Harga Cabai Rawit Masih Bertengger Sebesar Rp 60 Ribu per Kg

Harga cabai rawit merah di pasar tradisional masih pedas. Harga cabai rawit merah masih bertengger sekitar Rp 60 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya hanya Rp 16 ribu per kg.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com di Pasar Tradional Palmerah Jakarta Barat, menemukan kini pedagang mencampur penjualan cabai rawit merah dengan jenis lain yang lebih murah untuk menekan harga.

Harsini (35 tahun), salah satu pedagang mengatakan harga cabai rawit merah dari distributor besar di Pasar Induk Kramat Jati sudah mencapai Rp 55 ribu per kg. Sudah tentu, mereka akan menjual lebih mahal lagi.

Kondisi ini, menurut dia, sebenarnya tidak menguntungkan karena mahalnya harga cabai rawit membuat pedagang mengeluh penjualan mereka ikut terpengaruh.

“Kalau harganya normal, semua cabai (termasuk cabai rawit merah) bisa habis 20 kg. Sekarang ini cuma habis 10 kg. Cabai rawit merah malah gak sampai 5 kg,” tutur dia, Kamis (28/03/2013).

Karena kondisinya tidak stabil, Harsini mengaku terpaksa mencampur cabai rawit merah dengan cabai jenis lain yang harganya lebih murah sebesar Rp 17 ribu per kg.

Tak hanya Harsini, langkah serupa dilakukan pedagang lain agar cabai rawit merah tetap terbeli masyarakat.

“Cabai rawit merah yang sudah kita campur ini kita jual harganya tidak Rp 60 ribu per kg lagi, tapi Rp 50 ribu per kg,” aku dia.

Pedagang lain, Agus (32) dan Sinta (24) juga menjual cabai rawit merah campuran seharga Rp 50 ribu per kg.

Sinta ikut merasakan penurunan pembelian. Saat ini ia hanya mampu menjual sekitar 10 kg cabai per hari.

Sementara itu harga cabai rawit hijau di pasar Palmerah masih sekitar Rp 28 ribu-Rp 30 ribu per kg. Para pedagang berharap segera ada solusi untuk cabai rawit merah agar penjualan mereka naik.

“Kalau saya sih maunya secepatnya harga turun,” ujar Harsini yang mengaku selama 2 pekan terakhir penjualannya turun akibat tingginya harga cabai.

(liputan6.com)