Harga Emas Naik karena Dolar Melemah

Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada Selasa (30/10) karena dolar melemah dan keputusan oleh bank sentral Jepang memperluas langkah-langkah stimulus ekonomi mendorong perdagangan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$3,4 atau 0,2%, menjadi menetap di US$1.712,1 per troy ons.

Setelah jatuh dalam dua sesi perdagangan sebelumnya, emas berbalik arah dan mengakhiri hari dengan kenaikan tipis.

Karena dampak merugikan dari Badai Sandy, lantai perdagangan di New York Stock Exchange ditutup, tetapi beberapa perdagangan ringan masih dilakukan secara elektronik.

Mendukung kenaikan harga emas pada Selasa (30/10) adalah berita bahwa bank sentral Jepang (Bank of Japan) memilih untuk memperluas program pembelian aset mereka menjadi 91 triliun yen (sekitar US$1,142 miliar) dari 80 triliun yen (US$1,004 miliar).

Langkah-langkah stimulus ekonomi yang positif untuk logam mulia, karena kekhawatiran inflasi tradisional menyebabkan emas naik.

Emas masih mempertahankan dasar yang kuat dari dukungan kebijakan pelonggaran kuantitatif yang baru-baru ini diambil oleh bank sentral, dan pedagang juga tampaknya berpikir kerusakan luas yang disebabkan oleh Badai Sandy akan mempengaruhi Federal Reserve AS untuk melanjutkan langkah-langkah stimulus.

Sentimen tambahan investor tersebut menyebabkan sedikit penjualan pada dolar yang selanjutnya mendukung emas. Melemahnya greenback membantu komoditas, karena membuat mereka lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya.

Sementara pasar ekuitas AS tetap tertutup, minyak mentah juga melihat keuntungan pada sesi, menambah menguntungkan kondisi pasar luar.

Perak untuk pengiriman Desember naik 7,1 sen, atau 0,22% menjadi ditutup pada US$31,816 per ons.

(mediaindonesia.com)