Transaksi Perdana, Saham VIVA Naik 33%

Saham PT Visi Media Asia Tbk dibuka menguat Rp100 atau 33 persen ke level Rp400 per saham saat diperdagangkan perdana di Bursa Efek Indonesia, Senin 21 November 2011. Harga saham juga sempat menembus level tertinggi di posisi Rp450 atau naik Rp150 (50 persen).

Sementara itu, indeks harga saham gabungan di BEI dibuka melemah ke level 3.713 atau terkoreksi 31,04 poin (0,83 persen). Pada prapembukaan tadi, IHSG juga turun 30,83 poin atau 0,82 persen di posisi 3.723,67.

“Visi Media Asia merupakan emiten ke-20 di BEI tahun ini, dicatat dengan kode VIVA di papan utama. Tentunya,

pencatatan perdana ini akan menambah kesemarakan di bursa dan saham VIVA akan menjadi koleksi investor portofolio,” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 21 November 2011.

Ito menambahkan, VIVA sudah harus secara konsisten menanamkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance atau GCG). “Sebagai perusahaan publik, mulai hari ini VIVA juga dituntut keterbukaan, tidak ada lagi hak pemegang saham mayoritas dan hak pemegang saham publik,” tuturnya.

Seperti diketahui, otoritas bursa telah menyetujui pencatatan efek Visi Media Asia sebanyak 15,4 miliar saham. Efek tersebut terdiri atas saham pendiri sebanyak 12,7 miliar saham seri A, 1,03 miliar saham seri B, dan saham penawaran umum 1,66 miliar saham seri A.

Sementara itu, jumlah waran seri I sebanyak satu miliar waran dengan rasio 5:3. Artinya, setiap pemegang lima saham baru berhak memperoleh tiga waran seri I.

Harga penawaran saham Rp300 per saham, sedangkan harga pelaksanaan waran seri I Rp305 per saham. Nilai nominal saham Rp100 per saham untuk saham seri A dan Rp251,8 per saham bagi saham seri B.

VIVA merupakan perusahaan media terpadu yang bergerak di bidang penyampaian dan penyediaan jasa konten melalui berbagai macam platform, termasuk stasiun televisi FTA (free to air), portal berita internet maupun  telepon genggam, yang berfokus pada konten berita, olahraga, dan gaya hidup.

Investor institusi mendominasi alokasi penjatahan saham VIVA dengan porsi sebanyak 81,70 persen dari total saham yang ditawarkan dalam IPO kali ini. (vivanews.com)

Posted on November 21, 2011, in Bapepam LK - IPO - Bonds - LQ45, Berita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: