PT Adaro Power Dituduh Ingkar Janji dalam Pengembangan PLTP

PT Adaro Power Dituduh Ingkar Janji dalam Pengembangan PLTP

PT Sejahtera Alam Energy (SAE) menyatakan PT Adaro Power mengingkari komitmen untuk mengembangkan PLTP Baturaden di Purwokerto secara bersama. Akibatnya, mereka pecah kongsi.

Direktur Utama PT SAE Ahmad Nugraha Juanda mengatakan, tanggal 7 Desember 2011, PT Trinergy sebagai induk usaha PT SAE telah menandatangani perjanjian dasar dengan PT Adaro soal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Baturaden. Lingkup perjanjian dasar tersebut diantaranya adalah perihal peminjaman dana dari PT Adaro Power kepada PT Trinergy.

“Pinjaman itu akan dikonversi dalam kurun waktu tiga bulan sejak perjanjian ditandatangani menjadi kepemilikan saham PT Adaro Power sebesar 60 persen di PT SAE,” kata Nugraha dalam laporan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Namun, tanggal 15 Desember 2011, Nugraha mengungkapkan, PT Adaro Power mengirimkan surat kepada PT Trinergy bahwa pinjaman dana tersebut akan dikonversi menjadi kepemilikan saham PT Adaro Power sebesar 60 persen di PT SAE sesuai tata cara yang telah disepakati dalam perjanjian dasar.

“Ternyata di dalam perjalanannya, tanpa alasan yang jelas, PT Adaro Power tidak pernah dapat merealisasikan pernyataan konversi pinjaman menjadi saham di PT SAE. Sehingga komposisi saham di PT SAE hingga saat ini sepenuhnya (100 persen) masih memiliki PT Trinergy,” tambah Nugraha.

Nugraha menambahkan, akibat lain dari tidak terealisasinya konversi pinjaman tersebut adalah kebutuhan atas pendanaan proyek selama 2012, sesuai dengan pedoman dokumen RKAB PT SAE yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Ditjen EBTKE yang harus ditanggung sepenuhnya oleh PT Trinergy.

“Managemen PT Trinergy telah mengirim pesan melalui surat elektronik, sms, telepon dan akhirnya mengirim surat resmi sebanyak tiga kali kepada PT Adaro Power untuk menanyakan kelanjutan kerja sama tersebut,” jelas Nugraha.

Namun, hingga akhir 2012, tidak pernah ada tanggapan apapun dari pihak PT Adaro Power. Sehingga, manajemen PT Trinergy memutuskan untuk menghentikan dan mengakhiri kerja sama dengan PT Adaro Power di PT SAE.

“Meskipun begitu, kegiatan pengembangan panas bumi WKP Baruraden tetap berjalan sesuai dengan jadwal sesuai dengan komitmen PT SAE terhadap pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah dan sesuai dengan ketetapan yang tercantum dalam IUP Panas Bumi Baturaden,” tutup Nugraha.

(economy.okezone.com)

Advertisements

Posted on January 11, 2013, in Asosiasi pengusaha indonesia, Berita, Berita Komoditi - Index Futures, Bisnis - Investasi, Demo - PHK - ProKontra. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: