Kepemilikan Mayoritas Bank Bisa Lebih 40%?

Bank Indonesia membuka ruang kepemilikan saham mayoritas di bank yang dimiliki institusi keuangan lebih dari 40 persen. Namun, kondisi itu harus melalui persetujuan Bank Indonesia dengan kasus-kasus tertentu.
Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad, mengatakan hal itu akan ditentukan oleh tingkat kesehatan masing-masing bank. Otoritas perbankan itu akan memberikan masa penyesuaian kesehatan hingga 1,5 tahun untuk memperbaiki tingkat kesehatan bank sebelum mencari investor baru. Setelah itu, BI akan memberikan tambahan waktu 5 tahun untuk divestasi.

Selain angka maksimal kepemilikan saham, BI juga akan menerapkan izin ganda (multiple license), setelah selama ini hanya memberlakukan izin tunggal (single license). “Semuanya harus melalui izin BI, termasuk angka yang lebih dari 40 persen,” ujar Muliaman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2012.

Seperti diketahui, BI saat ini tengah menggodok aturan kepemilikan saham maksimal, yang saat ini masih sebesar 99 persen. Rencananya, kepemilikan saham individu atau perorangan di perbankan hanya sebesar 20 persen.
Sementara itu, untuk individu atau keluarga yang memiliki bank melalui korporasi tertentu, kepemilikan saham maksimal 30 persen. Selanjutnya, untuk institusi keuangan, maksimal diperbolehkan memiliki bank sebesar 40 persen. Aturan itu akan berlaku bagi investor baru, baik investor asing atau lokal.

Sebelum aturan itu keluar, BI belum bisa memberikan izin akuisisi atau merger bagi bank asing yang ingin membeli bank di Indonesia, seperti PT Bank Danamon Tbk yang akan diakuisisi DBS Group.


Click to join phillipsecuritiesindonesia

Click to join phillipsecuritiesindonesia

source : vivanews.com