IHSG Merosot 14 Poin Pasca Cetak Rekor Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 14 poin setelah kemarin mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Posisi indeks yang sudah tinggi dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengambil untung.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.600 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.610 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 4,458 poin (0,13%) ke level 4.359,140 terkena aksi ambil untung. Investor memanfaatkan rekor tertinggi IHSG kemarin untuk melepas saham.

Aksi ambil untung melanda saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik tinggi. Kini giliran saham-saham lapis dua yang menjadi incaran beli.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 29,645 poin (0,68%) ke level 4.334,953 menyusul koreksi di sembilan indeks sektoral akibat aksi profit taking. Baik investor lokal maupun asing semuanya melakukan aksi ambil untung.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks hari ini ada di level 4.324,384.

Menutup perdagangan, Rabu (31/10/2012), IHSG merosot 14,307 poin (0,33%) ke level 4.350,291. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,121 poin (0,41%) ke level 751,121.

Saham-saham bank yang kemarin naik tinggi kini mulai jadi bulan-bulanan investor. Sahamnya banyak dilepas untuk ambil untung. Hal yang sama juga terjadi di saham-saham konsumer.

Sedangkan saham-saham lapis dua menjadi penopang jatuhnya bursa kali ini, terutama berbasis aneka industri dan industri dasar. Lima sektor menguat, lima sektor lainnya melemah.

Kemarin, IHSG kembali mencetak rekor tertingginya didorong aksi beli saham-saham unggulan, terutama saham-saham bank. Indeks sempat bergerak lambat di awal perdagangan. Rekor terbaru IHSG berada di level 4.364,598 setelah menanjak 33,233 poin (0,77%).

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.578 kali pada volume 4,77 miliar lembar saham senilai Rp 4,331 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan hari ini dengan kompak menguat di zona hijau. Kinerja emiten regional berhasil mendorong aksi beli di saham-sahamnya.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,53 poin (0,32%) ke level 2.068,88.
  • Indeks Hang Seng melonjak 213,24 poin (1,00%) ke level 21.641,82.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 86,31 poin (0,98%) ke level 8.928,29.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 3,05 poin (0,10%) ke level 3.041,78.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 2.000 ke Rp 702.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 600 ke Rp 13.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 54.000, dan Supreme Cable (SCCO) naik Rp 350 ke Rp 5.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 49.150, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 21.400, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 5.100, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 6.850.

(finance.detik.com)