Monthly Archives: May 2013

Jadi Bos Pabrik Pembuat Produk Apple, Orang Ini Punya Harta Rp 45 Triliun

Jadi Bos Pabrik Pembuat Produk Apple, Orang Ini Punya Harta Rp 45 Triliun

Produk Apple diciptakan oleh Steve Job dari AS. Namun, produksi massal produk-produk Apple dilakukan di Taiwan oleh sebuah perusahaan bernama Foxconn yang namanya sudah cukup dikenal di dunia industri teknologi.

Melonjaknya penjualan Apple, membuat bisnis Foxconn juga ikut moncer. Sang pemilik perusahaan inipun menjadi orang terkaya nomor 4 di Taiwan dengan kekayaan US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 45 triliun.

Dikutip dari Forbes, Jumat (31/5/2013), pemilik Foxconn yang menjadi salah satu orang terkaya itu adalah Terry Gou. Lewat perusahaannya yaitu Hon Hai Precision yang dikenal dengan nama Foxconn, bisnis Terry tidak selalu mulus.

Pada 2011, Foxconn sempat dihantam oleh kabar kekerasan dan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap pegawainya, sampai timbulnya tindakan bunuh diri oleh pegawai yang tidak kuat dengan perlakuan kerja di perusahaan tersebut.

Namun dalam setahun, kabar tersebut mereda, dan penjualan serta keuntungan Foxconn meningkat. Perusahaan ini sekarang mempekerjakan 1,3 juta pegawai. Pada Desember 2012, Hon Hai membeli 9% saham di perusahaan produsen kamera video yaitu GoPro.

Bisnis Foxconn akan meluas sampai ke Indonesia. Rencananya perusahaan ini akan menggandeng Agung Sedayu Group untuk masuk ke Indonesia dan membangun pabrik pembuatan HP atau ponsel tahun ini juga.

(sumber: http://finance.detik.com/)

Advertisements

Bank Maspion Jual Saham Perdana Rp 360-480 per Lembar

Bank Maspion Jual Saham Perdana Rp 360-480 per Lembar

PT Bank Maspion Indonesia Tbk menawarkan harga saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) perseroan di kisaran Rp 360-480 per saham. Perseroan menargetkan bisa meraup dana segar sebesar Rp 300 miliar dari penawaran tersebut.

Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 770 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau sekitar 19,99% dari modal disetor.

“Kita tetapkan kisaran harga di Rp 360 sampai Rp 480 per saham. Penggunaan pendanaan untuk jangka panjang dan ekspansi,” kata Made Windi Wijaya dari Makinta Securities selaku penjamin pelaksana emisi perseroan saat acara Due Diligence Meeting, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Dia mengatakan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan seluruhnya untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang guna meukung ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

Jadwal penawaran umum yang direncanakan oleh perseroan adalah periode bookbuilding 24 Mei-11 Juni 2013, perkiraan efektif 25 Juni 2013, perkiraan masa penawaran 27 Juni-1 Juli 2013, perkiraan penjatahan 3 Juni 2013, refund dan distribusi 5 Juni 2013, dan perkiraan pencatatan saham 8 Juni 2013.

(ang/ang)

(sumber: http://finance.detik.com/)

OBLIGASI KORPORASI Harga obligasi Pertamina anjlok terdalam se-Asia

OBLIGASI KORPORASI

Harga obligasi Pertamina anjlok terdalam se-Asia

Obligasi milik PT Pertamina Persero menjadi surat utang berkinerja terburuk di Asia bulan ini. Maklum, harga obligasi Indonesia melemah paling besar di kawasan.

Harga surat utang Pertamina yang bertenor 30 tahun turun ke 92,6 sen dollar kemarin, 7,4 sen di bawah harga awalnya. Penurunan ini merupakan yang paling besar di antara obligasi korporasi lainnya di Asia, di luar Jepang.

Menurut indeks JPMorgan Chase & Co, harga surat utang sudah terpangkas 3,77% tahun ini, melampaui penurunan 14 negara Asia lainnya.

Seiring dengan itu, yield atau imbal hasil obligasi korporasi Indonesia yang berdenominasi dollar itu melonjak. Pekan ini, rata-rata yield obligasi korporasi menanjak 4,97%.

Kemarin, Standard Chartered Plc memangkas prediksi pertumbuhan Indonesia ke 6,2%,dari 6,5% untuk tahun 2013. Alasannya, kondisi ekspansi ekonomi Indonesia ditambah pelemahan rupiah.

Kemarin, rupiah melemah lagi untuk hari ke-9. Ini merupakan pelemahan terpanjang mata uang Garuda sejak 2004.

“Saat Indonesia menghadapi gangguan di sisi makroekonominya, obligasi perusahaan pemerintah, dalam hal ini Pertamina, menawarkan valuasi yang cukup menarik. Spread-nya lebar namun saya pikir mereka relatif menarik dan murah bagi investor yang sedang mencari obligasi macam ini,” kata Kaushik Rudra, Head of Credit Research Standard Chartered.

Setelah Pertamina, obligasi dollar dengan penurunan harga terbesar nomor dua adalah obligasi PT Bhakti Investama.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

BEI optimis dapat 20 IPO baru di semester

BEI optimis dapat 20 IPO baru di semester I

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis mampu menarik 20 perusahaan untuk mencatatkan sahamnya atau menggelar initial public offering (IPO) pada semester I 2013. BEI sebelumnya menargetkan menggaet 30 perusahaan untuk melakukan IPO selama 2013.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengungkapkan, BEI telah memproses sekitar 20 perusahaan. “Kami tetap optimis tren itu akan tercapai. Karena beberapa perusahaan yang IPO pada Juni mendatang,” kata Ito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (31/5).

Ia mengungkapkan, sudah terdapat belasan perusahaan yang tengah menunggu proses untuk melaksanakan IPO di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara sejak awal tahun sampai sekarang, sudah ada 10 emiten baru yang tercatat di BEI. Mereka adalah:

1. PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM)
Nilai emisi Rp 138 miliar
Waktu listing: 9 Januari 2013.
Dibuka pada harga Rp 230 dan ditutup pada Rp 230.
Penjamin emisi PT OSK Nusadana Securities Indonesia

2. PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
Nilai emisi Rp 101,75 miliar
Waktu listing 10 Januari 2013.
Dibuka dengan harga Rp 185 ditutup dengan harga Rp 200, naik 8,11%.
Penjamin emisi PT Valbury Asia Securities

3. PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME)
Nilai emisi Rp 72 miliar
Waktu listing 11 Januari 2013.
Dibuka dengan harga Rp 400 dan ditutup dengan harga Rp 455, naik 13,75%.
Penjamin emisi PT Lautandhana Securindo

4. PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
Nilai emisi Rp 440 miliar
Waktu listing 16 Januari 2013.
Dibuka dengan harga Rp 110 dan ditutup dengan harga Rp 96, turun 12,73%.
Penjamin emisi PT Valbury Asia Securities, PT Brent Securities

5. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)
Nilai emisi Rp 90,85 miliar
Waktu listing 20 Februari 2013
Dibuka dengan harga Rp 230 dan ditutup dengan harga Rp 345, naik 50%.
Penjamin emisi PT BCA Securities

6. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP)
Nilai emisi Rp 855,5 miliar, waktu listing 22 Februari 2013.
Dibuka dengan harga Rp 295 dan ditutup dengan harga Rp 290, turun 1,69%.
Penjamin emisi PT Andalan Artha Visindo Securities

7. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN)
Nilai emisi Rp 448,7 miliar
Waktu listing 25 Maret 2013.
Dibuka dengan harga Rp 350 dan ditutup dengan harga Rp 385, naik 10%.
Penjamin emisi PT Mandiri securities, PT OSK Nusadana Securities Indonesia

8. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)
Nilai emisi Rp 400,02 miliar, waktu listing 8 Mei 2013.
Dibuka dengan harga Rp 1.200 dan ditutup dengan harga Rp 1.190, turun 0,83%.
Penjamin emisi PT Bahana Securities

9. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
Nilai emisi Rp 808,43 miliar
Waktu listing 20 Mei 2013.
Dibuka dengan harga Rp 375 dan ditutup dengan harga Rp 430, naik 14,67%.
Penjamin emisi PT Ciptadana Securities

10. PT Mitra Pinashika Mustika Tbk (MPMX)
Nilai emisi Rp 1,45 triliun
Waktu listing 29 Mei 2013.

Dibuka dengan harga Rp 1.500 dan ditutup dengan harga Rp 1.460, turun 2,67%.

Penjamin emisi PT Morgan Stanley Asia Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities.

(sumber: http://investasi.kontan.co.id/)

Fasilitas Online Trading Memudahkan Aktivitas Transaksi

Fasilitas Online Trading Memudahkan Aktivitas Transaksi

PERKEMBANGAN teknologi informasi berpengaruh terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Secara lebih luas, teknologi medukung aktivitas bisnis menjadi lebih efisien dan efektif. Industri pasar modal dan keuangan merupakan salah satu tolok ukur perekonomian suatu negara. Hingga saat ini, teknologi sudah sangat berperan bagi pertumbuhan pasar modal.

Sepuluh tahun yang lalu, bertransaksi di pasar modal hanya bisa dilakukan oleh investor melalui jasa broker dan dealer. Order transaksi dari investor disampaikan kepada perusahaan efek secara tertulis atau melalui layanan telepon dengan rekaman pembicaraan. Namun, terdapat sejumlah kendala yang kerap muncul seperti terhambatnya order transaksi karena masalah jaringan telepon atau tehambatnya pengiriman order melalui mesin faximile.

Kendala tersebut menyebabkan investor bisa kehilangan kesempatan meraih keuntungan dari pergerakan pasar modal yang cepat. Selain itu, jangkauan investor pun lebih terbatas. Namun, dalam lima tahun terakhir, teknologi mampu mereduksi kendala-kendala tersebut serta memenuhi kebutuhan akan kecepatan dan ketepatan dalam transaksi bursa saham yang sangat penting.

Perkembangan teknologi perdagangan saham di pasar modal ditandai dengan hadirnya online trading. Kemajuan ini memudahkan investor, para broker, trader dan institusi yang terkait, untuk dapat dengan cepat menganalisa dan mengambil keputusan investasi.
Saat ini, hampir sebagian besar perusahaan sekuritas telah memiliki fasilitas online trading. Fasilitas online trading ini memudahkan investor untuk melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja menggunakan perangkat komputer, laptop, tablet, bahkan smart phone yang dilengkapi jaringan internet.

Selain mempermudah transaksi saham dan memperluas jangkauan transaksi, online trading juga dapat meminimalisir kesalahpahaman atau kekeliruan dalam memasukkan order transaksi, misalnya salah mendengar instruksi besaran lot atau kesalahan dealer dalam menginput jumlah saham yang dipesan.

Fasilitas online trading umumnya dilengkapi berbagai data pendukung sebagai bahan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi. Misalnya, investor juga dapat mengakses laporan keuangan emiten, melihat chart teknikal harga saham setiap emiten, dan membaca news serta menganalisa informasi perusahaan.

Dalam perkembangannya, banyak sekuritas yang mengembangkan fasilitas online trading menjadi lebih baik dan cepat, yang dapat diakses melalui layanan Blackberry, Apple Ipad maupun Android. Namun, sebelum melakukan online trading, para investor harus menjadi nasabah di perusahaan efek atau broker saham terlebih dahulu.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat sekitar 120 perusahaan efek yang menjadi anggota BEI. Pertama kali investor harus melakukan pembukaan rekening dengan mengisi dokumen pembukaan rekening. Di dalam dokumen pembukaan rekening tersebut memuat identitas nasabah lengkap (termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan) serta keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.

Perdagangan dilakukan melalui proses tawar menawar secara berkesinambungan (Continuous Auction Market) dalam satuan perdagangan efek. Tawar menawar dilakukan dengan memperhatikan prioritas harga dan waktu (Price and Time Priority). Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijualbelikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut dengan lot, dimana satu lot berarti 500 lembar saham.

?Setiap transaksi online trading akan langsung tercatat pada sistem perdagangan di BEI. Untuk menjamin transparasi kepemilikan saham dan efek lainnya, investor akan memperoleh kartu AKSES yang dapat digunakan untuk melihat mutasi jual-beli saham serta saldo saham investor. Melalui kartu AKSES, rekening efek nasabah dapat diakses melalui situs secara online untuk melihat dan mengecek saldo efek (saham) dan mutasi saham yang ada di rekening masing-masing investor. (TIM BEI)
(//mrt)

(sumber: http://economy.okezone.com/)

%d bloggers like this: