Tower Bersama Bukukan Laba Rp 555 Miliar

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih periode berjalan hingga akhir kuartal ketiga 2012 sebesar Rp 555,11 miliar atau naik dari perolehan sama periode tahun sebelumnya Rp 342,42 miliar. Akuisisi 2.500 menara Indosat menjadi salah satu poin bagi pendongkrak kinerja perseroan.

TBIG berhasil mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp 1,138 triliun dan Rp 920 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012. Pendapatan meningkat 65 persen dan EBITDA meningkat 70 persen jika dibandingkan dengan periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2011. Jika triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan TBIG mencapai Rp 1,964 triliun, atau meningkat 102 persen dibanding pendapatan periode penuh tahun 2011 dan EBITDA mencapai Rp 1,619 triliun. Jumlah itu meningkat 112 persen dibanding EBITDA periode penuh tahun 2011.

“Akuisisi 2.500 menara Indosat merupakan tonggak penting bagi perusahaan kami. Selain itu, kami juga dengan senang mengumumkan satu lagi kuartal dimana kinerja operasional organik kami sangat memuaskan. Secara keseluruhan, kami telah menambah 4.369 penyewaan selama kuartal ini dimana porsi penambahan yang signifikan berasal dari penambahan kolokasi,” kata CEO TBIG, Hardi Wijaya Liong, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Akuisisi menara Indosat diselesaikan tanggal 2 Agustus 2012. Maka dari itu kinerja keuangan TBIG pada kuartal ini hanya mencerminkan pendapatan dari menara yang diakuisisi selama kurang dari dua bulan. TBIG memiliki 12.953 penyewaan dan 8.171 site telekomunikasi per 30 September 2012. Site telekomunikasi itu terdiri dari 6.714 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only , dan 417 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 11.496, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) TBIG menjadi 1,71.

(kompas.com)