Category Archives: Perkembangan Ekonomi

Amerika Tak Mau “Kehilangan Kekuasaan” di IMF

Reformasi pada Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/IMF) telah menemui kebuntuan karena belum setujunya Amerika Serikat (AS). Para pembuat kebijakan dari G20 mengatakan mereka tetap akan melakukan reformasi atas IMF tanpa AS, jika gagal meratifikasi perubahan akhir tahun.

IMF masih memperdebatkan peran pasar negara berkembang, agar diberikan suara yang lebih kuat di IMF, dan menjadi sumber pemberi pinjaman di lembaga tersebut. Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral mengatakan mereka sangat kecewa dengan respons AS yang dinilai lambat.

“Ada yang mengatakan bahwa kita perlu memberikan AS lebih banyak ruang. Tapi saya mengatakan kami berada di jalan buntu,” ungkap salah satu pejabat yang berpartisipasi dalam pembicaraan G20, namun meminta berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir dari Reuters, Senin (14/4/2014).  

Dia mengungkapkan, setiap upaya untuk memecah paket reformasi yang diusulkan oleh G20 pada 2010 lalu, akan menjadi bencana tidak hanya bagi Amerika, tetapi untuk seluruh G20, karena sebagian besar negara telah melewati prosedur ratifikasi .

“Jika Anda menarik paket 2010 terpisah, Anda harus memulai sesuatu yang baru. Dan faktor ini tidak dapat diatasi. Bagaimana mengatasinya ? Tidak seorang pun ingin melalui proses ini untuk kedua kalinya,” tambah dia.

Reformasi pada IMF dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan pasar negara berkembang. Pasalnya, sebagian besar negara berkembang terhalang oleh reformasi. Mereka tidak mau menunggu empat tahun untuk reformasi, sebelum mendapat bantuan dari IMF.

Karenanya, diperlukan beberapa langkah-langkah ad hoc untuk mencapai setidaknya beberapa dari perbaikan tata kelola untuk pemberi pinjaman global, tanpa persetujuan formal AS. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan, negara-negara berkembang mungkin menuntut perubahan mekanisme pinjaman darurat IMF jika Amerika tidak menyetujui perombakan.

Managing Director IMF Christine Lagardev mengatakan, terlalu dini untuk berbicara tentang alternatif. “Rencana A akan harus dieksplorasi sampai akhir dan secara mendalam, tetapi jika rencana A tidak berhasil, maka kita harus memikirkan tentang rencana B,” jelas dia.

Kebuntuan dalam reformasi telah memiliki beberapa efek samping, termasuk peningkatan dana ke daerah pada skala yang lebih kecil, tetapi secara keseluruhan berpotensi melemahkan peran IMF di masa depan.

Pada pertemuan G20 akhir pekan lalu, para pejabat mencoba untuk tetap optimistis pada AS, meskipun banyak keluhan dari anggota Partai Republik karena biaya terlalu banyak, dan akan berpotensi menyebabkan Washington mengalami defisit anggaran yang besar.

(http://economy.okezone.com/)

Phillip Reksadanaku Online adalah produk yang memberi kemudahan bagi semua strata Investor dalam memilih dan berinvestasi reksadana secara online kapan saja dan di mana saja melalui sistem online trading (POEMS) milik PT. Phillip Securities Indonesia.

Reksadanaku

Jokowi akan menyambangi BEI, ada apa?

JAKARTA. Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, berencana menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) sore ini. Belum diketahui apa maksud Gubernur DKI Jakarta itu.

Salah satu pihak keamanan BEI membenarkan hal tersebut. “Iya, dia (Jokowi) mau datang menemui direksi BEI,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hitung cepat Kompas, pada pemilihan calon legislatif 9 April 2014 lalu, PDIP ada di peringkat tertinggi dengan pencapaian suara 19,23%. Kemudian diikuti partai Golongan Karya (Golkar) sebesar 15,02%.

Di tempat ke tiga ada partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan perolehan suara 11,76%.

(http://investasi.kontan.co.id/)

PENGEN JADI NASABAH PHILLIP?

GAMPANG KOK, KLIK OPENING ACCOUNT DIATAS,

MINIMAL PEMBUKAAN HANYA RP. 1 JUTA.

FEE PEMBELIAN 0,18% dan FEE PENJUALAN 0,28%.

BIAYA LIFE TRADE BULANAN RP 25 Ribu. (BILA FEE BERSIH DALAM SATU BULAN LEBIH DARI Rp 25 Ribu, MAKA BIAYA AKAN DIHILANGKAN)

TUNGGU APA LAGI? DENGAN PLATFORM CANGGIH POEMS, ADA FITUR SMARTSAFE (UNTUK MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN) dan TRAILLING STOP (UNTUK MEMINIMALKAN KERUGIAN)

Pasar Anjlok dan Rupiah Loyo Usai Pemilu, Ini Komentar BI

Jakarta -Bank Indonesia (BI) menilai merosotnya pasar keuangan seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah usai Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif bukan merupakan hal yang luar biasa. Hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. 

Demikian diungkapkan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Mirza Adityaswara saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

“Namanya juga pasar keuangan kalau menguat sedikit melemah sedikit hal yang biasa. Kemarin sebelum pemilu menguat, setelah pemilu profit taking, menurut saya nggak ada yang luar biasa dan tidak perlu dikhawatirkan,” ujar Mirza.

Dia menjelaskan, hal yang paling penting adalah bagaimana menjaga fundamental perekonomian Indonesia agar tetap terjaga dengan baik.

“Yang penting angka-angka fundamental ekonomi kita cukup baik, neraca perdagangan Februari surplus, Maret mudah-mudahan surplus, inflasi April biasanya turun karena musim panen biasanya terjaga dengan baik jadi sebenarnya nggak perlu dikhawatirkan, rupiah menguat dan melemah sedikit hal yang biasa,” terangnya.

Mirza mengungkapkan, para pelaku pasar saat ini masih menunggu kepastian soal siapa partai koalisi yang bakal mendampingi partai unggulan.

“Pasar keuangan bergerak berdasarkan ekspektasi. Sebelum pemilu naik setelah pemilu lihat hasilnya jadi jual dulu. Nanti setelah 9 Juli sudah lebih jelas, kemudian mereka mencerna. Kita sudah reformasi sejak 1999,2004,2009 dan terus berlanjut,” tuturnya. 

“Jadi, pasar keuangan melihat apakah reformasi akan berlanjut atau dipercepat, itu yang membuat mereka antusias, nanti mereka mencerna koalisi gimana, hal yang biasa. Yang perlu khawatir itu kalau angka-angka rasionya tidak baik. Tapi kalau pemilu sudah teruji ada fluktuasi itu biasa,” pungkas Mantan Kepala LPS ini.

(http://finance.detik.com/)

PENGEN JADI NASABAH PHILLIP?

GAMPANG KOK, KLIK OPENING ACCOUNT DIATAS,

MINIMAL PEMBUKAAN HANYA RP. 1 JUTA.

FEE PEMBELIAN 0,18% dan FEE PENJUALAN 0,28%.

BIAYA LIFE TRADE BULANAN RP 25 Ribu. (BILA FEE BERSIH DALAM SATU BULAN LEBIH DARI Rp 25 Ribu, MAKA BIAYA AKAN DIHILANGKAN)

TUNGGU APA LAGI? DENGAN PLATFORM CANGGIH POEMS, ADA FITUR SMARTSAFE (UNTUK MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN) dan TRAILLING STOP (UNTUK MEMINIMALKAN KERUGIAN)

Bandara Ini Bakal Dilepas ke Investor, Salah Satunya Group Bakrie

Jakarta -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini sedang mengkaji untuk melepas pengelolaan bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dimiliki dan dioperasikan pemerintah.

Tahap awal baru 3 dari 10 bandara yang siap dilepaskan ke investor pada akhir 2014. Ketiga bandara tersebut adalah Komodo di Labuan Bajo, Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, dan Mutiara di Palu.

Investor yang serius menyatakan minatnya untuk ketiga bandara tersebut, antara lain: PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) untuk Bandara Komodo serta PT Angkasa Pura II (Persero) dan Group Bakrie untuk Bandara Hanandjoeddin.

“Di Palu ada Cardig dengan Pemda di sana berminat, Labuan ada Garuda dan Krisna Group berminat, Tanjung Karang ada AP II berminat. Dulu Group Bakrie berminat. Pokoknya ini peminat sudah ada. Tapi mereka harus masukkan dokumennya dulu,” kata Direktur Kebandarudaraan, Kementerian Perhubungan, Bambang Tjahjono kepada detikFinance di Kemenhub, Jakarta, seperti dikutip Kamis (10/4/2014).

Saat ini, Kemenhub dan Kemenkeu telah menugaskan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) melakukan uji tuntas atau due diligent dokumen pengelolaan bandara UPT. Proses ini bakal berlangsung hingga 5 bulan ke depan.

“Kita dan Kemenkeu siapkan dokumen. Karena kalau ada peminatnya, kita harus siapkan dokumen untuk nanti lelangnya seperti apa. Kemudian Kemenkeu menugaskan salah satu perusahaannya yakni IIF untuk siapkan dokumennya. Setelah dokumen siap nanti dicoba di 3 bandara dulu yakni Palu, Labuan Bajo dan Tanjung Pandan,” sebutnya.

Di dalam dokumen penawaran akan dikaji mengenai skema-skema yang bisa ditempuh untuk menjadi pengelola bandara milik pemerintah.

Setelah dokumen untuk pengelolaan bandara keluar, baru investor masuk untuk mengikuti skema lelang pengelolaan bandara-bandara. Tahap berikutnya dokumen diterima, pemerintah akan mengkaji investor yang memberikan keuntungan dan penawaran terbaik bagi pemerintah dan pengguna jasa bandara. Pemerintah juga melihat pertimbangan tarif yang ditawarkan oleh investor jika menjadi pengelola bandara.

 “Ada beberapa opsi. Saya beminat kalau kelola seluruh bandar udaranya saja, saya berminat hanya kelola terminalnya saja, saya berminat kelola lebih dari 1 bandara. Itu silahkan. Anda menawar dan dibandingkan,” jelasnya.

Bambang menjelaskan sesuai undang-undang dimungkin bandara dikelola oleh badan usaha selain Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berbeda dengan dahulu, pengelola bandara komersial hanya bisa dilakukan BUMN yakni PT Angkasa Pura I dan II. Dengan masuknya investor swasta, justru akan membuka persaingan yang sehat sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa bandara.

“Kalau dulu kan BUMN. Di mana-mana kalau nggak ada kompetisi dan monopoli. Itu nggak bagus. Kalau dikasih ke asing aset jadi swasta. Itu nggak, dia hanya kelola saja,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bambang menjelaskan melepas pengelolaan bandara milik pemerintah ke investor memiliki beberapa pertimbangan. Di antaranya karena memiliki lalu lintas di atas 500.000 penumpang per tahun dan menjadi bandara untuk jembatan pengembangan wisata.

“Karena memang traffic-nya bagus. Dia pertumbuhannya lebih besar dari 5% per tahun kemudian dia juga ada yang berpotensi sebagai pelabuhan udara turis. Seperti Labuan Bajo. Kemudian tanahnya dimiliki oleh Perhubungan Udara,” paparnya.

(http://finance.detik.com/)

Anda Punya Pertanyaan seputar saham Incaran? Gampang, Tanyakan saja kepada tim Riset Phillip Securities Indonesia, Cukup mention Twitter @PmmcResearch.

Mau mengetahui rekomendasi saham hari ini berdasarkan Analisa tim Riset kami juga?

Join our webinar,  Phillip Morning Market Call, silahkan masuk Link dibawah dan isi dengan webinar ID sesuai bulan yang ingin anda ikuti.

www.joinwebinar.com

Apr 2014. Webinar ID: 149-321-795

May 2014. Webinar ID: 142-145-651

Jun 2014. Webinar ID: 155-290-131

Indonesia Bebas dari Kerapuhan Ekonomi

Jakarta – Indonesia merupakan negara berkembang dengan aliran modal asing yang deras. RI pun sudah melepas tuduhan frigle five atau lima negara yang rentan terhadap kerapuhan ekonomi.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, fundamental ekonomilah yang menjadikan Indonesia bebas dari frigle five. “Ini akibat fundamental ekonomi Indonesia yang stabil yang menyebabkan ekonomi Indonesia tidak rapuh,” ujar Enny kepada INILAHCOM di Jakarta, Sabtu (5/4/2014).

Bank Indonesia mencatatkan Indonesia sudah mendapatkan arus modal asing yang cukup besar US$5,7 miliar atau sekitar Rp64,4 triliun sejak Januari sampai Maret 2014. Hanya untuk Maret 2014, mencapai US$2,7 miliar yang mengalir ke saham, US$1,2 miliar ke Surat Berharga Negara US$1,4 miliar, dan Sertifikat Bank Indonesia US$1 miliar.

Menurut Enny dengan adanya capital inflow atau arus modal asing sampai Maret 2014 sebesar US$5,7 miliar menjadi bukti kuat fundamental ekonomi Indonesia stabil yang membuat kepercayaan investor terhadap Indonesia tidak berkurang. “Gangguan eksternal tidak signifikan, karena kita enggak tergantung dengan asing,” jelas Enny.

Enny mengatakan stabilnya fundamental ekonomi Indonesia tercermin pada Indeks Tendensi Bisnis yang meningkat. “Indeks Tendensi Bisnis membaik dan proses politik aman. Tidak lupa yield atau imbal hasil masih tinggi di Indonesia,” katanya.

(http://ekonomi.inilah.com/)

Anda Punya Pertanyaan seputar saham Incaran? Gampang, Tanyakan saja kepada tim Riset Phillip Securities Indonesia, Cukup mention Twitter @PmmcResearch, dan pertanyaan Anda akan dijawab pada Phillip Morning Market Call keesokan harinya.

Dan untuk mengikuti Phillip Morning Market Call, silahkan masuk Link dibawah dan isi dengan webinar ID sesuai bulan yang ingin anda ikuti.

www.joinwebinar.com

Apr 2014. Webinar ID: 149-321-795

May 2014. Webinar ID: 142-145-651

Jun 2014. Webinar ID: 155-290-131

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,602 other followers

%d bloggers like this: