DYANDRA MEDIA: Harga IPO Diperkirakan Rp780 Per Saham

Salah satu sayap bisnis Gramedia Group, PT Dyandra Media International Tbk akan melepas 1,28 miliar saham kepada publik atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dalam penawaran umum perdana

(initial public offering/IPO). Manajemen perseroan pernah mangungkapkan dapat menghimpun dana sekitar Rp1 triliun dari hajatan IPO ini. Jika merujuk pada jumlah saham yang akan dilepas dan target dana yang dihimpun, harga IPO Dyandar diperkirakan sebesar Rp780 per saham. Siang ini, manajemen perseroan akan menggelar paparan publik sekaligus penawaran awal alias bookbuilding atas rencana go public tersebut. Paparan publik perusahaan penyelenggara pertemuan, insentif, konferensi, pameran, dan hotel itu akan digelar di Cenderawasih Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat pada pukul 11.30 WIB-12.30 WIB. Dalam prospektus IPO yang dipublikasikan perseroan hari ini, Selasa (19/2/2013), masa penawaran awal akan dilangsungkan secara bertahap yakni 19-22 Februari, 26 Februari-1 Maret, dan 4-5 Maret. Sementara itu, tanggal efektif dari otoritas pasar modal ditargetkan dapat dikantongi pada 13 Maret sehingga perseroan bisa menggelar penawaran umum pada 15, 18, dan 19 Maret 2013 dengan target listing pada 25 Maret 2013. Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi dalam IPO perseroan adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia. Sebanyak 67% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penyertaan modal kepada entitas anak usaha, sekitar 24% akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan sekitar 9% digunakan sebagai modal kerja perseroan. Saat ini perseroan yang dipimpin langsung oleh Lilik Oetama, putra Jakob Oetama, itu memiliki empat subholding yang terdiri dari 30 perusahaan. Ke empat subholding itu adalah usaha penyelenggara pameran dan kegiatan bisnis terkait, pusat pameran dan konvensi, pemilik hotel, serta bisnis pendukung. Dyandra tercatat menyelenggarakan sekitar 300 kali pameran dan konvensi per tahun. Hingga 2014, Dyandra menargetkan memiliki 21 hotel dengan bendera Santika dan Amaris. (bisnis.com)

Posted on February 19, 2013, in Asosiasi pengusaha indonesia, Asset Management, Bapepam LK - IPO - Bonds - LQ45, Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: