Bursa Asia Bergairah Menjelang Rilis Data Manufaktur China

Yen berupaya menarik minat investor.

Pasar saham Asia diharapkan memimpin perdagangan yang lebih tinggi lagi hari ini, menyusul saham-saham di Amerika Serikat yang ditutup naik, sekaligus mengatasi kekecewaan atas data manufaktur kunci dari China.

Seperti diberitakan cnbc.com, indeks acuan S&P ASX200 Australia diharapkan naik pada pembukaan perdagangan dengan indeks harga saham berjangka lokal memberikan 6 poin premium untuk patokan penutupan sebelumnya.

Perdagangan saham berjangka di Jepang mengarah ke campuran terbuka untuk Nikkei yang sudah reli sebelumnya.

Chicago berjangka diperdagangkan di 13.450, sementara Osaka berjangka ditutup di 13.580. Indeks patokan reli sebanyak 2 persen menjadi ditutup pada 13.568 pada hari Senin. Ini naik ke level tertinggi dalam hampir lima tahun karena yen melemah.

Investor menantikan survei awal April yang dilakukan oleh HSBC untuk mengetahui perkembangan terbaru pertumbuhan sektor manufaktur besar di China. HSBC mengungkapkan angka PMI (Purchasing Managers Indeks) pada bulan lalu naik, dari 50,4 pada Februari menjadi 51,7 pada Maret. Tapi ini tetap belum bisa melampaui angka tertinggi selama dua tahun, yaitu 52,3 yang terjadi pada awal tahun 2013. Indikator di atas 50 merupakan sinyal terdapat aktifitas ekspansif.

Yen berupaya menarik minat pasar dengan dipatok 100 per dolar pada awal perdagangan. Jepang menerapkan kebijakan stimulus moneter yang radikal untuk menghidupkan kembali dinamika perekonomiannya. Menurut analis, terobosan level psikologis hanya masalah waktu.

(http://bisnis.news.viva.co.id/)