Walt Disney Diminta Buktikan Tuduhan

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) meminta perusahaan penerbit asal Amerika Serikat, Walt Disney, membuktikan tuduhan perusakan hutan dan pelanggaran HAM yang dilakukan pelaku industri kertas di Indonesia.

“Kami sangat terbuka jika mereka (Walt Disney) mau membuktikan tuduhan itu melalui penelitian di lapangan, kami akan segera kirim surat elektronik kepada mereka,” kata Wakil Ketua APKI Hendra Gunawan, usai diterima Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (29/10).

Hendra menjelaskan, ekspor produk kertas Indonesia ke AS secara keseluruhan hanya 4 persen dari total ekspor. Namun dikhawatirkan tuduhan itu akan berdampak pada citra produk kertas Indonesia di dunia internasional.

“Secara nilai dan produksi mungkin dampaknya tidak akan terlalu terasa, tapi kita khawatir terhadap citra produk kertas Indonesia,” kata Hendra.

Walt Disney memutuskan memboikot kertas asal Indonesia atas imbauan lembaga lingkungan internasional yang menyebutkan bahan baku kertas dari hutan Indonesia diperoleh secara ilegal.

Sebelumnya, industri pulp dan kertas Indonesia tengah mendapat sorotan dunia internasional pascapenyelidikan dumping (pembuangan limbah ke laut) yang akan dilakukan otoritas Jepang terhadap produk kertas Indonesia serta sempat mendapat tuduhan antidumping produk kertas oleh Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (USITC).

Pelaku industri kertas nasional saat ini tengah berupaya untuk membidik berbagai pasar baru untuk mencapai pertumbuhan ekspor 4-5 persen dengan kapasitas produksi hingga 7,3 juta ton untuk pulp dan 10 juta ton untuk kertas.

APKI sendiri memperkirakan kebutuhan tambahan pembangunan hutan tanaman industri (HTI) seluas 1,5 juta hektare guna menjamin ketersediaan bahan baku kayu untuk merealisasi target produksi yang diminta Kementerian Kehutanan yaitu 13,3 juta ton pulp dan 8,1 juta ton kertas pada 2014.

(metrotvnews.com)