IHSG Datar-Naik, Tujuh Saham Layak Dicermati

Jakarta – Hingga penutupan Jumat (28/6/2013), laju IHSG diprediksi mendatar cenderung menguat dalam support 4.595 dan resistance 4.773. Tujuh saham dinilai layak dicermati.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat (28/6/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 77,97 poin (1,67%) ke posisi 4.753,723. Level terendah 4.721,576 dan tertinggi 4.772,817. Investor asing mencatakan aksi beli bersih (net fereign buy) sebesar Rp294,1 miliar.

Dalam risetnya, Danareksa Research Institute melaporkan, IHSG bersama bursa Asia ditutup ceria. Setelah sebelumnya naik tajam, IHSG juga berhasil melanjutkan penguatannya dengan naik 1,92% ke level 4.675.75. Sentimen positif datang dari rilis indikator ekonomi AS yang masih mampu menyokong pasar bergerak lebih tinggi.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama 2013 final AS naik 1,8%, dari perhitungan sebelumnya sebesar 2,4 %. Dari kawasan Asia laba perusahaan manufaktur China dalam 4 bulan terakhir mencapai 1,61 triliun yuan atau setara US$262,6 miliar), atau meningkat 11,4% dari tahun sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,77 % ke level 15.024,49, dengan sokongan saham-saham keuangan dan konsumen. Sejumlah rilis indikator ekonomi AS mendorong kinerja bursa makin kuat. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun sebanyak 9 ribu menjadi 346 ribu aplikasi.

Selain itu, data National Association of Realtors memperlihatkan penjualan rumah di AS (pending home sales index) yang naik 6,7% (bulanan) di bulan Mei (12,1% secara tahunan). Kondisi itu, seiring dengan tingginya permintaan.

US Commerce Department sendiri mengumumkan naiknya konsumsi dan belanja rumah tangga sebesar 0,3% di bulan Mei.

Pagi tadi, mayoritas bursa Asia dibuka menguat. Sementara itu, harga minyak Brent turun ke level US$102,71 per barel, dan emas melemah ke level US$1.204,10 per troy ounce.

Secara teknikal, Danareksa menyebutkan, tekanan jual pada saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih kuat. Artinya secara teknikal, di periode menengah, pasar diprediksi sideways menguat. Sedangkan di periode intraday, indeks juga berpotensi sideways menguat.

Di atas semua itu, prediksi periode minor (1-5 hari), IHSG melaju sideways cenderung menguat sedangkan intraday sideways menguat. Level support-resistance 4.595,3-4,773.2.

Saham yang layak dicermati adalah PT Unilever Indonesia (UNVR), PT AKR Corporindo (AKRA), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG), dan PT Lippo Karawaci (LPKR).

(sumber: http://pasarmodal.inilah.com/)

Visit us at:

http://www.phillip.co.id/
http://www.poems.co.id/
http://phillipsecuritiesindonesia.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia,_PT
http://id.wikipedia.org/wiki/Phillip_Securities_Indonesia