id/)

 

<strong>Visit us at:</strong>

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia

Posted on July 9, 2013, in Beli/Jual - Buy/Sell Stocks, Berita, Bisnis - Investasi, Bursa Efek Indonesia, Corporate Finance, Info Saham - Update IHSG, Just Info, Lainnya, LQ 45, Obligasi, Rekomendasi Saham. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: