Peringkat Bakrie Telecom Diturunkan

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings telah menurunkan peringkat jangka panjang mata uang asing dan mata uang lokal Issuer Default Ratings (IDR) PT Bakrie Telecom (BTEL) dari CCC menjadi CC.

Fitch juga telah menurunkan peringkat obligasi sebesar 380 juta dollar AS yang akan jatuh tempo pada Mei 2015. Obligasi ini dijamin sepenuhnya oleh BTEL dan peringkatnya turun dari CCC ke CC.

Recovery Rating dari surat utang tersebut berada di RR4. Prospek stabil telah dihapuskan.

Demikian pernyataan dari Fitch di Jakarta, Selasa (23/4/2013). Fitch melihat ada hal-hal yang membuat peringkat ini menurun.

Fitch berpendapat, BTEL kemungkinan besar akan merestrukturisasi utang tanpa jaminan sebesar 380 juta dollar AS (senior unsecured bond). Kemungkinan ini mengemuka karena lemahnya likuiditas dan kecilnya kemungkinan dari perbaikan operasional.

BTEL telah gagal mendanai interest reserve account yang disebutkan dalam dokumentasi surat utangnya, sehingga mengharuskan BTEL untuk selalu menyimpan minimal satu pembayaran kupon dan setidaknya dua pembayaran kupon (sekitar 43,7 juta dollar AS) di rekening selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pembayaran kupon (7 Mei 2013).

Jumlah yang tersedia di rekening itu hanya 8 juta dollar AS per akhir Desember 2012. Hal ini termasuk dalam event of default dalam terms dari surat utang tersebut. Walaupun masih ada kemungkinan perusahaan bisa membayar kupon 21,9 juta dollar AS yang jatuh tempo pada 7 Mei 2013, kegagalan membayar kemungkinan besar akan berakibat kepada diturunkannya peringkat BTEL ke C.

Fitch berpendapat bahwa para pemilik surat utang 380 juta dollar AS memiliki pilihan yang terbatas dan mungkin tidak akan mempercepat pembayaran utang pada saat ini. Surat utang tersebut saat ini diperdagangkan pada harga jauh dibawah 50 sen per 1 dollar AS dan kemungkinan perusahaan akan mengalami kesulitan untuk membayar kembali surat hutang yang akan jatuh tempo di bulan Mei 2015.

Alasan lain adalah likuiditas yang terbatas. Jumlah kas dan EBITDA yang dihasilkan BTEL di 2013 kemungkinan besar tidak cukup untuk memenuhi kewajibannya. Fitch memperkirakan bahwa defisit kas akan berada di sekitar 50-60 juta dollar AS dan maksimum 30 juta dollar AS dari defisit tersebut dapat didanai oleh utang.

Dalam terms dari obligasi dollar AS, BTEL hanya mampu mendapatkan tambahan 30 juta dollar AS utang baru karena perusahaan tetap melanggar incurrence covenant.

Utang konsolidasi/EBITDA perusahaan selama 12 bulan terakhir berada di 5,2 kali per akhir Desember 2012, dibandingkan dengan incurrence covenant di 4,75 kali.

Faktor lain, perbaikan yang kurang memungkinkan. Fitch berpendapat bahwa EBITDA yang dihasilkan dari data tidak akan sepenuhnya menutupi penurunan di segmen suara dan SMS di 2 tahun kedepan.

BTEL kemungkinan akan kehilangan kemampuannya untuk berkompetisi dengan operator GSM yang lebih besar karena terbatasnya fleksibilitas untuk mengambangkan infrastruktur jaringan. Panduan belanja modal di 2013 sebesar 25 juta dollar AS atau 10-11 persen dari pendapatan tergolong jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tiga operator GSM teratas yang akan menginvestasikan setidaknya 25-30 persen dari pendapatan mereka untuk mengembangkan bisnis datanya.

Selama periode 2010-12, EBITDA dari BTEL turun sekitar 28 persen menjadi 102 juta dollar AS di 2012 disebabkan oleh turunnya pelanggan sebesar 10,7 persen menjadi 11,6 juta dan tingginya biaya kompetisi dan operasional.

Di tengah-tengah kondisi sulit, operator CDMA yang seperti BTEL dan PT Smartfren Telecom TBk (Smartfren, CC(idn)) kemungkinan akan berpartisipasi pada aktivitas konsolidasi karena mereka menghadapi ketatnya likuiditas dan lemahnya tingkat keuntungan.

Operator CDMA mengalami kesulitan karena terbatasnya variasi handsets dari CDMA dan menyempitnya perbedaan tarif antara operator CDMA dan GSM. Unit CDMA yang dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia TBk (Telkom,BBB-/Stabil) yang sebelumnya telah mendiskusikan rencana merger yang tidak berhasil dengan BTEL di 2010, bisa mengakuisisi salah satu operator CDMA yang lebih kecil untuk menguatkan basis pelanggannya.

Sensitivitas Peringkat BTEL memiliki tindakan pemeringkatan positif yang terbatas karena kendala pada likuiditas. Tetapi, tindakan pemeringkatan positif bisa saja terjadi bilamana ada perbaikan yang signifikan dari kinerja bisnisnya yang mengakibatkan perbaikan pada posisi likuiditas, walaupun Fitch berpendapat bahwa hal ini memiliki kemungkinan kecil untuk terjadi.

Selain itu, M&A transaksi dengan operator yang lebih besar atau investor yang lebih kuat yang akan memperbaiki kinerja finansial dan operasional perusahaan.

Tindakan pemeringkatan yang negatif bisa saja terjadi bilamana: Pengumuman restrukturisasi hutang yang menurut pendapat Fitch termasuk dalam distressed debt, yang sesuai dengan kriteria akan menyebabkan diturunkannya peringkat BTEL ke C.

Tidak dibayarnya kupon dari 380 juta dollar AS utang senior yang tidak dijamin.

sumber: (http://bisniskeuangan.kompas.com)